AES 811 Makanan

"Still want to go to Denver?" Tanya saya membangunkan Kano
"Of course, I don't want to miss good food." Jawab anak yang masih setengah tertidur ini.
Satu jam kemudian kami sudah berada di dalam mobil menuju tempat sahabat kami lalu dari sana kami berangkat bersama menuju Littleton, kota di suburb Denver. Di sana ada sebuah restoran makanan Cajun yang katanya enak, Pier 8 namanya. Sebetulnya saya ingin sekali makan gumbo atau rice and beans tapi saya tidak menemukan di daftar menu, sehingga kami memilih memesan Seafood boils, yang isinya udang, crawfish dan kepiting yang direbus dengan kentang dan jagung kemudian dimasak dengan bumbu cajun. Kami juga memesan hushpuppies, semacam gorengan yang dibuat dari cornmeal, kentang goreng yang diberi topping daging kepiting serta combo yang berisi 2 macam ikan yang diberi tepung dan digoreng serta udang.

New Orleans mungkin saja bukan tempat seperti tempat-tempat wisata lainnya yang pernah saya datangi. Tempat ini menurut saya terlihat kotor, masyarakatnya banyak yang terlihat jorok meninggalkan sampah di mana-mana, katanya juga tingkat kejahatan sangat tinggi jika tidak dapat dikatakan sebagai tempat yang paling tinggi tingkat pembunuhannya. Saya dapat mencium bau kekotoran di mana-mana. Tapi satu hal yang sepertinya membuat kami terkesan pada liburan kemarin, yaitu makanan! Mungkin itu alasannya kami menuju Denver, untuk sedikit mengulang kembali kenangan akan makanan yang beberapa waktu yang lalu kami benar-benar nikmati.
Mungkin sama seperti kegiatan-kegiatan lain, ketika kita terkesan pada sesuatu hal, kita akan berusaha mengulangnya kembali. Misalnya duduk ngopi bareng-bareng teman atau sahabat dan kita sangat menikmati momen itu, lalu sesudah berlalu kita berusaha untuk mengulangnya kembali. Karena apa? Karena memori! Kita cenderung selalu berusaha mengulang kembali sesuatu yang menyenangkan. Itu hal yang normal.
Sama halnya dengan makanan, terutama mereka yang tinggal di rantau seperti saya. Saya tahu mengapa saya suka memasak, karena lama hidup di rantau! Lebih dari 1/3 hidup saya dihabiskan di rantau, lalu 1/3 hidup lainnya bersama orang tua. 1/3 hidup saya di rantau dihabiskan dengan berusaha mengulang kembali kenangan ketika hidup bersama orang tua, terutama yang berkaitan dengan makanan. Karena kebanyakan sulit dijumpai, maka saya berusaha menciptakannya sendiri dengan cara masak sendiri. Tentu saja penuh dengan kegagalan, tapi lama kelamaan dengan jam terbang yang terus bertambah, saya bisa sedikit menyamai kenangan-kenangan di masa lalu. Hahaha..
Sangat menyenangkan menciptakan makanan itu, apalagi jika ada rencana untuk berbagi dengan orang lain. Berbagi makanan, ide dan kenangan adalah bagian dari pengalaman. Kita begitu bangga bercerita tentang makanan yang sedang dinikmati bersama-sama, karena pada dasarnya bukan hanya makanan yang kita berbagi, tapi juga pengalaman, memori dan bagian dari cerita kehidupan yang sudah kita alami. Bukan begitu? Jadi jangan salahkan saya jika selama hidup di rantau saya sudah berbagi ribuan tusuk sate! Hahaha.. Saya berbagi pengalaman hidup di Hawaii, di California, di Colorado, bahkan di massachussetts. Itu baru yang saya ingat karena sudah terlupakan di mana lagi saya pernah membakar sate hahahaha..
Makanan itu sendiri sangat unik, menstimuli dan penuh cita rasa. Dengan menciptakan makanan, kita juga berusaha menciptakan memori. Pada saat yang sama kita tidak hanya menikmati makanan, tspi juga suasana, interaksi dan juga pribadi-pribadi lain. Pada dasarnya kita selalu berusaha menciptakan pengalaman yang berkesan melalui makanan.
Nah sekarang kita pasti mengerti kenapa ketika kita sedang mengadakan reuni misalnya dengan teman-teman semasa kecil, biasanya kita memilih mengadakannya di tempat asal, dengan makanan khas di tempat itu karena semata-mata kita ingin mengenang kembali pengalaman kita di masa lampau dengan seotentik mungkin. Makanan memang mempunyai peran yang sangat luar biasa dalam hidup, tidak hanya sekedar membuat kita kenyang atau hanya untuk tetap hidup. Makanan lebih dari itu!
Cover foto: Baso tahu Mang Jo, Fort Collins, CO hehehehe
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1579 10 Tahun
Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!Kalau di…
joefelus00
AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20