AES 810 Almost There

Hari kedua sebelum saya pergi. Entah mengapa, ada sedikit perasaan emosional yang kental menyelubungi relung hati saya. Bukan hal yang negatif, tapi sesuatu yang agak mengharukan. Hampir 6 tahun saya bekerja di kantor ini dan selama itu sudah mengalami banyak hal yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Senin nanti akan merupakan hari terakhir saya. Banyak orang yang tidak mau membicarakan hal itu. Sepertinya kehadiran saya sedikit banyak sudah membawa dampak, walaupun mungkin sangat kecil, tapi saya tahu ada beberapa orang yang menghindar membicarakan hal ini karena membuat mereka sedih dan tidak senang.
Saya menyuapkan sepotong bapau, Ini jadi sarapan saya pagi ini. Di samping kiri ada sebuah cangkir kopi yang penuh dengan kopi panas yang sangat harum. Saya menggunakan kopi instan dari sebuah gerai kopi terkenal, krimernya juga dari perusahaan yang sama. Salah satu cara menikmati kopi kegemaran dengan budget rendah hahaha..
Entah apakah saya akan kangen kantor ini atau tidak. Saya belum pernah tidak masuk kantor kecuali jika sakit atau liburan. Ketika liburan saya tidak memikirkan pekerjaan sehingga rasa kangen itu tentu saja tidak ada, ketika sakit saya lebih fokus pada kesehatan tubuh, jadi tentu saja tidak memikirkan kantor ini. Entah nanti ketika saya memang tidak bisa bekerja mulai hari Selasa nanti. Mungkin saya akan merasa kehilangan rutinitas dan duduk menghadapi 3 monitor yang salah satunya adalah milik saya sendiri, monitor raksasa, curvy sebesar 32 inci. Banyak yang komentar soal monitor ini. hahaha.. Ada yang bilang keren, ada yang bilang terlalu besar.. biarin aja, yang penting enak buat saya bekerja.
Seharian saya menyibukkan diri dengan pekerjaan, bahkan saya pindah kerja di Bakeshop duduk berdua dengan Lauren, salah satu manager di sana sehingga kami bisa berkomunikasi dengan mudah ketika duduk bersebelahan dan bekerja berdua. Banyak yang dapat terselesaikan. Saya tahu bahwa setumpuk pekerjaan menunggu di meja saya di kantor, tapi saya harus memilih mana terlebih dahulu yang perlu saya selesaikan.
Setengah jam sebelum waktu pulang boss saya mengirim pesan," Go home! You should leave 30 minutes earlier, because last Wednesday you stayed late." Begitu kira-kira pesannya. Saya sebetulnya masih ingin meneruskan pekerjaan karena tumpukkan berkas di meja belum saya selesaikan. Tapi karena perintah boss, saya terpaksa menurut.
Saya berjalan kaki meninggalkan kantor dan akan bertemu Nina di toko buku kampus. Tiba-tiba saya merasa sangat sedih. Saya tersadar bahwa ini adalah pekerjaan yang saya paling cintai dalam hidup. Belum pernah saya menyenangi pekerjaan sehebat ini. Saya akan sangat bersedijh ketika tidak bekerja. Lalu serentak saya membayangkan jika beberapa bulan lagi saya nanti harus benar-benar meninggalkan pekerjaan ini, meninggalkan kehidupan di kota yang sudah membuat saya jatuh cinta ini serta yang paling berat adalah meninggalkan Kano. Tentunya perasaan sedih akan jauh lebih hebat dibandingkan dengan saat ini.
Saya dapat merasakan bahwa mata saya mulai membasah. Dulu ketika di Hawaii saya begitu kangen tanah air hingga merasa sangat tidak sabar untuk meninggalkan Hawaii. Saya malah merasa tidak kerasan lagi tinggal di sana dan menanti-nanti saat untuk pulang ke tanah air. Kali ini jauh berbeda. Saya sama sekali tidak ingin pulang. Saya merasa ini adalah tempat yang saya sukai untuk menghabiskan sisa hidup. Seandainya saja bisa dan ada kesempatan, mungkin saya tidak perlu berpikir panjang lagi untuk memutuskan.
Saya berjalan perlahan-lahan sambil menyadari betapa emosionalnya saya saat ini. Saya memutuskan untuk mendengarkan lagu untuk mengalihkan perhatian. Udara panas masih menggigit kulit, sama sekali tidak nyaman. Tinggal sebulan lebih sedikit musim panas akan segera berakhir, bahkan hari Senin para mahasiswa akan kembali membanjiri kampus dan keramaian akan mulai terasa. Ya roda kehidupan terus berputar, walau sebetulnya jika bisa memilih saya ingin segala sesuatu berhenti bergerak atau bergerak dengan slow motion karena saya tidak mau kehidupan yang sedang saya jalani ini segera berakhir...
Foto credit: fluentu.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1579 10 Tahun
Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!Kalau di…
joefelus00
AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20