AES 699 Kumpul-Kumpul

Terlepas dari peristiwa-peristiwa yang seru dan menyenangkan yang sedang dihadapi Kano, saya justru masih terus berjuang menghadapi kemurungan, kesedihan dan bentuk-bentuk emosi yang negatif. Dalam upaya menanggulangi kecenderungan bersikap negatif yang tanpa alasan ini, saya melakukan kegiatan yang saya sukai, yaitu masak. Kebetulan sahabat saya ingin mengadakan acara kumpul-kumpul kecil bersama teman-teman kerja. Karena berkaitan dengan lebaran, jadi masaknya makanan Indonesia. Gule dan sate :)
Salah seorang teman tidak bisa makan makanan yang mengandung gandum dan susu, sehingga tidak bisa makan kecap manis karena mengandung gandum jadi saya bereksperimen membuat kecap manis dengan menggunakan tamari. Hasilnya lumayan dan ternyata malah jauh lebih enak daripada kecap manis. Mungkin sekarang jika sulit menemukan kecap manis, saya akan membuat sendiri karena lebih bisa terasa "umami" nya.
Saya mulai menyiapkan masakan untuk acara kumpul-kumpul itu sejak hari Kamis. Hari jumat malah saya tidak masuk kerja walau sebetulnya Jumat pagi saya masih "bekerja" menyelesaikan semua tanggung jawab saya. Lalu sepagian saya mulai masak. Saat bekerja dengan pisau, bumbu dan kompor, saya begitu tenang, tidak ada perasaan negatif yang timbul, hanya kegembiraan. Itu berlangsung selama sekian jam. Rasa "sakit" saya untuk sementara hilang, saya merasa begitu sehat dan bugar. Tidak ada kesedihan, tidak ada kemuraman, hanya rasa gembira yang saya rasakan. Semuanya begitu positif. Seandainya saja pekerjaan saya di kantor dapat memberikan kesenangan seperti saat ketika jari-jari saya bermain dengan bumbu dan saat tangan saya menggengam pisau tajam, mungkin tidak perlu saya minta ijin tidak masuk kerja karena sakit.
Saya harus berhenti masak beberapa waktu kerena saya harus menjemput Kano. Sepajang jalan menunju kampus, kesedihan kembali melanda. "Play music, daddy!" Kata Kano ketika melihat saya begitu muram pada saat saya mengemudi kendaraan mengantar dia pulang. "Play something that can make you happy." Sambungnya lagi. Saya tahu dia merasa khawatir melihat kondisi saya seperti itu. "I need to learn how to handle it, Kano. It will take sometime until I can figure it out." Jelas saya.
Kembali di dapur, perasaan sendu itu kembai menguap. Ini menarik sekali. Sepertinya yang butuh saya lakukan adalah konsentrasi dan mengalihkan perhatian saya pada hal-hal yang menyenangkan dan berusaha mengabaikan hal-hal negatif yang berusaha mendesak keluar. Aneh rasanya, seperti seseorang yang memiliki dua kepribadian dan dua pribadi itu saling berlomba untuk menang. Sepertinya saya harus benar-benar menyadari apa yang sedang saya alami sehingga saya tahu bagaimana menghalau perasaan yang tidak seharusnya ada, Sekali lagi hal-hal negatif itu muncul tanpa alasan yang jelas. Jika saya jatuh lalu merasa sakit, itu wajar. Jika saya sedih karena kehilangan sesuatu, itu juga wajar. Tapi jika saya sedih tanpa tahu mengapa hal itu terjadi, nah ini yang tidak benar.
Hari Sabtu seharian saya sibuk. Daging yang sudah dipotong-potong beberapa hari lalu, lalu dimarinasi dan ditusuki, hari ini saya akan bakar. Semalam turun salju yang ke-5 di musim semi ini, cuaca di luar lumayan dingin dipagi hari. Tapi itu tidak menghalangi saya utuk berdiri di depan grill dan membakar sate. Sejak pagi saya menyiapkan semua buah-buahan yang akan dijadikan garnish untuk minuman. Saya juga harus menyelesaikan gulai yang baru setengah matang. Daging dan bumbu sudah matang tinggal diberi santan lalu selesai. Kami memuntuskan untuk mengerjakananya di saat-saat akhir nanti ketika tamu mulai berdatangan. Waktu makan siang tamu memang mulai berdatangan, saya selesaikan gulai dan pada saat yang sama saya juga membakar sate. Semua berlangsung dengan lancar dan terlihat para tamu menikmati semua makanan yang tersedia. Sahabat saya membuat kue lumpur, kue pukis dan martabak mini. Hari ini kesedihan tidak datang. Saya menikmati acara kumpul-kumpul ini.
Besok saya akan berlari lagi. Seminggu terakhir ini saya hanya berenang. Mungkin persediaan hormon bahagia saya tidak mencukupi. Saya akan bereksperimen, kalau memang endorphine dapat menjaga kondisi mood saya, maka saya akan usahakan banyak berolahraga setiap hari. Tubuh sehat dan perasaan bahagia tentunya itu harapan semua orang, bukan?
Photo credit: food.detik.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1579 10 Tahun
Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!Kalau di…
joefelus00
AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20