AES 737 Ad Nauseam

Satu kata: bosan! Saya begitu kagum pada mereka yang mampu memfokuskan diri pada pekerjaan selama bertahun-tahun, bahkan ada yang saya kenal sudah melakukan pekerjaan yang sama selama lebih dari 30 tahun. Reaksi saya cuma satu: Hebat! Tidak mudah melakukan itu, sebab saya sendiri belum mampu melakukan itu, saya mudah bosan apalagi jika sudah tidak menemukan tantangan dalam rutinitas yang saya lakukan setiap hari. Ketika suatu kegiatan yang sama kita lakukan terus menerus secara rutin, pada akhirnya akan mulai terasa membosankan, menggangu, kadang malah menyebalkan, itu yang disebut dengan Ad nauseam!
Dibandingkan dengan kelelahan, kebosanan sebetulnya merupakan "alat" psikologis yang vital dalam menjalankan peran evolusi, yaitu sebagai pengingat bagi kita untuk mulai mengubah situasi saat ini atau terpaksa harus menghadapi konsekuensinya. Sepertinya jika memperhatikan teori ini, saya selama ini memilih untuk mengubah. Biasanya saya pindah kerja atau memilih untuk menemukan tantangan baru.
Kita tidak akan mampu menghindari kebosanan, itu merupakan bagian dari kemanusiaan yang mau tidak mau akan sering kita jumpai. Kita harus menerimanya sebagai sesuatu yang wajar yang harus dihadapi atau menemukan cara lain untuk memanfaatkannya. Kita semua butuh saat-saat senggang, saat beristirahat dan menjauh dari tekanan konstan yang membombardir kita terus menerus, kita harus bisa menjauh dari hiruk-pikuk aktifitas yang tidak ada hentinya.
Mungkin ini salah satu yang harus diperhatikan oleh para boss, para pemimpin karena jika tidak mereka akan kehilangan karyawannya. Mungkin itu yang dilakukan oleh hampir semua universitas di Amerika, saya tidak tahu di tempat lain atau di negara lain, yaitu istilah sabbatical. Sesudah bekerja selama 7 tahun, seorang dosen, professor dan staff pengajar diberi waktu selama 1 tahun untuk melakukan travelling, research dan sebagainya. Mereka bisa melepaskan diri dari kesibukan mengajar. Disamping beristirahat, mereka juga dapat memperdalam ilmu mereka dengan melakukan riset di tempat lain.
Saya punya teman berenang seorang profesor linguistics bahasa Spanyol. Ketika melakukan sabbatical, beliau pergi ke Valencia di Spanyol dan melakukan riset di sebuah perpustakaan membaca naskah-naskah kuno bahasa Spanyol. Hmm.. kalau saya ke sana pasti bukan naskah kuno yang saya cari tapi Paella, yaitu makanan khas berasal dari daerah itu yang merupakan nasi dimasak dengan seafood dan saffron. Enak sekali.
Eniwei, kembali ke kebosanan. Jika rasa bosan terus berkepanjangan dan self determination sangat sulit untuk dicapai, dan terus-menerus dilanda kelelahan serta kekecewaan maka akan mengganggu kesehatan fisik dan mental. Sesuatu harus segera dilakukan. Rasa bosan akan terus menerus mengingatkan kita untuk mengambil langkah yang dapat mengubah situasi. Jika tidak melakukan apa-apa maka akan mudah timbul rasa marah, sedih dan kecewa yang terus berkepanjangan. Semuanya akan serba monoton dan kita melakukan segala sesuatu tanpa hati, bagaikan robot dan makin lama kita melakukan segala sesuatu tanpa jiwa.
Yang saya baca ketika mencari informasi tentang ini, dianjurkan yang bersangkutan untuk mulai terlibat, menyibukkan diri secara mental dan berusaha mengangkat kembali keinginan kita dengan terus mengasah kemampuan dan ketrampilan. Kita dianjurkan untuk lebih mendedikasikan waktu kita untuk mengerjakan sesuatu yang memungkinkan kita untuk bereksperimen yang akan merangsang diri kita untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan menstimuli otak kita.
Mungkin ini yang harus segera saya lakukan karena akhir-akhir ini memang saya begitu tidak memiliki semangat dalam bekerja. Segala sesuatu begitu monoton dan banyak hal-hal negatif yang saya rasakan. Saya harus berusaha menemukan sesuatu yang positif yang dapat menggugah agar kembali bersemangat dan merasa ditantang untuk melakukan sesuatu yang luar biasa.
Foto credit: healthdigest.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1579 10 Tahun
Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!Kalau di…
joefelus00
AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20