AtomicEssay

AES#004 Benang Luka, Benang Cinta

Murdeanipenulis arsip2

Dulu waktu aku remaja pernah mikir gini… Kenapa ya rasanya waktu masih kecil tuh kerasa disayang bgt sama orangtua, tapi semakin aku bertambah besar, orangtua kayaknya berubah.

Ya aku ngerti, mereka ngga mungkin ngga sayang anak-anaknya. Tapi mereka jadi lebih suka ngomel-ngomel, marah-marah… banyak ngatur, suka ngontrol, ini gak boleh itu gak boleh. Mereka selalu bilang ini buat kebaikanku sih. Dan ujungnya selalu kembali ke ayat-ayat.

Paling kerasa itu ketika aku sadar kok ketika di luar kami bersama orang lain rasanya mereka lebih loving, tapi pas udah di rumah atau kembali cuma ada kita, atmosfernya lsg berubah. Kembali lagi ke setelan awal.

Setelah aku dewasa dan jadi orangtua, aku sering merenungkan ini. Tentu saja muncul dalam diriku keinginan untuk nggak berbuat hal yang sama. Aku ingin anak-anakku merasakan bahwa mereka disayang tanpa syarat, kapan pun di manapun. Terutama di rumah. Agak sulit karena memang ternyata di rumah itu kita gak perlu pakai topeng, dan kita jadi apa adanya. Dan yang apa adanya itu, seringkali memang sudah terdistorsi oleh pengalaman dan luka-luka kita sendiri.

Semakin aku ingin berbeda dengan orangtuaku, semakin aku menjadi seperti mereka. Karena tanpa aku menyadari dan menyembuhkan luka-lukaku sendiri, program bawah sadar yang bekerja. Otomatis. Dan aku pun jadi paham, kenapa orangtuaku seperti itu dulu. Ya, mereka pun membawa luka-lukanya sendiri. Maka kesadaran menjadi sangat penting. Karena anak-anak tidak butuh orangtua sempurna, mereka butuh orangtua yang hadir, sadar, dan terus bertumbuh

Di tulisan-tulisanku berikutnya, mungkin aku akan selalu berbicara dengan benang merah kesadaran ini untuk banyak topik, at least yang dekat dengan aku. Bukan sebagai yang paling tahu, tapi sebagai teman seperjalanan. Mudah-mudahan bisa konsisten hehe…

---

Post berikutnya: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7667/aes005-lima-lapis-kesadaran-1

Post sebelumnya: https://ririungan.semipalar.sch.id/murdeani/blog/7629/aes003-hidup-berdampingan-dengan-sesar-lembang-menghargai-karakter-alam-dan-meningkatkan-kesadaran-kolektif

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES#047 Ekspektasi atau Kontrol?

Ngobras#5 adalah Ngobras perdana yang membawakan topik khusus terkait parenting dan hidup berkesadaran di setiap sesinya. Di sesi yang diadakan tanggal 5 Februari 2026 ini, topiknya adalah tentang ekspektasi dalam pengasuhan. Topik ini dipilih oleh lebih banyak orangtua di WAG Ngobras (belum gabung…

Murdeani40
AtomicEssay

AES#046 Ngobras Yuk...

Sewaktu kak Andy menginisiasi forum untuk orangtua yang diberi nama Ngobras, aku sangat menyambut baik. Selaras dengan tema besar TP 21 ini yakni spiritualitas, menurutku parenting adalah salah satu praktiknya. Mungkin banyak dari kita yang ketika mendengar kata spiritualitas, yang muncul di kepala…

Murdeani60
AtomicEssay

AES#045 Membumikan Kesadaran

Bagi mereka yang sedang atau telah lama mengenal ranah spiritual, pasti sudah familiar dengan istilah “kesadaran”. Meskipun kadang masih ada saja miskom tentang istilah ini, namun rata2 paham apa yang ditunjuk olehnya. Namun bagi yang masih awam sama sekali, atau tidak tertarik dengan ranah spiritu…

Murdeani30