AtomicEssay

AES#001 Survival vs Thriving (1)

Murdeanipenulis arsip2

Tanpa sadar kita dalam aktivitas sehari-hari selalu berada dalam survival mode (mode bertahan). Ini sangat wajar sih, karena narasi selama kita bertumbuh pun selalu mengacu ke mode ini. Dunia kita dibentuk dengan cara seperti ini. Kita diajari untuk berjuang, berlomba, dan ngga pernah merasa cukup. Dasarnya dibangun dari rasa takut: takut tertinggal, FOMO, takut gagal, takut ngga dianggap, takut kehabisan, takut ngga kebagian. Ini adalah kesadaran kolektif kita.

Tapi sebenarnya ada satu dunia lagi yang bisa kita jalani. Dunia ini nggak berada di tempat yang berbeda, tapi yang membedakan adalah ‘state of being’nya, frekuensinya. Dunia yang ini mengingatkan kita untuk hadir, mendengar, dan menjadi cukup sejak awal. Dasarnya dibangun dari cinta: cinta pada hidup, pada jeda, pada diri kita sendiri. Di dunia yang ini, kita boleh hadir apa adanya, dan tetap berharga.

Di dunia pertama, kita belajar untuk sibuk, dikejar target, peran, dan ekspektasi yang ngga pernah ada habisnya. Di dunia kedua, kita belajar untuk hening, untuk mengenali ritme kita sendiri, dan mempercayainya.

Di dunia pertama, kita diajak untuk menyesali masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan. Di dunia kedua, kita diajak untuk menemukan keutuhan di sini, saat ini, bahkan dalam hal-hal kecil.

Yang satu terasa berat, tapi familiar. Yang satu terasa ringan, tapi belum biasa.

Mungkin kita sudah lama hidup di dunia pertama: mode bertahan/survival. Tapi di kedalaman, kita tahu bahwa kita ngga diciptakan cuma untuk bertahan.

Kita ada untuk berkembang, bukan cuma bertahan. Untuk merasakan hidup mengalir, untuk membuka diri pada kelimpahan yang sudah ada di sekitar kita.

---

Bersambung ke bagian 2: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7628/aes002-survival-vs-thriving-2

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES#047 Ekspektasi atau Kontrol?

Ngobras#5 adalah Ngobras perdana yang membawakan topik khusus terkait parenting dan hidup berkesadaran di setiap sesinya. Di sesi yang diadakan tanggal 5 Februari 2026 ini, topiknya adalah tentang ekspektasi dalam pengasuhan. Topik ini dipilih oleh lebih banyak orangtua di WAG Ngobras (belum gabung…

Murdeani40
AtomicEssay

AES#039 Kumaha Ngke

Dari dulu, ibuku selalu menanamkan petuah yang berasal dari turun temurun: “Tong sok kumaha ngke, tapi ngke kumaha?” (Jangan suka ‘gimana nanti’, tapi ‘nanti gimana?’). Niatnya memang baik sih petuah ini. Orang tua ingin anaknya tidak menyepelekan apa yang akan terjadi, tapi sebaiknya memiliki pers…

Murdeani34
AtomicEssay

AES#024 Perlukah Melenyapkan Ego?

Kadang bagi pejalan spiritual ego dianggap sebagai musuh kesadaran yang harus dilenyapkan. Banyak dari kita yang meniti jalan kesadaran merasa bersalah dan berseteru dengan ego. Namun sebenarnya yang ingin melenyapkan ego... adalah ego itu sendiri. Akhirnya terjadi looping: semakin kita berupaya me…

Murdeani11