AES 748 Nature

Seorang pria melihat seekor ular yang terjebak dalam api dan jika tdak ditolong maka dia akan terbakar hingga mati. Pria itu memutuskan untuk menolongnya lalu memegang ekornya dan mengangkat ular itu dari api. Ketika dia melakukan itu, si ular menggigitnya. Pria itu kesakitan dan menjatuhkan ular itu. Bintang itu jatuh kembali ke dalam api. Pria itu lalu mengambil sebilah tongkat dan mengangkat ular itu dari api dan menyelamatkan nyawanya.
Seseorang melihat kejadian itu lalu mendekat dan bertanya," Ular itu menggigit kamu, kenapa kamu masih mencoba menyelamatkannya?"
Pria itu menjawab," Menggigit adalah kodrat dari ular itu, tapi hal tersebut tidak mengubah kodrat saya, yaitu menolong!"
Saya berusaha mencari padanan kata dari nature dalam bahasa Indonesia. Lalu muncul istilah kodrat. Mungkin kata itu yang paling tepat untuk menjelaskan bahwa mahluk hidup mempunyai kodratnya masing-masing.
Ada cerita serupa sebetulnya yaitu katak dan kalajengking. Suatu waktu di tepi sungai kalajengking meminta tolong kepada katak untuk menyebrangkan dia. Katak ragu-ragu untuk menolong karena takut disengat. Kalajengking berjanji jika katak bersedia menyebrangkan, maka dia tidak akan menyengat. Begitu tiba diseberang, kalajengking menyengat katak. Sebelum mati katak itu bertanya, "Mengapa kamu menyengat saya walau sudah berjanji?" Kalajengking menjawab,"Memang sudah kodrat saya untuk menyengat, saya tidak bisa menahannya!"
Nah dua cerita itu sebetulnya merupakan pesan yang disampaikan kepada kita bahwa kita mempunyai kodrat masing-masing.
Diane Johnson pernah berkata "Do not change your nature simply because someone harms you. Do not lose your good heart only learn to take precautions."
Janganlah kita mengubah kodrat kita hanya karena seseorang menyakiti kita. Jangan sampai kita kehilangan kebaikan yang kita miliki karena semata-mata terpengaruh oleh orang lain.
Ini menjadi sebuah pelajaran pada diri saya ketika banyak mengalami kejadian yang tidak diharapkan akhir-akhir ini. Saya sempat merasa tersesat karena tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan, apa tujuan yang sebenarnya saya sedang arahkan. Jangan sampai gara-gara sesuatu yang tidak menyenangkan lalu mempengaruhi diri sendiri hingga kemudian merendahkan kualitas diri. Saya punya kontrol atas tindak tanduk diri sendiri, saya bertanggungjawab atas segala tindakan dan juga menerima konsekuensi atas pilihan yang sudah diambil. Jadi biarkan saja orang lain, yang penting saya tahu siapa diri saya ini dan kualitas apa yang saya miliki, jangan sampai berubah menjadi kurang baik karena bereaksi atas perlakuan orang lain.
Photo courtesy of Morton Arboretum
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1579 10 Tahun
Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!Kalau di…
joefelus00
AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20