AtomicEssay

AES 868 You Are Your Choice

joefeluspenulis arsip2

Katanya kebanyakan dari kita seringkali membuat keputusan berdasarkan faktor kenyamanan. Banyak keputusan-keputusan yang sebenarnya sangat baik untuk jangka panjang tidak kita ambil karena misalnya menghindari situasi yang lebih sulit yang akan dihadapi jika kita ambil. Alasannya sering hanya sederhana: Ah itu mah nanti saja, yang mudah saja dahulu. Masih banyak waktu kok. Betul begitu bukan?

Ini obrolan saya yang ke seribu di blog pribadi. Seharian berusaha memikirkan suatu yang istimewa untuk didiskusikan tapi sudah beberapa hari terakhir memang pkiran saya sulit diajak mendiskusikan suatu yang berisi. Kalau alasannya karena akhir pekan juga menurut saya sangat mengada-ada, sebab sudah hampir 2 bulan saya tidak mempunyai pekerjaan yang serius. Ya, mungkin kebetulan saja sedang ada masalah untuk memfokuskan diri ke hal-hal yang serius.

Kembali keobrolan tentang membuat keputusan. Ada yang berkata bahwa you are your choice, maksudnya seperti apa diri kita itu dapat dilihat dari berbagai keputusan yang kita ambil. Pemalas akan memilih hal yang mudah-mudah, orang yang ambisius cenderung memilih hal yang luar biasa karena ingin berhasil dengan gemilang. Orang yang mencintai ketenangan, suka damai seringkali membuat keputusan yang netral, tidak suka konfrontasi dan lain sebagainya.

Banyak orang mengatakan bahwa kita mempunyai kebebasan dalam hal mengambil keputusan. Tapi pada kenyataannya kita sediri tidak benar-benar sadar dengan inti dari pengertian kebebasan sendiri. Misalnya membuat keputusan pakaian yang akan kita pakai hari ini, bukan karena semata-mata keinginan kita untuk memakai pakaian itu, tapi justru kita memikirkan apa yang orang lain akan perhatikan dari kita. Jadi dalam kaitannya dengan hal ini, kita tidak benar-benar bebas memilih, melainkan dikusasi oleh pandangan orang lain. Makanan misalnya, seringkali kita memilih makanan yang "aman" di mata rekan-rekan di kantor. Mau membawa bekal jengkol tapi malu dikomentari rekan-rekan kantor. Dan banyak lagi. Jadi keputusan yang kita ambil bukan karena kebebasan, tapi lebih karena mempertimbangkan bagaimana orang lain nanti beraksi atas keputusan yang kita ambil. Kita hanya memiliki ilusi akan kebebasan itu sendiri. Mungkin lebih pada hasrat daripada keinginan bebas.

Hidup itu hanya sekali dan pendek. Jika kita sadar akan itu, kita seharusnya tidak membuang-buang waktu dikendalikan oleh orang lain. Kita menulis cerita kehidupan kita sendiri, bukan orang lain yang memaksakan kita untuk menjalani kehidupan sesuai dengan yang mereka kehendaki, bukan itu. Bagaimana kita ingin menjalani hidup ini, apa akhir dari cerita kehidupan kita nanti, itu semua yang harusnya kita tulis. Nah untuk itu kita harus bisa selalu mampu membuat keutusan-keputusan yang bijak. Bagaimana kalau salah mengambil keputusan? Ya itulah warna-warni dari kehidupan, jatuh bangun, benar-salah, berhasil dan gagal adalah cerita yang bisa kita tulis dalam menjalani kehidupan. Untuk itu kita harus berani menjadi diri sendiri.

foto credit: andersonleadershipsolutions.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31