AES 852 Life Lesson

A million Miles Away, bukan lagu rock, saya malah baru tahu ada lagu yang berjudul ini dan begitu saya coba mainkan, bukan selera saya. Yang saya maksud adalah sebuah film yang siang tadi saya tonton bertiga bersama Nina dan Kano. Hati-hati, ini spoiler alert! Film yang sangat inspirasional, sebuah kisah nyata yang dialami oleh seorang imigran asal Mexico bernama Jose M Hernandez yang mempunyai cita-cita sangat tinggi dan selama 30 tahun berusaha mewujudkannya.
Jose merupakan anak dari seorang pekerja perkebunan, seorang anak yang sangat cerdas tapi tidak beruntung karena lahir dari keluarga pekerja kasar perkebunan yang berpindah-pindah. Ayahnya berusaha menabung untuk membangun rumah di mexico hingga suatu waktu seorang guru melihat potensi yang dimiliki oleh Jose dan menjumpai ayahnya. Guru tersebut mengatakan bahwa jika mereka terus berpindah-pindah maka potensi Jose tidak akan pernah berkembang. Akhirnya mereka menetap dan Jose berhasil menyelesaikan studinya menjadi seorang insinyur.
Cita-cita dia sejak kecil adalah menjadi astronaut. Sejak dia lulus menjadi insinyur, setiap tahun Jose melamar untuk terlibat di program NASA. Setiap tahun selama entah berapa tahun dia ditolak. Belasan kali dia melamar belasan kali juga dia ditolak. Ada 5 hal yang menjadi pelajaran hidup dari film tersebut:
- Find your goal
- Know how far away you are
- Draw a road map
- In you don't know, learn.
- When you think you've made it, you probably have to work harder
Jose akhirnya menjadi salah seorang imigran yang berhasil ke luar angkasa. Sebuah pejalaran hidup yang luar biasa.
Gambaran saya tentang film itu paling hanya dapat menggambarkan 1% saja dari hal yang luar biasa itu. Yang saya justru sangat tertarik adalah pengorbanan dari orang tua untuk keberhasilan anak-anaknya.
Pernah tahu kisah Spartacus? Ini jadi cerita yang selalu disebut-sebut oleh ayah saya. Spartacus adalah seorang budak yang kemudian menjadi gladiator. Dia berusaha seumur hidupnya melepaskan diri dan keluarganya dari belenggu perbudakan hingga pada akhirnya dia rela mengorbankan dirinya, membiarkan kematian merengut demi melihat istri dan bayinya dibebaskan dari perbudakan. Sebuah kisah yang juga sangat inspirasional.
Tugas orang tua memang sangat mulia, pada saatnya mereka rela mengorbankan apa saja demi keberhasilan anak-anaknya. Orang tua Jose dan Spartacus merupakan 2 contoh dari milyaran orang tua lain yang bersedia berjuang dan rela menghadapi segala macam risiko demi keberhasilan anaknya. Pertanyaan saya, khusus untuk para orang tua, apakah kita juga begitu? Saya yakin para orang tua dapat dengan mudah menjawabnya.
Foto credit: Quora.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
AES 1575 Tisu Gulung
Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…
joefelus00
AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta
Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…
joefelus31