AES 858 Good News

"I told you that I wasn't letting you get away that easy. Lol." Kata boss saya lewat pesan melalui teams kemarin ketika saya mengabari bahwa dokumen yang dibutuhkan untuk kembali kerja akan segera saya peroleh.
Malam hari semakin banyak orang yang mengucapkan selamat bahwa "penderitaan" saya akan segera berakhir. Ternyata lumayan banyak juga teman-teman yang berharap saya akan bisa segera kembali bekerja. Dari kantor saya, dari unitnya Kano dan juga dari Bakeshop. Itu belum termasuk boss saya dan atasan boss saya yang menganggap berita yang saya informasikan kermarin itu sebagai berita baik. Memang itu berita baik, tapi untuk bisa kembali kerja, saya masih harus melalui beberapa proses dan kemungkinan akan membutuhkan 2 hingga 3 minggu. Ya sudah.
Sekarang saya memang sudah jauh lebih tenang, tidak seperti sebelum-sebelumnya. Tapi saya juga agak jengkel dengan kantor imigrasi karena ternyata ijin saya sudah disetujui belasan hari yang lalu tanpa diinformasikan. Ya, walaupun katanya Amerika adalah negeri adi daya, masyarakatnya banyak yang ngaco juga. Ingat saja cerita-cerita saya waktu berkunjung ke New Orlean, bagaimana pola kerja mereka. Pelayanan publik masih jauh dari sempurna dan banyak orang yang malas.
Kenapa saya jengkel? Sederhana saja, saya tidak suka berada dalam kondisi yang tidak menentu. Saya kira semua orang juga begitu. Seandainya ada berita baik, tentunya hampir semua orang berharap segera mengetahuinya daripada dibiarkan dalam gelap. Ketidakmenentuan itu hadir dalam hidup kita, dimana-mana dan hampir setiap waktu. Banyak alasannya, yang paling hebat misalnya pendemi yang terjadi di seluruh dunia, itu secara global, tapi ketidakmenentuan juga terjadi dalam kehidupan pribadi. Masalah finansial misalnya, kesehatan bahkan urusan pekerjaan yang sedang saya alami ini.
Manusia itu sangat wajar haus akan kepastian, akan keamanan serta kenyamanan. Siapa sih yang tidak mau hidup dengan aman? Siapa yang tidak mau hidup nyaman? Semua menginginkan itu. Kita juga butuh kepastian! Jika sudah tahu dengan pasti maka kita terhindar dari rasa khawatir dan takut. Bukan begitu?
Rasa kahwatir dan takut akan suatu ketidakpastian sering membuat kita begitu tertekan, merasa tidak mampu dan merasa khawatir akan masa depan. Hal tersebut menguras emosi dan menjebak kita dalam kondisi yang sangat rumit, kusut dan kekhawatiran akan hari esok yang sama sekali jauh dari kejelasan. Ini kondisi yang sama sekali tidak menyenangkan.
Setiap orang juga berbeda-beda toleransinya dalam menghadapi situasi yang rumit seperti ini. Ada orang yang senang mengambil risiko, ada orang yang menikmati cara hidup yang tidak menentu dan tidak terduga sementara sebagian orang lain begitu tertekan jika tidak tahu dengan apa yang akan terjadi di hadapan kita. Itu saya sadari betul dan saya bukan tipe orang yang senang berada dalam ketidakjelasan. Dari berbagai pengalaman di masa lalu, saya selalu mengejar hingga berbuah titik terang. Itu sebabnya jauh-jauh hari saya sudah berhubungan dengan boss saya. Walau sudah diberi kepastian bahwa pada saatnya saya akan bisa kembali ke posisi semula, tetap saja masih ada kekhawatiran karena dalam hidup ini semua orang selalu memiliki pertanyaan: What if. Kenapa begitu? Ya seperti saya ungkap tadi, karena ada ketidakpastian! Tapi satu hal yang selalu membantu saja menghadapi itu semua yaitu confidence! Kok bisa? Karena kita harus selalu menyadari bahwa sebagaimana sulitnya kondisi kita, betapa tidak ada harapannya dalam hidup, selalu ada cara untuk dapat menghadapinya. Tidak selalu mudah, seringkali berliku-liku, menuntut energi dan usaha keras, tapi selalu ada. Sekali lagi, badai pasti berlalu atau ingat saja peribahasa ini: Life isn't about waiting for the storm to pass, it's about learning how to dance in the rain. Jangan kita terus menerus mengutuk dan menanti badai berlalu, tapi hidup itu adalah belajar bagaimana menari dalam hujan.
foto credit: thirdage.com
Komentar (1)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1579 10 Tahun
Entah sudah berapa kali saya menulis untuk diri sendiri sebuah pertanyaan yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, atau mungkin hanya sekedar bertanya-tanya saja, atau hanya sekedar memuaskan rasa ingin tahu.Pertanyaannya sederhana, "Seperti apa saya 10 tahun lagi." Dah, itu aja!Kalau di…
joefelus00
AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
