AES #70 Tumbuhan Obat yang Beracun? 2

Kali ini, kita akan membahas tumbuhan obat yang disebut mahkota dewa. Mahkota dewa atau Phaleria macrocarpa adalah pohon berbatang keras, pohon yang bercabang-cabang. Ketinggiannya sekitar 1,5-2,5 meter namun jika dibiarkan bisa mencapai lima meter. Umur pohon ini bisa mencapai puluhan tahun dan tingkat produktivitasnya mampu dipertahankan sampai usia 10-20 tahun. Pohon mahkota dewa memiliki batang dengan kulit kayu kehijauan dan putih. Bunga mahkota dewa terdiri dari dua hingga empat kelopak, warnanya dari hijau hingga ada yang merah marun. Buah mahkota dewa memiliki bentuk bulat berwarna hijau saat mentah dan akan berubah warna merah saat sudah matang.
Mahkota dewa adalah tanaman obat dari Indonesia yang merupakan endemik di Pulau Papua. Tetapi, entah bagaimana caranya, tanaman ini masuk ke Keraton Mangkunegaran di Solo dan Keraton Yogyakarta. Di kedua tempat itu, mahkota dewa dikenal sebagai tanaman obat. Dahulu hanya kedua keraton tersebut yang mengenal khasiat mahkota dewa untuk keperluan pengobatan. Lama-lama, berita tentang khasiat ini menyebar ke luar keraton. Berbagai jenis penyakit dari penyakit ringan sampai yang berat bisa disembuhkan dengan buah dari pohon ini. Dalam cerita wayang purwa, pohon ini sangat dikeramatkan. Pohon yang sangat dihormati, sampai yang ingin memetik buahnya harus menyembahnya terlebih dahulu. Para prajurit yang akan pergi bertempur juga harus memakan buahnya agar sehat, kuat dan dipercaya bisa selamat.
Khasiat dari mahkota dewa untuk kesehatan tubuh sangatlah banyak. Dari mengurangkan rasa sakit kepala, mengobati flu dan batuk, menurunkan risiko penyakit kanker dan tumor, sebagai antivirus dan antibakteri, menurunkan kolesterol, menjaga kesehatan pembuluh darah, mencegah penyakit jantung, mengobati stroke, menurunkan gejala alergi, mengatasi gatal pada kulit, mengobati gejala asam urat, mengontrol kadar gula darah, meningkatkan metabolisme tubuh, meningkatkan sistem imunitas, mencegah hipertensi/tekanan darah tinggi, mengobati berbagai gangguan kulit seperti bisul, eksim dan jerawat dan mencegah penyakit liver, jika dilihat khasiatnya sangat banyak. Selama ini, pembuktian yang ada sebagian besar masih bersifat empiris, pembuktian yang berdasarkan pada pengalaman pengguna. Literatur yang membahasnya juga tidak banyak. Dalam literatur kuno juga, keterangan mahkota dewa terbatas, hanya kegunaan biji buah yang bermanfaat sebagai bahan baku obat luar.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES #86 Aku dan kelompok Oya
Kami KPB K12 Aek Toba sudah melakukan 3 pertemuan bersama SD K6 Kelompok Oya. Jadi di pertemuan pertama kami memperkenalkan Kelompok Oya dengan Energi. Kita diskusi tentang energi yang sangat misterius dan membuat kami semua bingung, termasuk akunya hehehe. Lalu di pertemuan kedua, kami yoga di pag…
Jose20
AES #85 River Cleanup
Halo semuanya, udah lama ga nulis AES. Jadi selama ini tidak menulis aku jadi merasa bersalah karena sebenarnya punya waktu untuk nulis tapi selalu ditunda dan malas. Selama ga menulis AES, aku gabung ke suatu komunitas yang disebut River Cleanup. Sebenarnya sudah dari Agustus tapi aku ga pernah nu…
Jose50
AES #84 Logical Fallacy
Tadi siang KPB kedatangan tamu mengadakan Bale Ajar (kelas semesta). Bersama Kak Adel kita belajar mengenai dasar-dasar logika. Dan salah satu topik yang dibahas adalah kesesatan berpikir atau Logical Fallacy (Sesat Pikir). Jadi, Logical Fallacy biasanya “menipu” dan “meracuni” orang yang mendengar…
Jose60