AtomicEssay

AES 931 Hadiah Natal

joefeluspenulis arsip3

Saya seringkali bertanya-tanya mengapa orang mempunyai kebiasaan memberi hadiah ketika merayakan Natal. Untuk seru-seruan? Agar perayaannya meriah? atau untuk apa?

Saya sendiri sejak kecil tidak mempunyai kebiasaan itu. Mungkin saja alasannya karena ketika saya kecil keluarga kami bukan keluarga yang mampu. Jadi hadiah Natal itu bukan merupakan hal yang penting. Apakah saya iri pada teman-teman yang mendapat hadiah Natal? Seingat saya sih biasa-biasa saja. Saya tidak pernah mengharapkan apa-apa di masa-masa merayakan Natal. Buat saya yang seru justru persiapannya. Jaman kecil saya sering membantu ayah saya di gereja untuk membuat hiasan dan sebagainya. Kebetulan sekolah juga libur sehingag saya bisa bebas "bermain' sambil membantu menghias. Kegiatan yang saya sangat nikmati. Hingga dewasa juga begitu, saya senang menjadi sukarela, itu menjadi bagian dari tradisi kegiatan menjelang Natal. Itu bahkan saya terus lakukan hingga ketika tinggal di Hawaii.

Nah kembali ke topik semula. Mengapa orang-orang mempunyai kebiasan memberi hadiah? Bahkan di kantor saya pun sering melakukan itu. Iseng say cari tahu di internet. Lalu muncul asalannya, katanya itu meniru yang dilakukan oleh 3 raja ketika memberikan 3 macam hadiah untuk Yesus berupa Emas, Kemenyan dan Mur. Nah konon katanya tradisi itu kemudian dilanjutkan hingga sekarang dengan saling mmberi hadiah. Entah betul atau tidak, tapi itu informasi yang saya peroleh.

Kegiatan ini memang dimanfaatkan oleh para pedagang, tentunya dengan mengiming-ngimingi harga yang miring karena diberi diskon. Kotak surat email saya penuh dengan tawaran semacam itu, puluhan setiap harinya. Dari produsen pakaian, parfum, alat masak, alat elektronik hingga makanan dan mainan kucing! Saya sampai capek setiap hari harus membersihkan kotak surat. Ada saja cara mereka untuk berpromosi, misalnya dengan membebaskan biaya pengiriman, diskon hingga 70%, dan banyak lagi. Saya selalu mengatakan pada Kano dan ibunya, jika ingin menghemat uang, jangan belanja. Dengan tidak belanja maka kita dapat diskon 100%, begitu kata saya hahaha..

Apakah saya anti hadiah? Tidak juga. Saya memberi hadiah untuk sekedar seru-seru saja. Apalagi hari Natal juga merupakan hari ulang tahun Nina, istri saya. Jadi ya hanya sebagai penanda bahwa Natal itu adalah hari istimewa, saya juga suka memberikan hadiah, tentu saja sesua dengan kemampuan, bahkan jika saya tidak mampu ya tidak ada hadiah sama sekali. Keluarga pasti mengerti.

Apakah saya sudah menyiapkan hadiah tahun ini? Sudah! Untuk sahabat saya, saya memberi mainan kucing, tempat tidur kucing yang memiliki lorong. Hadiah itu juga saya siapkan untuk boss saya yang juga penggemar kucing? Untuk Kano? hahaha.. saya memesan 5 kontainer berisi Nastar! Kano memang selalu tergila-gila pada nastar, 1 kontainer bisa habis haya dalam hitungan hari. Jadi saya pesan 5! Untuk Nina apa? Nah ini yang lucu. Hadiahnya merupakan sesuatu yang lucu, sangat lucu! Tapi saya tidak akan sebutkan di sini karena takut dia baca esai saya lalu tidak jadi kejutan lagi! Hahahah..

Foto credit: AARP.org

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 1576 Time Lapse

Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…

joefelus11
AtomicEssay

AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, ya…

joefelus00
AtomicEssay

AES 1574 Keindahan, Bahasa Semesta

Seorang komposer asal Hungaria yang bernama György Kurtág pernah berkata: “Consciously, I am certainly an atheist. But if I look at Bach, I cannot be an atheist.” Akhir-akhir ini saya sedang terpukau dengan keindahan dan sedang berusaha mengenali seluk-beluknya. Kemarin saya menulis tentang menemuk…

joefelus31