AES 794 Buku Baru

Sisa-sisa capek sepulang liburan masih begitu terasa. Pekerjaan di kantor begitu bertumpuk sehingga saya merasa seperti orang yang sudah renta tertatih-tatih. Tapi waktu tinggal sedikit dan saya harus segera menyelesaikannya. Para mahasiswa akan kembali sekitar 3 minggu lagi, ini waktu yang sangat pendek untuk persiapan semester musim gugur.
Saya mengalami kesulitan untuk menulis, sebab ketika tiba di rumah tubuh hanya ingin beristirahat. Tapi saya sudah punya komitmen untuk menulis jadi walau tidak ada ide, saya duduk memandangi layar monitor. Sambil merenung saya menoleh ke samping dan terlihat buku yang baru saja saya beli di New Orleans. Judulnya Calabash Of Cowries: Ancient Wisdom for Modern Times karangan Luisah Teish, seorang penulis dan juga performer yang berkaitan dengan mitos dan cerita rakyat orang-orang Afrika dan diaspora Afrika.
Seperti saya pernah cerita, saya punya kebiasaan membeli sebuah buku jika berunjung ke tempat baru. Buku itu biasanya saya tulisi tempat dan waktu saya membelinya. Ini menjadi semacam cinderamata yang "berguna" daripada hanya membeli gantungan kunci yang kemudian terlupakan atau hilang begitu saja. Buku bagi saya akan menjadi semacam pengingat yang sangat luar biasa. Disamping ada cerita dibalik buku itu, misalnya buku yang berwarna hijau ini, mempunyai cerita seru dibaliknya, tapi juga saya bisa menikmati membaca buku dan belajar sesuatu daripadanya. Nah ini keren bukan? souvenir itu harus yang berguna, tidak harus selalu membeli hiasan.
Saat itu saya, Nina, Kano dan mas Aris sedang mencari dessert sesudah makan siang cajun boil. Kami berputar-putar di sekitar French quarter, sambil berfoto-foto termasuk di Bourbon street, nama jalan sempit yang sangat terkenal itu. Kami berusaha mencari dessert seperti bread pudding, banana fosters, atau makanan manis semacam itu. Kami berkeliling kesana-kemari. Tidak mudah. Kadang tempatnya tutup, atau antrianya panjang. Nah ketika semua sibuk mencari, saya mengambil kesempatan untuk mencari toko buku. Ada dua yang berdekatan, yang pertama adalah Faulkner House Books yang bertempat di Pirate's Alley. Ketika tiba di sana pintunya tertutup dan ketika saya intip sepertinya ini tempat menjual buku-buku untuk para kolektor. Jadi saya pergi ke toko yang kedua, namanya Crescent City Books.

Begitu masuk, disamping kanan dekat pintu masuk terlihat sebuah buku berwarna hijau. Saya langsung ambil dan berusaha membuka halaman-halaman pertama. Di sana dikatakan bahwa ini buku cerita, tapi bukan sembarang cerita, buku itu berusaha menyampaikan kebijaksanaan melalui kisah-kisah tradisional yang sangat relevan dengan masa kini walaupun kisah itu merupakan kisah kuno di masa lalu. Tidak berpikir panjang lagi langsung saya pergi ke kasir dan membayarnya. Tidak lupa berusaha mencari pembatas buku yang khas toko buku itu, serta meminta bon yang biasanya saya simpan di dalam lembaran-lembaran buku.

Saya langsung kembali menuju rombongan yang ternyata sudah duduk di dalam sebuah cafe Perancis, lupa namanya. Tapi mereka menyajikan bread pudding dan makanan lainnya yang kalau tidak salah diberi nama the lost bread. Nama yang lucu tapi masuk akal karena rotinya tertutup krim jadi "menghilang". Di meja juga sudah ada 3 cangkir kopi. Restoran itu terlihat sangat retro, dinding terakota dan bentuknya, desain dan interiornya terlihat sangat "tua". Memang banyak bangunan semacam itu di daerah ini karena merupakan peninggalan penjajahan perancis dari tahun 1800-an. Saya menikmati sekali siang itu, apalagi "tradisi" saya membeli buku di tempat baru berhasil dengan baik.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1579 10 Tahun
Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!Kalau di…
joefelus00
AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20