AES 809 Es Krim

Saya masih duduk di belakang kemudi. Kano dan Nina sudah lebih dahulu turun dan berjalan pulang. Udara panas di luar akan membuat semangkuk es krim saya segera meleleh jadi saya memutuskan untuk menghabiskan sedikit yang sudah mulai mencair di bagian tepi. Di bagian atas adalah 1 scoop es krim trutle cheese cake. Rasanya ada sedikit asam dari cream cheese, lalu ada potongan pecan dan mungkin chocolate fudge, sementara di bagian bawah adalah satu scoop salted caramel chocolate, yang dominan rasa coklat dengan karamel yang ada rasa asin dari garam. Di cuaca yang sangat panas ini, es krim merupakan pilihan yang sangat tepat.
Sambil makan es krim saya membaca pesan dari seorang sahabat yang menggoda saya karena mengirimkan sebuah email ke wakil direktur tempat saya kerja. Saya sebetulnya hanya menyampaikan ucapan terimakasih karena mendapat perhatian dari banyak orang mengingat status pekerjaan saya yang dikacaukan karena keterlambatan perijinan. Saya ungkapkan bahwa 6 tahun yang lalu saya mengalami hal yang sama tapi saat itu saya menghadapinya sendirian, kali ini saya merasa mendapat dukungan dari banyak orang. Saya ungkapkan mengetahui hal ini saya merasa bahwa keberadaan saya tidak dianggap sebelah mata, bahwa saya merasa menjadi orang yang berarti. Untuk itu saya merasa berterima kasih.
Perhatian mereka memang tidak dapat mengubah keadaan, saya tidak akan bisa ngantor selama ijin saya belum keluar. Tapi mereka akan berusaha mengembalikan saya ke posisi semula ketika perijinan sudah ada. Itu saja sudah membuat saya senang. Nah mengetahui email yang saya kirimkan pagi ini, sahabat saya ini berusaha menggoda hahaha.. Kami berdua memang senang bergurau.
Tinggal 2 hari lagi saya ngantor. Segala hal sudah saya siapkan agar siapapun yang nanti menggantikan saya akan mampu melanjutkan semua tugas yang biasa saya kerjakan. Seharusnya semuanya akan dapat berjalan dengan baik dan mudah-mudahan dalam waktu dekat perijinan saya bisa selesai.
Saya terus menikmati es krim sedikit demi sedikit. Sesudah seharian bekerja tanpa lelah walau boss menyuruh saya pulang lebih awal, bahkan seharusnya setengah hari bisa saya kerjakan dari rumah, tapi saya memilih tetap berada di kantor. Saya ingin semuanya beres sebelum saya "cuti". Karena kerja keras ini, saya merasa berhak menghadiahi diri sendiri dengan semangkuk es krim dari toko es krim terbaik di kota saya!
Foto credit: Kilwins.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1579 10 Tahun
Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!Kalau di…
joefelus00
AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20