AES 795 Creole Queen

Udara begitu panas dan sangat lembab yang bagi saya sangat tidak tertahankan. Musim panas di belahan utara memang begitu. Saya sudah terbiasa dengan suhu panas yang ekstrim selama hampir 7 tahun tinggal di benua Amerika, tapi di Colorado udara begitu kering, dan berbeda dengan saat ini di New Orleans yang berada di tepi laut yang sangat lembab. Panas dan kelembabannya membut sekujur tubuh saya lengket dan berkeringat. Sangat tidak nyaman.
Kami berjalan perlahan-lahan, melalui lapangan yang cukup luas menuju tepi sungai dimana ada beberapa perahu besar yang sore ini akan meluncur di sungai Mississippi. Setiap malam perahu yang memiliki dek 3 tingkat ini menawarkan 2 jam di malam hari menikmati pemandangan sepanjang sungai diiringi musik jazz secara live. Walau bagi saya ini tidak murah biayanya, tapi pengalaman ini mungkin tidak akan pernah datang lagi. Jadi kami memutuskan untuk pergi.
Sesudah menunjukkan tiket, kami langsung naik ke perahu yang besar itu, di dek pertama sudah terdengar musik yang meriah. Musik jazz di New Orleans bagi saya yang awam terdengar sangat berbeda dengan musik-musik yang biasa saya dengar. Kalau pernah mendengar lagu-lagu Louis Armstrong, misalnya "When The Saint Go Marchin In", nah banyak sekali pemusik-pemusik di jalan bahkan yang berada di perahu memainkan jenis musik semacam itu. Terompet, piano, drum serta bas betot menjadi alat musik yang paling dominan. Selama ini yang biasa saya datangi adalah pemain jazz dengan style yang berbeda. New Orleans bagi saya merupakan sesuatu yang baru.

Sungai Mississippi sangat lebar, rata-rata menurut informasi yang saya peroleh sekitar setengah miles atau setara dengan 800 meter, dan di New Orleans merupakan ujung muara menuju laut, jadi memang sungai ini dilalui banyak kapal kargo yang memuat kontainer-kontainer besar. Perahu kami mulai bergerak sekitar pukul 7 malam. Pukul 7 masih terang benderang sebab matahari terbenam baru seitar pukul 8 malam. Kami memilih duduk diujung paling depan sehingga dapat melihat pemandangan sepanjang sungai dengan sangat jelas. Menikmati musik jazz tidak harus selalu sambil memandangi para pemainnya bukan? Hahahah..
Ada dua kapal logistik milik angkatan laut yang ditambatkan secara berdampingan. Kano bercerita banyak tentang kapal-kapal ini. Tentu saja dia tahu, saya begitu terkejut ketika di Hawaii pada saat kami mengunjungi kapal perang USS Missouri, dia menunjukkan memiliki pengetahuan yang sangat detail tentang pesawat-pesawat terbang dan kapal-kapal perang. Demikian juga sore ini ketika dia banyak bercerita. Sehari sebelum kami ke perahu jazz ini, kami mengunjungi museum perang dunia ke-2. Wah Saya seperti seorang murid yang sedang diajari seorang guru sejarah hahahaha.

Air sungai yang luas ini sangat tenang. Perahu bergerak perlahan-lahan. Perahu ini disebut paddle wheel riverboat. Disebut paddle wheel karena dibagian belakang perahu yang besar ini ada semacam roda yang berputar, seperti kalau kita melihat turbin untuk pembangkit tenaga listrik. Nah roda ini memiliki lempengan-lempengan yang "mendayung" air sehingga kapal bergerak.

Apa yang lebih menyenangkan mendengarkan musik jazz secara live sambil menikmati pemandangan? Menjelang matahari terbenam, perahu berbalik arah. Yang tampak di depan kami adalah matahari yang berwarna sangat merah turun perlahan lahan di ujung horison, sementara jika memandang sedikit kesamping sebelah kanan, maka ada pemandangan kota dengan gedung-gedung pencakar langit, sedangkan jika memandang sedikit ke kiri, maka ada sebuah jembatan yang sangat panjang. Ini pemandangan yang sangat indah. Semakin gelap semakin menakjubkan dan musik jazz tidak pernah berhenti. Saya bayangkan mereka yang meniup terompet non stop selama lebih dari 2 jam tentu memiliki paru-paru yang sangat kuat luar biasa! Mereka terlihat sangat behagia bermain musik. Saya bisa menyaksikan orang yang senang melakukan pekerjaannya atau orang yang terpaksa melakukannya hanya demi bekerja. Terlihat beda sekali. Para pemusik ini saya yakin begitu menjiwai apa yang mereka mainkan. Saya tidak menyesal memutuskan untuk menikmati acara malam ini di atas kapal sepanjang sungai Mississippi sambil menikmati pemandangan ditemani musik jazz. Pengalaman yang sangat menyenangkan. Oh ya, perahu yang kami tumpangi ini namanya Creole Queen.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31