AtomicEssay

AES0006 JEDAG SEBESAR TELUR

Gilangfhjpenulis arsip2

Pertama-tama, tervalidasi lagi kegaptekanku, jadi begini, fungsi tombol "back" yang ada di kanan bawah layar hpku itu untuk bisa menghilangkan semua tulisan yang sudah aku tulis di kolom ini, bukan untuk "next" menerbitkanya, hmmm, baik, ulangi lagi. 

Seperti "dipasangkan" antara aku dan anak-ku. Akunya ngga bisa lepas pandangan dari dia dan dianya juga memang belum bisa mengontrol penuh postur dan geraknya. 

Sore itu dia dan sepupu-sepupunya sedang bermain "fisik" di atas kasur. Sebetulnya sudah lama aku berlatih untuk menginjinkannya dan memang betul semua baik-baik saja. Hingga sore itu terdengar suara, JEDAG, seperti suara benda keras terjatuh dari ketinggian ke lantai, disusul suara tangisan kencang dia (suara biasanya juga emang kenceng sih) hhheu. Sedetik dua detik aku bengong dulu, saking banyaknya emosi yang perlu diredakan saat itu. Lalu akhirnya aku bisa beranjak dan menolong dia, memeriksanya selengkap mungkin dan setenang mungkin. Selanjutnya ya dia aku gendong terus seakan belum mengijinkan lagi dia bergerak sedikitpun.

Sebetulnya setiap kali dia terjatuh, sesaat aku pasti kehilangan kepercayan pada dia dan lingkungan dimana dia terjatuh (padahal teu nyambung nya hahaha). Mungkin kurang lebih begini juga ya persaan pengasuhku dulu ketika aku kecil. Saat usia taman kanak-kanak aku mencicipi jatuh dengan dijahit hingga 3x di waktu yang berbeda-beda. Belum lagi jatuh dari ayunan saat melambung tinggi, jatuh dari wastafel saat mau mandi di wastafel, jatuh saat memanjat pagar rumah, dst heuheuheu. 

Cerita tentang dulu, saat menikah aku sudah merencanakan untuk membentuk keluarga besar agar ramai. Aku ingin punya anak 11 dan aku utarakan ke abah, juga tentunya hanya abah yang bisa berpikir realistis diantara kami berdua, menolaknya hingga tak jarang kami berantem jadinya hahaha. Saat sudah punya anak dan aku terlahir menjadi orang tua, pikiran dan perasaanku menjadi tidak sepraktis dulu, sepertinya sudah jauh berbeda hehehe. Dengan kemampuanku, sepertinya sekarang cukup 1 anak saja deh bah, peace Abah hehehe. 

Komentar (4)

Lovendria

Terkadang kita harus masuk ke situasi dulu, baru bisa belajar dengan benar. Semoga cepat sembuh jedugnya.

Andy Sutioso

Jadi teringat waktu anak saya masih kecil seusia Paka. @rico sempat punya benjol sebesar telur karena terjatuh dari atas kursi. Aktif banget, badan dan pikirannya.

Asep Ramdan

Memang anak dan benjol sepertinya teman dekat, 2 anak saya juga begitu, beberapa kali ada momen-momen benjol tidak terduga, hehe seru tulisannya. Hatur nuhun

Gilangfhj

Bersyukur kakak-kakak sharing pengalamannya, nambah-nambah hormon anti cemas, hatur nuhun :D.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 012 : Cerita Ngobras #5

Ngobras 5 dengan tema "Ekspektasi" ini cukup bikin terkejut bahagia karena walaupun agak lebih pede bakal lebih rame (karena temanya cukup luas dan seru), ternyata yang hadir malah banyak, di luar ekspektasi! Memang lebih asik ketika ga ngarep apa2 terus terkejut bahagia ga sih? Hihihi.. Di Ngobras…

Lei60
AtomicEssay

AES#047 Ekspektasi atau Kontrol?

Ngobras#5 adalah Ngobras perdana yang membawakan topik khusus terkait parenting dan hidup berkesadaran di setiap sesinya. Di sesi yang diadakan tanggal 5 Februari 2026 ini, topiknya adalah tentang ekspektasi dalam pengasuhan. Topik ini dipilih oleh lebih banyak orangtua di WAG Ngobras (belum gabung…

Murdeani40
AtomicEssay

AES#041 Perjalanan Mandiri Sebagai Orang Tua

Hari Jumat beberapa waktu yang lalu kelasnya Boni mengadakan perjalanan mandiri ke rumah narasumber masing-masing untuk mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan di Jawa. Ini dalam rangka persiapan Perjalanan Besar ke Jawa Tengah yang akan diselenggarakan bulan Februari yang akan datang. Perjalana…

Murdeani72