AtomicEssay

AES002 Music Review: Cat Stevens - Father and Son

maulrestpenulis arsip2

“Song with two perspectives in it. I was in the son's position when I decided to venture away from home. I've never been so wrong to think that I won't miss my parents just because I wasn't really close with them at that time.”

Udah Bahasa Inggrisnya cukup satu paragraf aja hehe, ini pun saya ambil dari ulasan singkat yang saya pernah tuliskan di salah satu platform media sosial berlogo burung biru. Cukup membutuhkan energi ekstra untuk menulis dengan bahasa asing yang saya pelajari, mengingat bahasa ibu saya adalah B. Indonesia, second language-nya Bahasa Sunda, maka Bahasa Inggris menjadi bahasa asing (foreign language) bagi saya. Mana ini ulasannya? Ko malah curhat tentang bahasa, mohon tunggu di paragraf selanjutnya.

Lagu ini pertama kali saya dengarkan ketika merantau ke Sulawesi dan menonton film Guardians of the Galaxy Vol. 2 yang tidak saya sangka-sangka ternyata tema utamanya adalah tentang ayah. Lagu ini terus memutari waktu di mana kita bisa berpindah-pindah posisi di beberapa perspektif berbeda: sebagai anak, sebagai ayah, bahkan sebagai ayah dan anak.

Sekitar 52 tahun lalu musisi bernama Steven Demetre Georgiou yang lebih dikenal dengan nama panggung Cat Stevens menulis sebuah lagu lintas waktu berjudul Father and Son. Kenapa bisa disebut lintas waktu? Karena ia yang masih berstatus lajang saat itu berani-beraninya menulis lagu dari dua perspektif seakan-akan seorang ayah sedang saling beradu argumen dengan anaknya.

Eyang Stevens sempat sangat tenar, bahkan ada yang mengklaim pada zamannya dia bisa dibilang “one-man Beatles”. Tentu klaim ini bisa jadi berlebihan apalagi datangnya dari kolom komentar youtube hehe. Namun di tengah ketenaran yang ia miliki, tiba-tiba ia alami pengalaman spiritual di mana ia hampir tenggelam lalu berjanji jika ia diselamatkan maka ia akan mulai mengabdikan hidupnya untuk Tuhan.

Pada akhirnya ia selamat dan mau menepati janjinya. Ketika pada masanya banyak anak muda mengalami perjalanan spiritual seperti George Harrison, Cat Stevens pun mulai menjalaninya. Anehnya, ia malah memilih agama Islam yang cukup tidak populer. Apalagi dari banyaknya aliran Islam, ia lebih memilih salah satu aliran yang cukup puritan dan keras. Sampai-sampai ia memilih berhenti bermain musik dan meninggalkan ketenarannya.

Di tahun 2003, Cat Stevens yang sudah berganti nama menjadi Yusuf Islam dan sempat menjalani kehidupan kontroversial penuh pernyataan keras, mulai berdamai dengan dirinya sendiri dan mencoba memainkan kembali gitar yang dibawakan oleh anaknya. Dengan nama panggung baru Yusuf/Cat Stevens di tahun 2020 ia melakukan hal yang sangat fenomenal: Berduet dengan dirinya sendiri.

Ia merekam lagu di mana di bagian awal ia nyanyikan dengan suara tuanya sekarang dan di bagian chorus ia gunakan rekaman suaranya ketika muda. Seakan-akan dirinya yang tua ini melintasi zaman untuk menasehati dirinya di masa lalu yang sedang sangat impulsif dalam mencari arti hidup.

"His life is like a full circle. 2014 Rock & Roll Hall of Famer who doesn't drink, doesn't smoke, and only sleeps with his wife, which is strangely and outrageously… rock & roll!"

[jrEmbed module="jrYouTube" youtube_id="B_H5XuIb5WM"]

Komentar (2)

Andy Sutioso

Wah esai ke dua kak Maul nih... saya tagarkan musik ya. Nuhun pisan ceritanya - saya baru tau sejarahnya Cat Stevens dari esai ini.

maulrest

Mangga Kak Andy. Sawangsulna, semoga cukup akurat juga berdasarkan apa yang saya baca dan tonton tentang sejarahnya hehe.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES010 Misteriusnya Musik Sore

Musik itu misterius. Kadang bisa membuat orang senang & energik namun tidak jarang juga menyanyat hati pendengarnya. Bisa jadi musik itu sesuatu yang holistik. Musik yang rumit dan membutuhkan waktu panjang untuk mempelajarinya bisa membuat kita berdecak kagum, tapi tidak jarang juga musik sede…

maulrest122
AtomicEssay

AES005 Music Review: Sigur Rós - Hoppípolla

"One part of the lyrics translated into English as 'the whole world is a blur, but you are standing'. This is one of my favorite romantic lines. The last part of the lyrics shows that children are the strongest in this life." Pertama kali tahu Sigur Rós dari tulisan seseorang yang bilang dia merind…

maulrest40
AtomicEssay

AES881 The Living Years : Bicara Lintas Generasi

Karena sedang banyak membicarakan tentang generasi, saya ingin menempatkan lagu ini di Ririungan. Lagu lawas yang dibawakan oleh grup musik Mike & The Mechanics. Judulnya The Living Years. Lagu yang masih kerap saya putar di playlist saya. Beberapa waktu lalu di tengah kemacetan lalu lintas, la…

Andy Sutioso10