AtomicEssay

AES 890 MRI, CT Scan, Dll

joefeluspenulis arsip2

Saya duduk di sudut ruangan ER. Jam dinding menunjukkan pukul 9 lewat 37 menit. Ini akan menjadi malam yang panjang. Perut terasa lapar karena belum menyentuh makanan sejak siang tadi. Hari ini hampir semua waktu saya dihabiskan di 3 rumah sakit.

Kemarin  malam saya hampir tidak tidur. Nina merasa kesakitan di perut bagian atas di bagian bawah dadanya. Saya sebetulnya sudah mengusulkan untuk ke unit gawat darurat, atau kalau di sini dikenal dengan ER. Entah sudah berapa kali saya ke ER, untuk Nina saja setidak-tidaknya sudah hampir 10x sejak saya mengenal dia. Kano juga sudah beberapa kali. Sementara seingat saya, saya sendiri hanya 1 kali, itupun dulu sekali, ketika masih kuliah. Eniwei, kami pikir Nina ada masalah dengan maag atau gas karena beberapa hari yang lalu baru saja colonoscopy. Kami pikir ada gas yang terperangkap di bagian perut atas. Nina kesakitan sepanjang malam sehingga kami berdua hampir tidak tidur.

Paginya saya bawa nina ke Rumah sakit kampus. Dari pukul 7:30 hingga siang hari kami di sana. Para dokter agak bingung sebab tidak menemukan informasi yang jelas. Nina periksa darah, di x-ray, tidak terlihat ada masalah. Ada kecurigaan terjadi infeksi dari hasil test darah. Kami akhirnya pulang sesudah diberi beberapa hal yang harus dilakukan. 

Menjelang sore ada telepon masuk, Nina disuruh ke rumah sakit kedua untuk CT Scan. sepertinya dokter mencurigai sesuatu. Saya berangkat bersama Nina, sekitar 1 jam lebih kami disana karena lagi-lagi harus test darah lalu CT scan. kemudian kami pulang.

Malam hari ada telepon lagi masuk. Hasil CT scan menunjukkan Nina memiliki batu empedu. Hmm... Bingung saya, beberapa tahun yang lalu empedu Nina sudah diangkat, ternyata sekarang ada batu lagi. Dokter menyuruh kami ke ER untuk dimonitor dan operasi pengangkatan batu empedu. 

Kami tiba di ER menjelang pukul 9. Sebelumnya saya mampir ke tempat kerja Kano untuk memberitahu agar dia pulang diantar temannya. Tiba di ER langsung infus, test darah lagi, EKG karena terlihat detak jantung lumayan cepat, lalu MRI. Waduh!

Wah Nin, coba bayangkan kalau semua ini kita lakukan di Indonesia, bisa-bisa harus jual rumah!" Kata saya bergurau. Bayangkan saja, test darah 3 kali, X-Ray, EKG, CT Scan, MRI. Entah apa lagi. Pokoknya semua test dijalankan dan CT Scan serta MRI itu sama sekali tidak murah. Coba juga tambahkan dengan operasj ganti lutut lalu operasi pengangkatan batu empedu. Semua diborong!

Satu hal yang selalu membuat saya tidak khawatir selama tinggal di Amerika adalah security, terutama jika dikaitkan dengan kesehatan sebab kita bisa masuk ke rumah sakit manapun tanpa akan pernah ditolak atau dimintai uang! Tidak sama sekali. Yang penting dirawat dahulu, nyawa dulu baru urusan pembayaran belakangan. Selalu begitu. Jadi hari ini ketika saya membawa Nina ke 3 rumah sakit, saya tidak pusing atau khawatir karena hingga saat ini belum ada permintaan untuk membayar sama sekali. Tentu saja nanti ada perhitungan segala macam, tapi karena jatah membayar Nina sudah habis gara-gara operasi lutut kemarin, kemungkinan sekarang semuanya akan gratis. Keren ya? Hahahaha..  Ya kita lihat saja nanti. Kami masih menunggu kabar dari dokter bedah. Kelihatannya Nina akan dipindahkan ke rumah sakit ke-4 untuk menjalani operasi besok pagi.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31