AES 951 Refleksi Akhir Tahun 5: Thankful

"Some people are always grumbling because roses have thorns; I am thankful that thorns have roses." - Alphonse Karr
Kapan kita mengucap syukur dan berterima kasih dalam hidup? Biasanya pada saat segala sesuatu dalam keadaan baik, bukan? Memang pada saat segala sesuatu berjalan dengan mudah, lancar dan mulus, kita lebih mudah bersyukur. Ketika kita dalam keadaan berbahagia dan senang, kita dengan mudah bersyukur. Tapi pada kenyataannya kita lebih sering lupa. Pada saat senang kita lalai bersyukur karena terlalu sibuk menikmati segala kesuksesan yang kita rasakan. Tidak jarang malah kita lupa bersujud. Tapi ketika kita sedang mengalami banyak tantangan, sedang kesulitan dan terjepit berbagai masalah, kita langsung lebih tekun berdoa. Hahaha.. Begitu bukan? Mungkin pada saat kita dalam situasi menyenangkan, kita bersyukur dalam hati, mengucapkan terima kasih, tapi intensitasnya tidak sekhusuk jika sedang dirundung masalah. Apalagi jika kita sedang mengharapkan sesuatu. Jujur ya, kapan kita berdoa novena, misalnya. Saat kita sedang bahagia dan tidak membutuhkan apa-apa? Tidak. Kita berdia Novena ketika kita menginginkan sesuatu, membutuhkan sesuatu dan pada saat kita membutuhkan pertolongan!
Tidak jarang dalam hidup kita dihadapkan pada masa-masa yang sulit, masa berkabung, merasa kehilangan, jengkel dan sebagainya. Cobaan dalam hidup bukan tanpa alasan. Semesta memiliki rencana untuk segala sesuatu bahkan ketika dalam keadaan yang tidak menguntungkan. Dalam kondisi yang buruk, kita masih tetap dapat melihat kebaikannya. Mungkin pada saat itu kita tidak mampu melihat dengan jelas, tapi semesta memiliki gambaran yang jauh lebih besar yang mungkin baru akan kita ketahui kemudian. Cobaan hidup adalah kesempatan bagi kita untuk berkembang, untuk menjadi kuat dan matang.
Ilustrasi sederhana. Kita mengeluh sesudah berolahraga bahwa badan kita pegal-pegal dan sakit. Padahal jika kita faham bagaimana tubuh manusia bekerja, pada saat itu tubuh kita sedang memperbaiki sel-sel otot kita dengan masa dan ukuran yang kualitasnya lebih baik. Semakin banyak tubuh kita ditempa dalam berolahraga, semakin otot-otot tubuh kita berkembang dan menjadi semakin baik. Jika kita ibaratkan cobaan dalam hidup dengan ilustrasi barusan, maka segala bentuk cobaan dalam hidup merupakan bagian dari proses "perbaikan", proses berkembangnya kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan matang. Kita harus bersyukur bahwa tubuh kita pegal-pegal sesudah berolahraga karena itu berarti kita berproses dengan benar, nah demikian juga dengan hidup, kita harus bersyukur banyak diberi cobaan karena itu berarti kita berada di jalur yang tepat. Karena apa? Karena cobaan pada hakekatnya merupakan blessing in disguise!
"Sometimes we must hurt in order to know, fall in order to grow, lose in order to gain, because most of life's greatest lessons are learned through pain!"
Menjelang berakhirnya tahun 2023. Saya ingin memfokuskan diri untuk bersyukur dan berterimakasih bahwa telah diberi banyak kesempatan untuk berkembang melalui saat-saat yang sulit. Tahun 2024 saya ingin berusaha lebih banyak bersyukur daripada mengeluh, karena seperti saya ungkapkan barusan, semua itu terjadi karena saya berada di jalur yang benar!
Foto credit: Pinterest.com
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1578 Katakan Tidak!
"Hmm.. bahkan mengucapkan kata "tidak" saja butuh ketrampilan!" kata saya dalam hati.Pertentangan di dalam pikiran saya terus menerus berkecamuk. Kalau ingin mudah, sebetulnya saya tinggal menjawab "ya", hanya saja itu berarti saya sedang menunda-nunda untuk menghadapi hal yang sulit. Jika menjawab…
joefelus10
AES 1577 Seandainya Masih Seperti Dulu
Jalan raya walaupun agak gelap, masih dapat memantulkan cahaya dari penerangan ala kadarnya. Hujan yang turun tadi sore membuat udara lumayan sejuk dan memberikan sedikit efek pantulan cahaya di aspal yang masih menyisakan sedikit genangan-genangan air. Sudah lumayan lama saya tidak mengendarai sep…
joefelus20
AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11