AES 702 The One?

Saya hampir selalu bertanya-tanya, kemana arah hidup ini sebenarnya? Kadang saya sudah memiliki banyak rencana untuk beberapa waktu ke depan, lalu tiba-tiba ada peristiwa baru dan rencana saya batal, atau mentah kembali. Untuk urusan mengambil keputusan penting dalam hidup, tidak bisa diambil secara impulsif, bukan? Kita harus benar-benar memikirkan segala faktor dan konsekuensinya secara matang. Itu menjadi bahan tulisan saya kemarin tentang mengambil keputusan. Nah sebetulnya itu yang beberapa hari terakhir ini sedang saya alami.
Dalam menjalani hidup kita selalu dituntut untuk mampu membaca tanda-tanda. Banyak kesempatan yang muncul, tapi kita tidak pernah tahu yang mana yang paling tepat. Seperti pertanyaan yang selalu muncul pada orang dewasa tentang memilih pasangan hidup, pertanyaannya selalu sama,"How do you know that he or she is the one?!" Nah itu juga berlaku dalam menjalani hal-hal lain dalam hidup. Ketika diambang batas dimana kita harus mengambil keputusan, kita dihadapkan pada pertanyaan yang besar dan sangat penting. How do you know that it is the one? Kita tidak pernah tahu, bahkan sesudah semuanya lewat, kita juga tidak tahu apakah itu yang terbaik.
Yang sudah lewat bisa saja sangat baik, sejauh ini saya tidak pernah menyesali semua keputusan yang pernah saya ambil. Dari semua keputusan itu, konsekuensinya sedang saya hadapi, sedang saya jalani saat ini. kemana saya akan pergi? Tidak tahu! Karena walaupun seringkali di depan itu cerah, tapi kita tidak pernah tahu karena pandangan kita sangat terbatas. Bisa saja beberapa langkah di depan kita itu indah dan baik, tapi siapa tahu sesudah itu ada jurang yang dalam atau tebing yang harus kita hadapi. Kemarin saya bilang hidup kita seperti sedang berjalan di dalam labirin.
Saya sudah punya rencana, bahkan sudah hampir pasti rencana itu akan saya jalankan. tapi di detik-detik terakhir ada tanda yang muncul entah dari mana dan tanda itu akan mementahkan kembali rencana saya. Dalam beberapa hari ini akan ada sebuah keputusan yang harus diambil. Kano sudah saya anggap orang dewasa sehingga kami bisa duduk bertiga dan brainstorming.
Apakah ini rencana Tuhan? Saya tidak tahu. kalaupun itu benar, sepertinya Tuhan mempunyai selera humor yang aneh. Dia tidak pernah membiarkan hidup saya lancar dan mulus begitu saja, harus saya lalui dengan dada berdebar-debar dan rasa khawatir yang sangat intens. Kenapa begitu? Mungkin supaya seru! Biar hidup ini tidak monoton, begitu mungkin. Ya saya jalani saja, toh selama ini semuanya baik-baik saja.
Photo credit: unsplash.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31