AtomicEssay

AES004 Ing Madyo Mangun Karso

maulrestpenulis arsip2

Ada dua kata kunci dari semboyan Ki Hadjar Dewantara ini: tengah dan semangat. Saya rasa sangat unik untuk memasangkan kata semangat dengan posisi tengah, padahal biasanya yang memberi semangat itu ada di pinggir lapangan, belakang layar, ataupun di depan panggung.

Posisi tengah ini mengingatkan saya pada filosofi pendidikan critical pedagogy yang dicetuskan Paulo Freire dan cukup tergambarkan di buku Pedagogy of the Oppressed. Sebuah filosofi yang mempercayai bahwa pendidikan bisa menjadi jalan untuk menghapus penindasan atau ketidakadilan seperti rasisme. Dalam buku ini disebutkan proses pembelajaran sebaiknya bukanlah dari guru untuk murid (from A to B) ataupun dari murid untuk guru (from B to A), melainkan oleh guru bersama murid (A with B).

Memberikan semangat di tengah-tengah murid tentu akan cukup sulit dikarenakan guru harus bisa cair berbaur dengan murid namun tidak melupakan fungsi peran. Ada saatnya guru menjadi teman bagi murid untuk mendengarkan keluh kesah, namun ada juga saatnya murid menghargai guru ketika memfasilitasi pembelajaran. Jangan sampai murid meremehkan guru ataupun sebaliknya guru meremehkan murid dikarenakan tidak menjalankan fungsi peran.

Lalu bagaimana guru bisa mempunyai kepekaan untuk berganti peran ini? Sepertinya buku The Teenage Edge dari Ted Warren bisa memberikan salah satu solusinya. Guru harus memiliki Sense of Self yang akan sangat berguna untuk merefleksikan diri sekaligus menjadi lebih peka dalam merasakan apa yang murid rasakan.

Uniknya untuk berdiri di tengah dan menyemangati murid, nampaknya guru harus memahami dirinya sendiri dulu dan bisa menjadi teladan yang baik (Ing ngarso sung tulodo). Setelah sang guru bisa memahami dan menghayati makna semboyan Ki Hadjar Dewantara yang pertama, maka dia akan bisa berpindah posisi dari depan (sebagai teladan) ke tengah untuk menyemangati murid. Ing Madyo Mangun Karso.

Komentar (2)

Andy Sutioso

Bagus esainya kak Maul.

maulrest

Hatur nuhun, Kak Andy.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES040 Mana kisah dari Cibanteng belum ada nih di Ririungan

Beberapa waktu lalu saya mendapat pesan WA dari Kak Andy berisi: "Mana kisah dari Cibanteng belum ada nih di Ririungan "Sebuah pengingat yang sangat tepat sasaran karena sudah lama sekali saya tidak menulis padahal sedang dalam sebuah perjalanan yang kaya akan bumbu untuk diracik menjadi banyak cer…

maulrest20
AtomicEssay

AES024 Sumba dan Sulawesi

Hari ini saya dan teman-teman kakak KPB berkesempatan mendengarkan cerita dari Kak Andy tentang Sumba. Banyak hal menarik yang mengaduk emosi karena seperti cerita-cerita dari tempat tertinggal lainnya, Sumba layaknya koin dengan dua sisi. Sisi pertama adalah semua hal miris di mana tempat terpenci…

maulrest22
AtomicEssay

AES007 Tut Wuri Handayani

Semboyan paling terakhir dari tiga rangkaian kalimat Ki Hadjar Dewantara ini sebetulnya memunculkan sedikit misteri. Apa bedanya memberikan dorongan di belakang dengan memberikan semangat di tengah? Sepertinya kita akan cukup kesulitan untuk membedakan kedua hal ini karena merasa sudah melakukan sa…

maulrest70