AtomicEssay

AES 928 Use Your Mistakes

joefeluspenulis arsip2

Siang tadi saya merasa kedinginan di kantor. Tadinya saya pikir karena kurang sehat, ternyata teman-teman saya juga merasakan hal yang sama.Saya sudah memakai boots, tapi tetap kaki terasa dingin dan saya begitu tidak sabar menunggu pukul 4 sore untuk pulang. Di luar padahal udara begitu hangat walau katanya malam nanti suhu akan drop dan badai akan datang, Jumat katanya akan turun salju walau tidak terlalu tebal.

Sambil menunggu waktu pulang yang terasa begitu lama, iseng saya membuka internet dan tiba-tiba saya membaca sebuah pidato yang dilakukan oleh Bapa Paus. Wah kata-katanya begitu sejuk dan mencerahkan.

"Use your mistakes with the serenity of the sculptor. Use pain to tune into pleasure. Use obstacles to open the windows of intelligence. Never give up.. Above all, never give up on the people who love you. Never give up on happiness, because life is an amazing show."

Saya begitu tersentuh dengan kutipan di atas sehingga berusaha mendalami artinya lalu berusaha mencari informasi tambahan di internet yang kemudian saya diberi tahu bahwa artikel yang saya baca dan pidato yang saya kutip itu ternyata bukan dilakukan oleh Bapak Paus, tapi ternyata diungkapkan oleh seorang sastrawan bernama Fernando Pessoa dari Portugis "Palco de Vida" yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Saya tidak mempermasalahkan siapa yang mengungkapkan itu, Paus atau sastrawan Portugis. Buat saya tidak terlalu penting. Yang bagi saya justru lebih penting adalah inti dari ungkapan itu yang menganjurkan menggunakan banyak hal untuk mewujudkan kebahagiaan. Dikatakan bahwa jika saya membuat kesalahan, mulai lagi! Karena itu maka saya akan jatuh cinta pada kehidupan. Dalam hidup, akan terungkap bahwa kebahagiaan bukan berarti memiliki kehidupan yang sempurna, tetapi kita mengunakan air mata untuk membuka pintu ketabahan, penerimaan dan daya tahan. Kekalahan dan kegagalan digunakan untuk mempertebal kesabaran.

Nah sekarang coba renungkan betapa dalamnya ungkapan itu? Saya tidak boleh takut akan kegagalan, tidak perlu khawatir membuat kesalahan, bahkan sudah sebaiknya merangkul kesedihan, karena semua itu merupakan awal daripada kebahagiaan. Kita akan lebih mencintai dan menghargai kehidupan bila memanfaatkan segala bentuk kegagalan, kesalahan, kekalahan dan kesedihan, karena dengan demikian kita membuka banyak kesempatan untuk melihat kehidupan sebagai sesuatu yang sangat bernilai.

Foto credit: displaynote.com

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31