AES 744 Satu Persatu

Oke! Setiap buku dan setiap orang hampir mempunyai pendapat yang sama ketika berusaha menjawab permasalahan-permasalahan dalam hidup yaitu one thing at a time!
Suatu waktu seorang Pria sedang berjalan kaki di sebuah pantai yang sangat sepi menjelang matahari terbenam di Mexico. Ketika dia sedang berjalan, dia memperhatikan ada orang lain yang juga berjalan jauh di depan. Ketika mulai mendekat, dia melihat bahwa orang itu membungkuk, memungut sesuatu dan melemparkan benda itu ke laut. Terus menerus begitu, satu demi satu, berjalan membungkuk lalu memungut dan melempar.
Ketika pria itu semakin mendekatinya, dia melihat bahwa orang tersebut memungut bintang laut yang terdampar di pantai, satu demi satu lalu dia lempar kembali ke air.
Pria itu bingung lalu mendekati orang itu dan bertanya," Selamat sore. Apa yang sedang anda lakukan?"
"Saya mengembalikan bintang laut- bintang laut ini ke ke laut. Lihatlah, saat ini air sedang surut dan bintang laut ini terdampar di pantai. Jika saya tidak mengembalikan mereka ke air, mereka akan mati karena kehabisan oksigen." Jawab orang itu.
"Saya mengerti." Kata pria itu, "Tapi ada ribuan bintang laut di pantai ini. Anda tidak mungkin mengembalikan mereka semua ke air. Mereka terlalu banyak. Kemungkinan hal ini juga terjadi di banyak pantai. Saya tidak melihat kemungkinan anda dapat membuat perbedaan."
Orang itu tersenyum kemudian membungkuk, memungut seekor bintang laut dan melemparkannya ke air. Dia berkata,"Saya membuat perbedaan dengan yang itu!" (Loren Eisley)
Kita memang cenderung terlalu banyak berpikir, berharap dapat menyelesaikan semua masalah yang kita hadapi sekaligus. Jika kita begitu, maka tentu saja hidup kita seperti ditindih dengan beban yang tidak tertanggungkan. Atau contoh lain yang hampir setiap kali saya hadapi ketika berlari. Jika target saya 5 kilometer, sebelum mulai saya sudah merasa tertekan karena jika satu putaran di track di Gym itu 250 meter, maka saya butuh berlari 20 putaran. Membayangkan angka yang begitu banyak, belum berlari pun saya akan merasa capek duluan. Apa yang selama ini saya lakukan sehingga selalu berhasil berlari minimal 5km? Sederhana, selangkah demi selangkah! Saya tidak mau memikirkan angka 20 itu, tapi saya memikirkan 1 putaran, lalu diikuti dengan putaran berikutnya. Saja jalani saja terus tiba-tiba target sudah tercapai!
Setiap orang memiliki masalah hidup, kadang begitu rumit kadang sangat sederhana. Masalah-masalah itu menjadi tempaan bagi kita agar lebih dewasa, lebih matang, lebih bijak dan lebih kuat. Untuk menghadapinya mungkin akan terasa lebih ringan jika kita hadapi satu demi satu. Beberapa saat yang lalu saya merasa seperti tersesat, lalu kemudian timbul ide, menggarap hal-hal yang harus saya hadapi satu persatu. Saya ingin kembali menjadi orang yang murah senyum, rajin tertawa, itu tidak terlihat selama beberapa minggu terakhir. Saya garap satu hal itu dengan kembali berolahraga rutin untuk memompa hormon bahagia. Lumayan berhasil. Beberapa hari ini saya tidak terlalu muram. Satu masalah selesai. Kedua mengenai tujuan hidup. Daripada berpikir terlalu muluk-muluk yang akhirnya tidak tercapai dan capek sendiri, saya memilih yang sederhana, yaitu "berguna". Nah itu saya jalani hari ini dengan berusaha membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan. Memang masih ada "nggerundel" sedikit, tapi semua dapat terselesaikan. Sepulang kerja saya sibuk mengantar Nina ke lokasi lain karena dia mengambil shift tambahan. Itu agak mepet dengan waktu ke Gym, tapi saya mengingatkan diri untuk selalu berusaha agar selalu berguna, saya jalani dan ternyata lancar, saya tiba di Gym tepat waktu, berolahraga dengan sangat giat dan pulang dengan rasa bahaia! Lalu menjemput Kano yang hari ini bekera selama 10 jam! Itu juga saya lakukan, dan menunggu saat menjemput Nina dari pekerjaan pukul 10 malam. Beres. Saya merasa diri saya berguna dan itu memberikan perasaan yang luar biasa. Tidak murung lagi!
Foto credit: hbr.org
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1579 10 Tahun
Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!Kalau di…
joefelus00
AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20