AES 828 Hari Pertama Lutut Baru

Saya duduk di lobby ruang recovery, menunggu. Saya tidak tahu apakah Nina sudah dipindah ke kamar di gedung recovery center atau belum. Tidak ada siapa-siapa di sana kecuali saya sendiri. Karena tidak ada kegiatan dan sangat mengantuk dan lelah karena semalam saya sangat kurang tidur, saya mengambil kopi yang tersedia di sana. Ternyata kopinya lumayan bisa dinikmati dan bisa untuk mengisi perut yang mulai merasa lapar, sepanjang pagi saya hanya minum kopi dan sebuah roti lapis.
Saya memang sama sekali tidak menyiapkan makan siang karena menurut cerita dokter dan para pertawat ketika pre-op minggu lalu, mereka menyatakan biasanya sekitar pukul 1 siang pasien sudah bisa pulang. Hampir 2 jam kemudian seorang perawat datang menghampiri saya. Dia menyampaikan informasi bahwa Nina sudah sadar walau masih sangat terpengaruh obat bius. Semuanya berjalan lancar. Dia akan dibiarkan beristirahat hingga pengaruh anestesi hilang lalu akan mulai belajar turun dari tempat tidur, ke kamar mandi dan belajar berjalan sebelum diperbolehkan pulang. Saya dipersilakan untuk menemani jika mau, jadi saya beranjak masuk sambil membawa gelas kopi saya yang ke 3.
Ternyata hingga sore hari anestesi Nina masih belum hilang. Hingga pukul 4 sore Nina masih belum bisa merasakan kakinya, masih mati rasa. Ketika perawat berusaha membantu Nina berdiri, kakinya masih belum ada tenaga sama sekali. Kami hanya bisa menunggu. Tadi makan siang Nina semangkuk besar caesar salad tanpa daging. Jadi hanya potongan romaine lettuce, croutons dan caesar dressing. Nina sama sekali tidak berselera. Untungnya saya menyelundupkan indomie goreng dan telur, sehingga Nina bisa makan dengan lahap walau hanya sedikit.
Rumah sakit berada disamping highway, walau di seberang highway banyak tempat makan, saya tidak bisa ke sana dan nyebrang seenaknya. Sangat berbahaya sebab penuh dengan kendaraan berlalu lalang dengan kecepatan sangat tinggi. Saya harus menahan rasa lapar hingga nanti pulang. Saya terapaksa hanya menghabiskan sisa makanan Nina. Lumayan untuk mengisi perut. Untungnya suster sadar bahwa kami berdua harus tinggal lebih lama di rumah sakit, jadi kami berdua disediakan makan malam. Kami memilih Pad Thai, dan saya yakin bukan orang Thailand yang buat jadi ya begitulah. Saya lebih merasa mual daripada menikmati hahahaha.
Pukul 7 akhirnya Nina bisa mulai merasakan seluruh tubuhnya, jadi mulai dengan pelajaran berjalan. Pertama ke kamar mandi, lalu keliling lorong rumah sakit. Selangkah demi selangkah, tertatih-tatih tapi dapat bergerak maju. Rumah sakit tidak akan memperbolehkan Nina pulang jika belum bisa berjalan. Saya juga tidak akan memaksakan Nina untuk pulang jika dia belum bisa berjalan dengan baik. Kamar tidur kami di lantai 2, jadi bayangkan sulitnya jika harus naik tangga. Kalau di jalan datar belum bisa bergerak, jangan harap naik tangga.
Nina bukan orang yang mudah putus asa. Dia jalani latihan berjalan dengan baik, kami diperbolehkan pulang. Waktu menunjukkan pukul 9 malam lebih. Masih butuh waktu setidak-tidaknya 30 hingga 45 menit untuk pulang, melalui jalan raya yang gelap diantara 2 padang rumput dan perkebuan yang sangat luas. Saya menggunakan mobil sewaan, jadi mau tidak mau harus sangat berhati-hati. Banyak kejadian kijang melintas jalan raya, itu yang saya takuti. Banyak kecelakaan terjadi karena satwa liar melintas dalam gelap di malam hari.
Lewat pukul 10 malam kami tiba, saya mengambil kursi roda dan walker dari rumah dan perlahan-lahan Nina keluar kendaraan, lalu dibantu walker untuk bergeser perlahan-lahan agar kemudian bisa duduk di kursi roda yang kemudian didorong oleh Kano yang sudah pulang dari tempat kerja. Butuh waktu lumayan lama untuk naik ke lantai 2 selangkah demi selangkah. Entah ada berapa anak tangga, saya tidak pernah menghitung. Tengah malam baru kami mulai bisa beristirahat. Ini baru hari pertama. Masih ada beberapa minggu ke depan yang harus kami lalui. Minggu pertama akan sangat sulit, lalu sedikit demi sedikit akan mulai semakin mudah. Saya sangat lelah, lalu mulai mencoba memejamkan mata. Bersyukur bahwa satu hari yang sangat berat sudah kami lalui. Besok akan ada cerita lain :)
Foto Credit: Amazon.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31