AtomicEssay

AES 885 Mojo

joefeluspenulis arsip2

Well, saya pernah cerita bahwa kita seringkali lebih memfokuskan pikiran dan pandangan kita ke hal-hal yang lebih negatif sebagai sebuah mekanisme untuk survival. Kita juga mengalami banyak kesulitan ketika harus menemukan hal-hal positif yang kita miliki.

Kalau ingin bukti, coba saja kita berlatih membuat daftar hal-hal negatif yang kita miliki lalu sesudah itu membuat daftar hal-hal positif. Saya jamin daftar hal-hal negatif akan jauh lebih panjang daripada hal-hal positif. Itu juga saya saksikan sendiri ketika dulu mendampingi anak-anak didik ketika melakukan refleksi dalam upaya menemukan dan mengenal diri. Itu hal yang wajar. Tapi jika kita bisa menemukan banyak hal-hal positif lalu berusaha mengembangkannya semaksimal mungkin maka kita akan menjadi manusia yang jauh lebih matang dan berkualitas.

Mengapa saya ngobol soal ini? Ya, berawal dari sulitnya saya akhir-akhir ini menemukan topik obrolan. Memang setidak-tidaknya selama 2 minggu terakhir ini saya kurang sehat bahkan akhirnya malah saya terjangkit Covid. Lalu terlintas untuk ngobrol tentang mojo, istilah yang biasa digunakan untuk menggambarkan kekuatan, kehebatan atau pengaruh seseorang terhadap orang lain atau hal yang dia lakukan.

Setiap orang memang memiliki mojo masing-masing, entah sadar atau tidak. Semakin menyadari mojo mereka, maka semakin baik karena dengan demikian kekuatan yang mereka miliki akan dapat semakin dikembangkan. Tapi apakah dengan mudah kita bisa mengakui? Aneh ya bahwa seringkali justru kita berusaha menghindar untuk mengakui kehebatan sendiri. Ada rambu-rambu yang diciptakan dalam kehidupan sosial yang seringkali menghalangi kita untuk melakukan itu. Menjadi rendah hati, misalnya. Itu hal yang baik tapi juga seringkali menjadi penghambat bagi kita untuk mengakui kehebatan yang kita miliki.

Baiklah, saya akan berhenti dengan omong kosong ini. Alasan mengapa saya mengangkat mojo sebagai topik obrolan, sebenarnya adalah karena saya akhir-akhir ini kehilangan mojo dalam menulis. Faktor kelelahan, kesehatan, pengalaman keseharian, kesulitan hidup dan sebagainya mungkin menjadi penyumbang terbesar dalm masalah ini. Tapi kalau dipikir-pikir itu semua juga bisa menjadi salah satu sumber peningkatan mojo. Nah bingung bukan? Hahaha Ini akan jadi bahan permenungan.

Foto credit: wockhardthospitals.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31