AES003 Tidak Ada Yang Kebetulan

Sebuah twit di timeline saya berbunyi kurang lebih, "Wajah kita adalah gabungan dari banyaknya pasangan yang saling jatuh cinta". Mungkin jumlahnya puluhan, ratusan, atau ribuan. Adanya Saka, adalah buah dari cinta saya dan Bangkit, yang juga lahir dari cinta kedua orang tua kami. Begitu seterusnya sampai bermula dari adanya Adam dan Hawa.
Sebuah kalimat yang mengembalikan ingatan saya pada Taki-Taki TP21 kemarin, yang disampaikan Kak Andy. Tentang Big Bang, terbentuknya bumi, punahnya hewan purba, kemudian kehidupan kita sekarang ini, berkumpul menjadi keluarga Semi Palar. Semuanya tidak ada yang kebetulan. Semuanya ada untuk sebuah maksud.
Kalau dirunut, keputusan saya memasukkan Saka ke Semi Palar (yang alhamdulillahnya berjodoh sehingga diterima), bermula dari kesukaan saya membaca Stories teman-teman di IG, yang membuat saya membaca cerita Sanya saat mencari sekolah SD untuk Seira. Jika dirunut lagi, Sanya ini adalah teman saya di SMP dulu, yang (alhamdulillahnya lagi) masih betah berteman dengan saya di IG, melihat postingan random sampai curhat panjang lebar di IGS.
Jika saja saat itu saya tidak mengikuti saran Ibu untuk masuk SMP tersebut (dan diterima), saya tidak akan kenal dengan Sanya, dan mungkin tidak akan tahu Semi Palar. Semuanya tentu bukan kebetulan. Keputusan saya memasukkan Saka ke Semi Palar juga ternyata buah dari keputusan-keputusan yang diambil jauh, jauhhhh sebelum ini. Bisa begitu ya? Unik sekali hidup dan perputaran peristiwa sehari-hari ini.
Meski sudah tertulis dalam Alquran bahwa tiada satu daun pun jatuh tanpa kehendak Allah. Namun dengan merefleksikan apa yang telah dilalui, saya semakin yakin bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua yang terjadi ada maksudnya, dan tentu, ada hikmah yang bisa didapat. Seringnya, hikmah tersebut datang di saat kita sudah menerima dan berserah, setelah mengupayakan apa yang bisa kita usahakan. Selamat hari Jumat!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES016 Bandung Kota Autopilot (?)
Saya tersenyum sendiri menulis judulnya. Banyak seliweran kalimat tersebut akhir-akhir ini, terutama kemarin setelah konvoi pasca kemenangan Persib melawan Persija di Samarinda. Katanya Bandung ini sebegitu terbengkalainya sampai jalanan gelap, transum tidak ada, trotoar tidak ramah pejalan kaki, b…

AES015 It Takes Two to Tango
AES015 It Takes Two to Tango Sewaktu ramai beberapa pekan lalu saat seorang public figur, penyanyi dan juga podcaster dijuluki Duta Persahabatan, di usia mudanya berpulang setelah sakit lama, publik menyoroti betapa ramah, extrovert dan melimpahnya energi dan cinta yang ia miliki sehingga punya ban…

AES014 Satuan Waktu Warga Bandung
Ketika menulis judul blog ini jujur saya tersenyum kecil. Karena bisa jadi tidak semua orang setuju tapi rasanya warga Bandung akan relate. Saya sangat ingat bahasan mengenai waktu kerap menari-nari di kepala dan selalu lupa saya tulis. Kali ini saya tidak lupa. Terpantik dari pertandingan basket y…
