AES001 Pecah(in) Telor Firda

Selalu ada pertama kali untuk semua orang, katanya.
Hari ini tahun lalu, adalah hari pertama saya masuk kantor lagi setelah maternity leave si bungsu, Kian.
Hari ini, saat ini, pertama kalinya saya menulis di AES, pertama kalinya (lagi) menulis di blog, setalah 4 tahun (wow lama juga ya). Itupun blognya ditulis lagi karena kebetulan saya dapat job untuk paid review Vitamin D HEHEHE
Kalau boleh jujur, tulisan ini juga terpantik dari mention Kak Andy, deadline yang sudah lewat dari Sanya, dan initial meeting Feslit TP21 2025 kemarin. Saya jadi refleksi, mungkin dalam hidup kita memang perlu didorong, ditunggu, dipaksa, atau dinantikan. Ah, suka deh sama kata dinantikan. Tidak hanya jadi movitasi, juga memvalidasi seolah kehadiran kita penting dan berharga. Dorongan-dorongan dalam hidup itu, yang pernah saya baca, terbagi jadi 2 kategori, yaitu fear & hope. Ketakutan dan Harapan.
Dinantikan dan ditunggu itu terdengar lebih menyenangkan karena mengandung pengharapan.
Sementara didorong atau dipaksa itu mungkin lebih terasa muatan paksaannya.
Lalu kemarin, saya juga lihat konten dari Edward Suhadi, salah satu akun yang sangat inspiratif, mengutip quotes, kalau tidak salah dari Nelson Mandela. Bunyinya: Semoga keputusan-keputusanmu adalah hasil dari harapan-harapanmu, bukan ketakutan-ketakutanmu.
"May your choices reflect your hopes, not your fears"
Semoga setahun kembalinya saya bekerja, kini menjadi ibu bekerja untuk dua, tidak lagi satu anak, adalah pilihan yang dibuat dengan penuh harap, bukan dalam rangka lari dari ketakutan. Semoga tulisan ini juga dibuat dalam rangka mengabadikan harapan, bukan menghindari ketakutan.
Ditulis tanpa revisi 10 menit sebelum weekly meeting. Harap maklum kalau loncat-loncat ya.
Komentar (7)
https://ririungan.semipalar.sch.id/kak-andy/blog/3520/aes35…
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES016 Bandung Kota Autopilot (?)
Saya tersenyum sendiri menulis judulnya. Banyak seliweran kalimat tersebut akhir-akhir ini, terutama kemarin setelah konvoi pasca kemenangan Persib melawan Persija di Samarinda. Katanya Bandung ini sebegitu terbengkalainya sampai jalanan gelap, transum tidak ada, trotoar tidak ramah pejalan kaki, b…

AES015 It Takes Two to Tango
AES015 It Takes Two to Tango Sewaktu ramai beberapa pekan lalu saat seorang public figur, penyanyi dan juga podcaster dijuluki Duta Persahabatan, di usia mudanya berpulang setelah sakit lama, publik menyoroti betapa ramah, extrovert dan melimpahnya energi dan cinta yang ia miliki sehingga punya ban…

AES014 Satuan Waktu Warga Bandung
Ketika menulis judul blog ini jujur saya tersenyum kecil. Karena bisa jadi tidak semua orang setuju tapi rasanya warga Bandung akan relate. Saya sangat ingat bahasan mengenai waktu kerap menari-nari di kepala dan selalu lupa saya tulis. Kali ini saya tidak lupa. Terpantik dari pertandingan basket y…



