AES 72 BAGAIMANA BENTUK TUHAN?

Apa yang kita ingat saat kita berusia 5 tahun? Pernahkah terpikir tentang bagaimana bentuk Tuhan?
Kawan Saron, teman ajaibku di 2 tahun terakhir ini. Menemani mereka dari Sobat Dero yang usianya 4 tahun, hingga usia mereka saat ini. Ada yang berusia 5 tahun, ada juga yang baru merayakan usia 6 tahun. Mereka guru-guru ajaib yang Tuhan titipkan lewat ribuan pertanyaan, jutaan senyum dan tawa, ratusan tangis serta marah, juga banyak hal ajaib lainnya. Sorot mata yang berkilau penuh rasa ingin tahu, layaknya kunang-kunang yang berkerlap-kerlip di tengah rahasia malam. Setiap hari penting bagi mereka, setiap hari jadi permainan yang serius untuk mereka selesaikan. Bagi sebagian orang mungkin mereka terlihat "keos", seperti acaknya taburan bintang di langit indah. Ketika kita memandangi dengan lebih pelan dan menikmatinya, ada keajaiban dan keindahan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Mereka menggambarkan keindahan masa anak-anak yang murni, bebas, berani, dan penuh imajinasi.
Setiap hari, kami senang mengamati dan bercerita tentang lingkungan sekitar, bunga-bunga yang indah, awan yang berubah bentuk, pohon-pohon yang meneduhkan, hingga cinta dan kasih pada setiap mahluk. Ternyata benar, cara paling tepat untuk mengenalkan Tuhan memang melalui cinta dan kasih. Sampai seorang anak penasaran tentang bagaimana bentuk Tuhan. "Kak, Allah itu gimana bentuknya?" tanyanya dengan sungguh-sungguh. Kami berdiskusi bersama tentang Tuhan, di mana setiap hal indah dan baik yang kami temui, ada rupa Tuhan di sana. Lantas kami bersepakat untuk mendoakan segala hal baik, karena ada Tuhan di sana. "Tuhan semoga pohon-pohon enggak ditebang. Semoga semua orang bisa makan enak. Orang-orang yang enggak punya uang juga bisa makan enak. Terima kasih Tuhan, amin!" lantunan doa lembutnya dengan sungguh-sungguh. Hal ini istimewa bagi saya, di mana pertanyaan tentang rupa Tuhan diajukan dari bibir mungil dengan kesungguhan. Dalam hari-hari yang hanya bermain, mereka ternyata tak pernah main-main untuk menjalaninya. Hari-hari yang terlihat hanya bermain bagi orang dewasa, ternyata ada juataan makna yang tersimpan di sana ketika kita mau masuk dan bersenang-senang di dalamnya. Bagi orang dewasa dengan segala "pemikiran dewasanya" mungkin hal ini terlihat biasa saja. Namun dalam "pemikiran dewasa" itu, pernahkah kita memertanyakan hal besar yang terlihat sederhana ini?
Mereka memang baru hidup 5 tahun di dunia ini, tapi mereka adalah malaikat-malaikat Tuhan yang dititipkan menjadi guru-guru kehidupan. Agar kita mampu merayakan hidup dengan bermain yang sungguh-sungguh. Mereka malaikat-malaikat Tuhan yang bersinar dengan segala "kekeosan" yang ada. Untuk kita sama-sama menyadari, kehidupan memang semenyenangkan itu. Terima kasih Kawan Saronku tersayang!
Komentar (3)
Terima kasih kak Yanti sudah berbagai kisah bersama kawan-kawan Saron. Luar biasa ceritanya. Betul mereka adalah guru-guru kehidupan buat kita. Semoga kita yang katanya lebih dewasa bisa membuka diri terhadap segala kejujuran dan keterbukaan mereka yang masih murni...
Luar biasa Kak tulisannya. Hangat dan Mengalir. Saya jadi bisa merasakan dan diingatkan kembali bahwa membersamai tumbuh anak2, kita diingatkan kembali untuk melihat Dunia dgn penuh kepolosan dan rasa ingin tau
Terharu sekali baca tulisan ini. Terima kasih Kak Yanti sudah membersamai Kawan Saron, terima kasih juga semua pesan dari obrolan-obrolan untuk kita orang tua. Sudah rindu hangatnya Semi Palar, ga sabar untuk menjalani hari rabu
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES005 Sepotong Cerita di Bis Damri
Sekitar 4 tahun lalu, saya adalah seorang yang sedang senang-senangnya mendengar podcast. Mulai dari yang bercanda seperti Podkesmas hingga yang serius seperti Thirty Days of Lunch, Parentalk, CurhatBapakIbu, Makna Talks, dan lain-lain. Menyenangkan mendengarkan orang mengobrol, bercerita, dan bert…

AES066 Hari Belajar
Semasa sekolah di SMP, saya kerap malas pergi ke sekolah karena harus bertemu guru-guru membosankan yang hanya duduk di kursi mereka, membuka buku, dan membacakan nama-nama menteri kabinet yang harus dihafalkan. Anak-anak yang berhasil menghafal paling banyak, otomatis mendapat nilai paling tinggi.…

AES62 Siapa yang lebih besar?
"Yang paling besar itu, Univeres!" Ungkap seorang teman di kelas. "Bukan, yang paling besar itu Tuhan!" Jawab teman yang satu dengan cepat. Pertanyaan siapa yang lebih besar, menjadi pertanyaan paling saya kagumi minggu lalu. Bagaimana tidak, 2 orang Kawan Kariwari saling mengungkapkan pendapatnya.…



