AES 914 Thanksgiving Day

Di sosial media teman-teman saya ramai mengunggah ucapan selamat hari Thanksgiving, menampilkan makanan yang mereka santap dan makanan yang mereka masak. Kebanyakan turkey tapi ada sekelompok teman saya, ibu-ibu dan bapak-bapak asal Indonesia menyiapkan bebek goreng hahaha.. Loh semua memang sah-sah saja, lagian sebetulnya orang-orang Indonesia tidak merayakan hari raya ini, tapi jika kita ingin ikutan mengungkapkan rasa syukur atas tahun ini, kenapa tidak?
Apa yang saya lakukan hari ini? Hampir tidak ada. Pagi hari saya hanya duduk di depan televisi menyaksikan parade tahunan yang biasa dilakukan di 34th Street New York yang biasanya disponsori oleh jaringan supermarket besar di Amerika. Orang Amerika memang aneh, mereka mempertahankan tradisi walau jika dipikir-pikir jaman sekarang sudah agak usang. Misalnya parade Thanksgiving, merek menampilkan balon-balon raksasa, dari balon McDonald, Snoopy, Hingga Minion hahahaha. Balon semacam itu khan sekarang sudah mulai tidak diminati, tapi ya namanya tradisi, mereka berusaha terus mempertahankan itu.
Salah satu alasan mengapa saya menonton acara parade itu adalah karena Pentatonix, kelompok penyanyi acapella yang saya gemari akan tampil di parade itu. Jadi itu yang saya tunggu-tunggu walau ternyata mereka hanya tampil beberapa menit saja.
Sesudah acara Parade itu Nina dan saya keluar rumah sebentar untuk membeli beberapa hal, karena katanya nanti malam hingga hari Sabtu akan turun salju dan katanya besok suhu akan sangat dingin hingga -15 derajat Celcius. Saya nanti harus menyiapkan pakaian yang hangat karena saya dan Kano besok akan bekerja.
Kota tampak sepi, tidak ada matahari dan suasana sangat kelabu dan dingin. Supermarket yang kami tuju ternyata tutup, sama seperti kebanyakan toko-toko lain. Ini salah satu hari libur besar, hari mudik nasional jadi memang Fort Collins yang merupakan kota "mahasiswa" menjadi sepi karena puluhan ribu mahasiswa pulang ke kota masing-masing ke rumah orang tuanya.
Kami akhirnya pulang. Tahun ini saya juga tidak menyiapkan apa-apa. Tahun lalu juga kami tidak ikut-ikutan pesta. Biasanya saya masak, saya ingat 3 tahun lalu saya membuat prime ribs, tahun-tahun sebelumnya saya memanggag turkey dengan style berbeda-beda. Yang pertama saya membuat yang tradisional, turkey, gravy, mashed potato, green beans dan sebagainya. Dua tahun berikutnya saya mengisi rongga turkey dengan ketan, jadi rasanya seperti bacang hahaha.. Ini saya tiru dari kebiasaan Host Family saya di Hawaii yang keturunan Jepang. Jadi ketan dimasak bersama jamur shitake dan sebagainya. Enak sekali! Oleh sebab itu saya tiru. Tahun berikutnya saya membuat dengan gaya korea, menggunakan Gochujang, lalu side dishnya saya membuat kimchi dari timun, toge dengan minyak wijen dan sebagainya, mirip dengan side dish kalau pergi ke restoran Korea. Semuanya berhasil dan saya senang menyiapkannya. Tahun ini? Saya tidak berbuat apa-apa karena sakit.
Ketika hampir semua keluarga di Amerika duduk berkumpul dengan keluarga, makan turkey, saya hanya duduk di depan TV, maka sayur asam dan goreng tempe, itu juga tidak habis karena cegukan saya bertambah parah dan saya terus menerus terbatuk-batuk hingga suara saya mulai hilang. Ya situasi menuntut saya untuk tidak melakukan apa-apa, tapi tidak apa. Saya masih tetap bersyukur bahwa masih mengalami satu kali lagi Thanksgiving bersama Kano. Saya masih menikmati liburan musim Gugur, dan nanti menikmati Natal dan liburan musim dingin serta pergatian tahun, lengkap bersama keluarga. Ini buat saya sudah merupakan hal yang luar biasa. Bayangkan jika sesuai dengan rencana sebelumnya kami pulang beberapa bulan lalu, suasanyanya tentu tidak akan se-membahagiakan seperti sekarang ini walau saya masih dalam kondisi kurang sehat. Masih ada yang bisa disyukuri bukan? Ya, hari ini saya ikutan mengucapkan banyak rasa terima kasih atas banyak hal. Ini hari yang baik untuk melakukan itu.
Foto credit: rd.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11