AES 747 Nilai Persahabatan

Hidup itu hiruk pikuk! Kita mudah sekali terganggu perhatiannya, terdistraksi. Bisanya pada saat-saat tertentu mengetahui kualitas seorang teman baik itu sangat penting. Harus kita akui bahwa pertemanan, persahabatan dalam menjalani hidup itu sangat penting, kadang kala malah jauh lebih penting dari pada saudara sendiri. Kita selalu membutuhkan dukungan ketika menghadapi kesulitan hidup, ketika kita tertekan karena pekerjaan ketika kita memiliki masalah pribadi. Teman seringkali merupakan pendukung kita yang terbaik.
Sudah beberapa kali saya menulis tentang pertemanan atau persahabatan. Bukan apa-apa, saya mungkin bisa memberanikan diri menjadi saksi hidup bahwa pertemanan merupakan faktor terpenting dalam hidup. Teman-teman saya seringkali kemudian seperti menjadi keluarga angkat, bahkan seperti saya katakan tadi, seringkali persahabatan yang pernah dan masih saya rasakan hingga saat ini dapat saya katakan melebihi keeratan dengan keluarga sendiri. Tanpa teman-teman dan sahabat yang saya miliki, saya tidak akan pernah dapat menjadiseperti saya saat ini.
Pernahkah saya dikecewakan oleh teman? Tentu saja. Pernah anda merasa ditinggalkan oleh teman-temen ketika sedang membutuhkan dukungan? Saya pernah dan persitiwa semacam itu tidak akan pernah dapat saya lupakan dan menjadi pelajaran penting dalam hidup bagaimana memilih teman dengan baik. Kalau ada pepatah yang mengatakan "A friend in need is a friend indeed." Itu saya setujui seribu persen. Kita dapat melihat ketulusan seorang teman dan bisa kita katakan sebagai teman sejati adalah ketika pada saat dibutuhkan mereka hadir bukannya balik badan dan mengambil langkah seribu.
Mungkin saya pernah bercerita bahwa saya mulai hidup jauh dari keluarga dan merantau sejak di usia 18 tahun. Saya masih ingat ketika saya begitu kelaparan dan tidak mempunyai uang sedikitpun ada teman-teman yang membuat bubur kacang hijau dan makan itu selama seminggu bersama-sama. Ketika sudah hampir habis, kita tambah air dan gula merah. Semata-mata agar cukup untuk semua orang hingga gajian hahaha.. Kami saat itu tinggal di sebuah rumah di pinggir kali yang bau minyak tanah. Itu persahabatan yang hingga saat ini selalu saya kenang.
Tinggal jauh di rantau tanpa dukungan teman-teman maka akan sulit bisa survive, kecuali jika kita memang memiliki sumber yang cukup. Seperti saya ini jika tidak ada teman-teman tidak akan bisa tinggal jauh dari tanah air hingga belasan tahun! Bagi yang pernah merantau jauh dari tanah air pasti mengerti. Setiap tahun kami harus memperpanjang ijin tinggal dan untuk memperoleh ijin tinggal baru, kami harus mampu menunjukkan bukti bahwa kaami mempunyai dana yang cukup yang jumlahnya tidak kecil. Untuk itu bukan hal yang asing jika sesama teman saling membantu. Dana dari banyak orang dihimpun agar jumlahnya cukup untuk dijadikan bukti untuk persyaratan. Dan hal semacam itu sering bergilir. Hehehe.. Itu baru satu contoh!
Sahabat sejati adalah orang yang dapat dipercaya. Mereka adalah yang berbicara dengan hati tidak hanya semata-mata mengucapkan sesuatu yang ingin kita dengar. Mereka itu jujur dan dapat dipercaya dan rahasia kita itu aman bersama mereka dan kita tidak perlu merasa takut atau khawatir.
Sahabat yang baik itu dapat diandalkan. Mereka tidak mangkir, mereka menepati janji dan melakukan sesuai dengan yang mereka janjikan. Mereka juga memiliki empati, pendengar yang baik dan loyal. Semua itu dapat dirasakan jika kita menghabiskan waktu bersama mereka, kita akan merasa nyaman, senang dan seru. Mengapa begitu? Karena kita nyaman menjadi diri sendiri dihadapan mereka, kita tidak perlu lagi pura-pura. Jika beruntung, kita bisa menemukan mereka dan menjadi salah satu dari harta kehidupan yang selalu ingin kita miliki.
Foto credit: comics.ha.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31