AES 827 Knee Replacement

Sejak pukul 3 pagi saya sudah terjaga dan tidak bisa kembali tidur. Ini akan menjadi hari yang panjang untuk Nina dan saya. Pukul 5 pagi nanti kami akan langsung ke luar kota ke surgery center untuk operasi knee replacement. Sambil menunggu Nina bersiap-siap, saya menyiapkan sarapan, roti lapis dengan pindekaas dan nutella serta kopi. Nina sendiri sejak semalam harus puasa. Saya menyiapkan sarapan untuk saya sendiri karena akan menunggu hingga siang nanti. Diamping sarapan dan kopi saya juga bawa laptop supaya bisa corat-coret sambil nunggu.
Ini kali yang ke-4 saya menunggu Nina operasi. Yang pertama kali saya malah tidak ingat tahun berapa. Saat itu kami belum menikah malah, Nina harus diangkat tonsilnya di Surabaya. Itu satu-satunya operasi yang dilakukan di Indonesia. Yang kedua adalah C-section saat Kano dilahirkan. Saya tidak menunggu tapi berada di ruang operasi sambil ngobrol dengan Nina. Selama prosedur C-section dilakukan, Nina masih tetap sadar bahkan ngegossip berdua dengan saya ngerasani dokter anestesi yang kekar dan ganteng hahaha. Yang ketiga di Fort Collins ketika pengangkatan kelenjar empedu beberapa tahun yang lalu dan yang keempat hari ini. Jadi sangat jelas menunggu operasi bagi saya bukanlah sesuatu yang baru dan saya sedikit hapal dengan prosedurnya sehingga jika dibandingkan dengan orang-orang lain yang menunggu, saya lebih siap. Malah saya terlihat seperti orang yang sedang piknik karena duduk di ruangan khusus, ngetik di laptop sambil sarapan dan minum kopi hahahaha..
Sebelum pukul 6 pagi kami sudah check in dan masuk ke ruangan agar Nina dapat mulai disiapkan untuk operasi. Sederet pertanyaan diajukan agar proses anestesi dapat dilakukan dengan aman. Lalu pasien harus berganti pakaian. Ketika proses anestesi akan berlangsung saya langsung pindah ke ruangan tunggu. Ini pertama kali saya menunggu di ruangan yang khusus milik saya sendiri, maksudnya tidak ada orang lain yang akan mengganggu. Setiap orang yang menemani pasien mendapat ruang tunggu masing-masing, namanya consult room. Nanti dokter akan datang berbicara dengan keluarga ketika proses operasi sudah selesai. Setelah itu saya akan pindah ke ruangan recovery sambil menunggu pasien terjaga dan sadar kembali lalu mulai dengan latihan untuk turun naik tempat tidur, berjalan dan sebagainya sebelum kami diperbolehkan untuk pulang. Menurut pihak rumah sakit, prosedur operasi hanya berlangsung sekitar 1 jam, tapi proses recovery-nya yang akan makan waktu lebih lama.
Ada banyak ruang konsultasi di salah satu sayap rumah sakit ini. Sepertinya semua kegiatan operasi yang pertama mulai dilangsungkan sekitar pukul 7 pagi. 30 menit kemudian mulai banyak dokter hilir mudik untuk menyampaikan kabar proses operasi yang sudah dilakukan. Setidak-tidaknya hingga saat saya menulis sekarang sudah ada 3 atau 4 dokter bedah yang hilir mudik memberikan kabar baik kepada masing-masing keluarga pasien. Saya masih terus menunggu. Ada godaan untuk mulai membayangkan apa yang sekarang sedang terjadi di ruang operasi Nina, tapi ide itu langsung saya hapus karena ngeri. Saya pernah melihat beberapa foto kegiatan operasi lutut. Lumayan seram, sehingga saya tidak jadi melakukannya. Beberapa saat kemudian perawat satu persatu masuk ke lorong ruang konsultasi dan menjemput penunggu pasien yang sudah selesai untuk diajak ke ruang recovery. Lalu hening. Hal seperti itu berjalan berturut-turut. Dokter bedah masuk, ngobrol lalu hening. Suster menjemput lalu hening lagi. Saya masih terus menunggu. Setiap kali ada suara pintu utama lorong yang terbuka saya langsung menoleh melihat ke arah pintu ruangan saya yang memang terbuka lebar-lebar. Belum tiba giliran saya. Menunggu lagi sementara jantung saya terus berdebar-debar. Dokter bilang prosedur operasi akan berlangsung sekitar 1 jam, jadi memang saya masih harus menunggu. Tanpa tahu progress memang semuanya begitu mendebarkan. Waktu bergerak seolah-olah sangat lambat. Baru 55 menit, belum 1 jam. Jadi memang masih banyak waktu saya untuk menunggu.

Pukul 8:14. Belum ada dokter yang datang ke ruangan saya. Dada semakin berdebar-debar, dan saya mulai diliputi perasaan khawatir. Satu menit kemudian, pukul 8:15 dokter muncul dan memberikan kabar baik. Nina sudah memiliki lutut baru dan saya bisa segera pindah ke ruang recovery untuk menunggu di sana. Ah, lega sekali.

Ruang tunggu di recovery center sangat luas, seperti lobby hotel. Ada kopi dan air panas tersedia, di samping termos kopi dan air panas ada berbagai pilihan creamer seperti french vanilla atau hazelnut. Lalu sederet berbagai jenis teh celup. Ada green tea, Earl Grey dan chamomile. Saya mengambil segelas kopi dan French Vanilla creamer lalu duduk. Tidak ada siapa-siapa di sana kecuali saya sendiri. Kata dokter setidak-tidaknya akn butuh waktu 1 jam hingga Nina sadar. Saya hanya bisa menunggu tapi kali ini dengan perasaan lebih baik dan tidak ada rasa khawatir lagi. Masa pemulihan beberapa minggu ke depan yang mungkin akan sulit bagi Nina. Menunggu penyembuhan luka dan memar butuh waktu lumayan lama, sementara itu dalam kondisi kesakitan dia harus tetap berlatih menggerakkan lutut barunya dengan naik sepeda dan physical Therapy beberapa kali seminggu. Mudah-mudahan semua lancar sesudah itu prosedur yang sama akan dilakukan untuk lutut sebelah kanan!
Komentar (2)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1579 10 Tahun
Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!Kalau di…
joefelus00
AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
