AtomicEssay

AES 766 Can't Fix Everything

joefeluspenulis arsip2

Seringkali karena kita begitu peduli pada sesuatu, seseorang atau bahkan suatu tempat, sehingga kita berusaha untuk melakukan apapun sebisa mungkin agar semua yang kita peduli itu dapat menjadi baik, sesuai dengan yang kita harapkan.

Kita kemudian berusaha dengan sangat ulet dan bersemangat dan ketika menyaksikan semuanya itu berjalan dengan lancar, kita sangat bahagia. Itu bisa terjadi pada apa saja, misalnya berkebun, kita berusaha merawat dengan sebaik-baiknya, menyirami, memberi pupuk membersihkan tanah dari gulma atau rumput liar. Kemudian kita begitu senang ketika tanaman yang kita rawat tumbuh begitu subur.

Namun seringkali juga kita menjumpai kondisi tidak ideal dimana kita menyaksikan banyak hal yang perlu dibenahi, banyak kekurangan yang terus menerus menjadi masalah, kemudian mereka-mereka yang bertanggungjawab kurang tanggap. Kita menjadi kecewa, berusaha menyuarakan pendapat, tapi situasi terus berlarut-larut tidak terselesaikan. Hal semacam itu sangat membuat kita frustrasi.

Idealnya jika memungkinkan kita menghadapi situasi yang bermasalah itu bersama-sama, melakukan tindakan yang terencana satu demi satu hingga semuanya terbenahi, one piece at a time until everything fall into each place. Bukan begitu? Itu idealnya! Kenyataannya tidak selalu begitu. Ketika kita berusaha mengungkapkan keprihatinan kita kepada atasan di tempat kerja, misalnya. Bukanya mendapat tanggapan positif, tapi malah dijawab dengan ketus,"That's is not your job!" Haiyaa... kalau sudah begitu mau garuk-garuk kepala sampai botak pun situasi tidak akan dapat berubah.

Hal yang saya pelajari dalam menghadapi situasi semacam ini adalah berusaha masuk kedalam diri. Lalu mengatakan pada diri sendiri bahwa walaupun saya peduli pada hal itu, tidak berarti saya terbebas dari menghadapi saat-saat yang berat. Ada masanya kita harus melewati jalanan yang penuh dengan kerikil tajam. Itu adalah bagian dari keseruan perjalanan hidup kita. Nikmati saja. Yang kedua, kebahagiaan dan ketidakbahagiaan saya tergantung pada diri sendiri, tergantung pada tindakan yang kita ambil serta bagaimana menyikapi kondisi itu, yang jelas tergantung pada apa yang saya mau, pilihan apa yang saya ambil. Yang terakhir, saya harus bisa menerima bahwa suatu waktu kita mengalami keberhasilan tapi juga ada saatnya kita menghadapi kekecewaan. Yang jelas, kadang kala kita tidak bisa menyelesaikan semua masalah.

Foto credit: oconnorhardware.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31