AES 767 Twenti Minit

Saya mau cerita yang santai-santai saja hari ini. Berusaha melepaskan diri dari keseriusan dan keruwetan dari keseharian, mending memfokuskan diri pada hal-hal yang ringan dan menyegarkan, bukan?
"Sally's kitchen. How can I help you?" terdengar suara seorang wanita dengan aksen Asia yang sangat kental.
Saya tersenyum lebar sambil mengemudi dan Nina sedang menelepon menggunakan speaker phone kedai Chinese food kecil di pinggir kota yang sangat populer karena murah, porsi lumayan besar dan enak. Wanita yang bekerja di kedai ini sangat efisien tapi karena begitu efisien dan bekerja dengan cepat, terdengar sangat ketus dan kasar. Sahabat saya pernah menelepon dan memesan nasi goreng di sini dan tidak pernah kembali lagi karena si tante atau si ibu yang melayani begitu kasar, terlebih lagi karena memang nama makananannya "Nasi Goreng" (seriusan, nama menunya "nasi goreng") sahabat saya berharap rasa dan kualitasnya sesuai dengan namanya, ternyata tidak. Jadi dia kecewa, lalu ditambah keketusan tante ini, dia tidak pernah kembali. Hahahah
"Yes, Hello. Can I place an order to go, please?" Jawab Nina
"Please hold!" Kata tante itu lalu terdengar dia sibuk ngobrol entah dalam bahasa apa dengan orang-orang di dapur.
Saya mulai nyengir. Memang benar suara tante ini begitu ketus dan sama sekali tidak terdengar ramah. Suara berisik di dapur terdengar ramai sekali. Saya lirik Nina juga tertawa-tawa sambil berkomentar betapa tante ini memang terdengar judes, sambil dia berusaha menirukan suara tante tadi. Hahaha..
"Yes, wat yu wan to order?" Tiba-tiba tante itu bicara sesudah setidak-tidaknya 5 menit berlalu mendengarkan keramaian dapur.
"Can I have lunch special with eggplant and chicken?"
"Wat rai and sup?" Tanya tante itu. Maksudnya rice dan soup
"Fried rice and spicy and sour soup." jawab Nina
"Oke, eggplen, chicken, frai rai and sour sup. Eniting else?"
"Yes, lunch special with string beans, beef, fried rice and sour soup." Jawab Nina
"Oke! String bins, frai rai, sour sup. Eniting else?"
"No, that's it. Thank you." Jawab Nina sambil menahan tertawa.
"Twenti minit." lalu klik terdengar suara telepon ditutup.
Kami berdua langsung terbahak-bahak. Memang benar si tante ini terdengar sangat judes. Tidak ada kata terima kasih atau basa basi yang ramah sebagai bagian dari customer service. Sama sekali tidak. Sepertinya karena kedai ini begitu sibuk dan banyak pelanggan, mereka tidak perlu melakukan itu, tidak perlu terlalu ramah. Lagian memang pelanggan berdatangan tanpa henti.
Kami terus menuju lokasi dan tiba di kedai itu sekitar 20 menit. Makanan kami sudah menunggu. Saya berdiri di counter sementara Nina mengambil meja satu-satunya yang kosong, sisanya penuh dengan orang yang sedang makan dan banyak orang berdiri menunggu pesanan mereka.
Kami duduk dan makan. Khas chinese food, banyak minyak! Di kotak makanan kami di bagian bawah sayur tergenang minyak. Saya harus memilih yang akan saya makan karena mau tidak mau saya takut hahaha.. Saturated fat dari minyak itu tidak baik bagi kesehatan, tapi jenis chinese food yang dimasak menggunakan wok yang besar dan api bertekanan besar memang membutuhkan minyak banyak jika tidak, makanan akan lengket di penggorengan raksasa itu. Tapi justru itu ciri khasnya yang tidak dapat ditiru jika kita masak di rumah. Chinese food yang asli memang dimasak dengan api bertekanan besar, jadi kalau nasi goreng kita bisa mencium bau gosong yang tidak dapat ditiru jika menggunakan kompor biasa!
Memesan makanan di kedai chinese food memang unik. Sering dijadikan bahan lelucon karena aksen dalam berkomunikasi. Dari yang memang sangat lucu sampai yang seronok juga ada. Jangan salah, tidak hanya orang dari Tiongkok yang jadi bahan gurauan. Jadi tidak perlu terlalu sensitif dalam hal ini. Orang mexico mempunyai lelucon sendiri, orang India apa lagi. Pernah mendengar lelucon orang India yang berusaha merampok Bank? hahaha ini lucu sekali, apalagi jika yang bercerita menggunakan bahasa Inggris dengan akses India, dijamin perut kita sakit karena terlalu banyak ketawa. Ya gurauan etnis itu lucu tapi tetap harus berhati-hati apalagi jika lingkungan kita sangat sesnitif jika berurusan dengan masalah ras. Nah yang mengucapkan frai rai itu juga sering terdengar jika orang Vietnam, Kamboja atau Thailand mengucapkan kata-kata itu. Saya juga punya aksen, setiap ngobrol selalu ditanya saya asalnya dari mana, lucunya orang-orang yang tinggal di Amerika hampir semuanya memiliki aksen karena ini negara imigran. Jadi ya frai rai atau twenti minit itu memang umum bisa kita dengar dimana-mana :)
Foto credit: ila-france.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1579 10 Tahun
Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!Kalau di…
joefelus00
AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20