AES 832 Wacana

"Hey. I think you should go swimming for your back." Tiba-tiba Nina mengatakan itu kepada saya yang masih bermalas-malasan di tempat tidur.
"I may. I have a lot of things to do today." Kata saya
"Ya disempetin dong. Untuk kesehatan kok. Kamu dari kemarin meringis-ringis terus kalo gerak sedikit." Kata Nina lagi.
Memang dia benar. Sejak muscle spasm yang saya alami beberapa hari yang lalu. Kondisi tubuh saya semakin runyam. Setiap salah bergerak saya meringis, malah kadang teriak. Mau batuk atau bersin pun saya jadi takut, jadi kadang saya ubah jadi mendeham (ada gitu bahasa Indonesianya?).
Memang kondisi keseharian saya sedang runyam hahaha.. Kemarin saya cerita bahwa kami mulai hidup dari bahan makanan yang ada di freezer. Untungnya tabungan bahan makanan saya berlimpah jadi memang kami akan bisa survive. Hanya saja ternyata makanan "freezer" saya ini terbukti sangat diminati. Yang rencananya untuk beberapa hari, eh malah langsung ludes. Kano bahkan minta lagi. "Dad, can you make more roast pork? I love it so much. It's a good stuff!" Kata Kano yang memang ketika saya lihat makannya tidak kira-kira. Nasi yang biasa beberapa hari tidak habis, kali ini saya harus masak setiap hari. Untungnya tabungan beras saya juga banyak, ada 2 karung hahahaha.. Serius loh, dan saya sama sekali tidak sengaja "menabung". Siapa sih yang berminat kehilangan pekerjaan dan tidak punya penghasilan? Tidak ada, bukan? Saya memang tukang belanja makanan. Jika melihat sesuatu yang menarik langsung melamun membuat sesuatu lalu tangan saya meraih benda itu dan berakhir di freezer. Semuanya hanya wacana, karena akhirnya terbentur dengan satu kata: "malas". Lihat saja tepung, saya punya berbagai macam tepung karena sempat "ingin" membuat bapau, ingin membuat choi pan, Choi pan adalah semacam dumpling dengan isi bengkoang dan udang, kalau tidak salah makanan khas Pontianak, dulu saya senang membuat ini. saya punya tepung ketan, tepung beras, dan banyak lagi karena punya rencana membuat kelepon, mochi, membuat kue putu dan lain-lain. Tidak ada yang terlaksana karena berhenti di wacana. Oh di freezer saya punya daun pisang, kelapa parut dan singkong parut karena juga ingin membuat ketimus (lemet) bahkan comro dan misro. Juga semua itu berhenti di Wacana. Ya begitu itu.
"Mau dimasakin apa hari ini?" Tanya saya pada Nina. "Aku ada ayam, udang, dan beberapa daging lain. Ada mie kering, bihun, sayuran beku." Kata saya lagi.
"Bihun goreng! Terus janjinya mau bikin tahu isi. Kapan?" Tagih Nina.
Saya hanya nyengir sambil garuk-garuk kepala, karena lagi-lagi berhenti di wacana. Padahal saya sudah punya wortel dan kol yang dirajang, di kulkas juga ada sekotak tahu. Hmm... mungkin besok, pikir saya. Sekarang saya akan membuat bihun goreng saja dulu, lalu ke kolam renang supaya bisa stretching punggung dan duduk di jacuzi agar punggung saya dipijat semprotan air panas. Mudah-mudahan punggung saya akan membaik. Sesudah itu saya akan ke stadion karena saya punya 2 tiket untuk nonton pertandingan perdana Colorado State University lawan Washington State University. Kalo ini toidak akan berakhir dengan wacana karena saya memang sudah rencanakan sejak berminggu-minggu yang lalu hahahaha
Foto credit: blog.planview.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31