AtomicEssay

AES 909 Potong Rambut

joefeluspenulis arsip2

Orang-orang biasanya mengira bahwa hidup di rantau, terutama jika jauh dari tanah air itu sangat menyenangkan. Ada benarnya dan juga ada tidaknya. Benarnya adalah banyak pengalaman yang bisa diperoleh, seperti misalnya perubahan musim jika tinggal di tempat yang memiliki 4 musim. Sangat jauh berbeda dibandingkan dengan di daerah tropis. Makanan dan budaya, ini juga menjadi daya tarik tersendiri untuk dipelajari dan dapat dijadikan upaya untuk memperkaya pengalaman hidup. Itu baru beberapa contoh saja.

Nah, saya katakan bahwa itu juga tidak benar karena banyak juga yang jika dibandingkan dengan tanah air, di rantau itu jauh lebih sulit. Misalnya karena di Amerika tenaga manusia itu mahal, maka segala sesuatu harus dilakukan sendiri. Jika ada yang memiliki asisten rumah tangga, itu hanya ada di film, atau orang Indonesia yang berkecukupan yang tinggal di rantau sambil mengajak nanny, misalnya. Ada itu! Dan buat orang-orang lokal di sini memang terlihat luar biasa sebab mungkin lebih dari 90 persen penduduk di sini tidak memiliki kemewahan itu. Jadi jangan heran kalau melihat sepasang suami istri yang memiliki lebih dari 1 anak, saling berbagi tugas ketika berada di luar rumah. Di Indonesia merupakan hal yang tidak mengherankan jika sepasang suami istri memiliki beberapa orang anak tapi mereka bisa berjalan lenggang kangkung sambil ngobrol atau melihat HP, sebab anak-anak mereka ada yang mengasuh. Teman-teman bisa lihat di mall misalnya, ini pemandangan yang biasa! Di Amerika selama saya tinggal di sini tidak pernah melihat hal semacam itu.

Banyak teman-teman menanyakan apa yang saya kangeni selama tinggal di rantau. Oh banyak! Salah satu contoh yang paling sederhana adalah cukur rambut! Hahaha.. Loh kok begitu? Memang! Dulu waktu saya inggal di Hawaii dan ketika berlibur pulang kampung, yang pertama saya lakukan selain makan adalah pergi ke salon untuk cukur rambut. Nah di Indonesia itu sangat amat murah dan merupakan kegiatan yang sangat mewah jika dibandingkan dengan di Amerika. Loh kok bisa? Kalau tidak percaya, saya ceritakan. Ini situasi 20 tahunan yang lalu. Ketika saya pulang ke Bandung saya langsung cream bath, cuci dan potong rambut. Bayangkan, saya dipijat, rambut dicuci, kemudian kepala dipijat sampai terkantuk katuk bahkan tertidur lalu dicukur saat itu tidak lebih dari 100 ribu (bahkan kalau pilih yang murah dibawah 50 ribu juga banyak, saat itu loh 20 tahun lalu), sementara waktu di Hawaii jika potong rambut yang paling murah saja sudah $14. (140 ribu dengan kurs saat itu $1 = 10 ribu) Nah cukur di sini saya duduk langsung pake pisau cukur elektrik selama 15 menit, selesai! Tidak ada cuci rambut, tidak ada pijat memijat. Bahkan saya harus langsung pulang karena leher gatal-gatal terkena potongan rambut. Hidup di Indonesia itu sangat mewah!

Jadi mohon jangan ditertawakan jika saya kangen duduk manis di salon setengah tidur ketika rambut dicuci dengan air hangat. Merasakan kepala dipijat ketika diberi shampoo saja rasanya nikmat tiada tara. Di sini saya duduk paling banter kepala disemprot air dari botol semprotan! Itu kalau tukang cukurnya agak profesional dan pandai menggunakan gunting. Jika tidak ya pakai pisau elektrik. Nah pertanyaannya, bagaimana sekarang? Huahahaha... mahal sekali! Ini kelas tukang cukur yang paling murah di Fort Collins sudah seharga lebih dari $22, belum termasuk tips. Tips merupakan "kewajiban". Jangan harap mendapat senyuman ketika kembali ke tempat cucur jika mereka ingat kita tidak memberi tips sebelumnya! Bahkan "mungkin" saja dibuat tidak rapih hahaha.. Ini mungkin loh karena saya termasuknya seorang good tippers, karena saya tahu perjuangan para pekerja kelas bawah. Tips sangat mereka harapkan untuk menjalani hidup.

Mengapa saya bicara tentang cukur? Sudah sekian bulan saya memanfaatkan cukur gratis, yaitu istri saya. Alasannya karena saya tidak mampu bayar. Jika saya cukur maka harus membayar $22 lalu ditambah tips misalnya $5, maka saya harus mengeluarkan hampir $30 sambil harus segera pulang dan mandi karena gatal-gatal hahaha.. Nah untuk lebih menghemat, menjelang akhir tahun biasanya di tempat cukur langganan, yang merupakan usaha waralaba yang tersebar di seluruh negeri, menjual gift card dengan harga miring, lumayan ada potongan hampir $5 setiap kali potong rambut. Hanya saja kami harus membeli sekaligus. Maksudnya 1 kartu bisa untuk 20 kali potong. Jadi bayangkan, harga miring di kota kami adalah $17.99 dikali 10 saja sudah $180 ditambah tax! Terasa sekali jika langsung membeli 10x. Sahabat saya cukur beberapa kali sebulan. Masih tetap sangat mahal. Nah sahabat saya, punya tempat langganan, saya juga pernah ke sana. Yang memotong rambut kami itu kelahiran Korea, sangat sabar, sangat rapih dan juga ramah. Kami senang ke sana. Beberapa waktu yang lalu dia pernah bertanya:

"Do you mind driving about 45 minutes?"

"Of course if it is worth it." Jawab sahabat saya.

"If you go to Cheyenne in Wyoming, they sell the card for $11.99!" Katanya.

Sahabat saya kemarin langsung kirim WA dan bertanya apakah saya mau menemani ke Wyoming. Ini adalah state bersebelahan dengan Colorado. Kota kami memang agak dekat dengan perbatasan state atau jika di tanah air dekat perbatasan provinsi. Jadi kami harus mengemudi ke provinsi lain untuk beli kartu yang dapat digunakan dimanapun. Bayangkan bedanya sekitar $6 dollar dengan harga kartu di Fort Collins. Atau bandingan dengan harga resmi $22, sementara kartu di Wyoming harganya hanya $11.99. hampir 50%. Jelas dong kami dengan senang hati ke sana untuk membeli.

Tiba di Cheyenne, kami langsung memborong! Teman saya beli 4 kartu. 3 kartu masing-masing diisi 20x dan kartu ke 4 diisi 10. Total 70x. Total lebih dari $800. Terdengar mahal ya? Tapi bandingkan jika beli kartu di Fort Collins seharga $17.99, maka sahabat saya hemat $420! Sekarang bandngkan lagi jika tidak membeli kartu, maka cukur setahun 70x$22 maka berapa totalnya? $1540. Bandingkan dengan $800-an. Hemat banyak bukan? Nah, jadi tidak percuma kami harus mengendarai kendaraan sejauh 74km hanya untuk membeli kartu cukur! Ada-ada saja ya? Hahahaha..

Foto credit: dissolve.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31