AtomicEssay

AES0016 Kampanye Pendidikan Holistik: Pasar Seken dan Cita2 Pulihkan Bumi

Naufalpenulis arsip2

Tulisan ini ditulis berawal dari perasaan saya selama mengamati singkat pasar seken, acara yang diinisiasi coop-smipa yang hanya bisa saya amati (sambil lewat) karena tidak sempat (sedang jam kegiatan).


Rumah belajar semi palar kembali menggelar pasar seken, inisiasi tim smipa & orangtua para anggota coop. Pakaian, sepatu, dsb hadir dipajang di bak pasir yang disulap tim mujaer dan tim coop menjadi stand pasar tumpah ala-ala, berlangsung pada saat jam kegiatan anak2. Pasar seken jadi salah satu fitur menarik yang dimiliki Smipa sebagai lembaga pendidikan, bukan sekadar karena "pasar" atau "seken"-nya. Soal pasar, pasar seken bukan yang satu-satunya tapi ada pasar ramadhan, festival literasi, hingga musik sore. Dan soal seken, pertukaran-perpanjangan usia barang seken juga ada di lomba 17an kakak, di mana hadiahnya sebagian besar adalah barang preloved dari kakak untuk kakak. Jadi pasar seken memang membawa esensi yang sedikit lebih dalam. Ini soal konsumerisme yang sedang coba dikelola agar dampak terhadap buminya dapat diminimalisasi, bahkan 0 dampak yang merusak. Yaitu dengan cara memperpanjang-usia barang yang ada, menunda membeli yang baru dan ajakan untuk memilih memperbaiki selama bisa. Nah, dalam konteks pasar seken warga Smipa diajak untuk memeriksa, adakah di rumahnya menumpuk barang layak pakai? Kalau ada ajakannya supaya itu dikeluarkan, dijual ke warga smipa lain yang mungkin butuh dengan barang tsb. Sederhana.

Menunda membeli, berarti mengurangi produksi. Mengurangi produksi berarti menghemat SDA, berarti mengurangi limbah, berarti juga menghentikan pengrusakan bumi. Lho, terus hubungannya sama sekolah apa? Justru ini wujud pendidikan, pasar seken jadi media untuk menyambung upaya dan menghidupkan ruang pertukaran energi antar personal tentang cita-cita pulihkan bumi. Yang, bukan cuma dirembeskan ke anak di dalam kelas dan pada setiap kegiatan, tetapi dihidupi, dibadanan kalau bahasa Sunda-nya mah, oleh kita, sebagai orang dewasa, warga di rumah belajar ini. Babarengan.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES270 Ekonomi vs Ekologi

Malam ini mau menulis tentang dua hal yang di peradaban modern ini jadi pertentangan. Berangkat dari paradigma bahwa manusia hidup di bumi ini sebagai makhluk yang hirarkinya tertinggi dan memandang segala sesuatu lainnya sebagai sumber daya. Bahkan manusia-pun dipandang sebagai sumber daya. Karena…

Andy Sutioso10
AtomicEssay

AES242 Awet

Orang-orang yang kenal saya cukup dekat, pasti hafal, saya sering bergurau soal pemakaian barang. Kalau ada barang yang rusak (walaupun sudah lama pemakaiannya), saya suka berujar, "kok ga awet ya barangnya". Walaupun mungkin sudah panjang umur barangnya. Salah satu contohnya, layar proyektor yang…

Andy Sutioso20
AtomicEssay

AES952 Lagi tentang Udunan

Entah kenapa kata Udunan ini sedang kerap sekali muncul dalam pikiranku, akhir-akhir ini. Dan ya siang tadi sempat berbincang dengan beberapa rekan tentang Udunan ini. Semakin didalami, konsep Udunan ini semakin memikat hati. Lebih jauh, Udunan ini sepertinya bisa jadi salah satu kata kunci tentang…

Andy Sutioso01