AES005 Mencoba Melepas Kemelekatan

Melekat lalu melepaskan begitulah prosesnya. Seperti halnya bernafas kita menarik dan melepaskan. Terkadang dalam hidup, saya terlalu melekat akan sesuatu hal entah itu barang ataupun perasaan. Ketika ada perasaan sangat ingin memiliki akan suatu hal, saya seperti menggenggam dengan erat padahal itu belum tentu ditakdirkan untuk saya. Tulisan ini sudah saya tulis sejak Idul Adha kemarin tapi belum kunjung saya post disini ga tau kenapa, dan dua bulan kemarin ternyata tulisan ini membuat saya relate akan kejadian yang baru terjadi di hidup saya. Ibaratnya seperti ini saya baru mempunyai barang dan saya sangat senang punya barang ini, lalu saya rawat dan sayang-sayang. Akan tetapi ada sesuatu hal mendesak yang mengharuskan saya melepaskan barang ini. Ternyata tulisan yang saya tulis saat Idul Adha ditujukkan untuk diri saya sendiri. Melalui kejadian itu saya makin memaknai Idul Adha bukan hanya perayaan qurban, ternyata mengajarkan tentang hati yang rela, rela apa? Rela melepaskan perasaan kepemilikan apapun yang ada didunia. Karena pada dasarnya semua itu bukan sepenuhnya milik kita dan itu semua hanya titipan. Banyak hal yang saya rasa sudah menjadi milik saya dan ternyata harus saya ikhlaskan dan lepaskan. Mau kita memiliki harta yang banyak, jabatan yang tinggi, keluarga dan teman yang baik, sepenuhnya itu bukan milik kita. Maka dari itu kita selalu di uji dari apa yang kita cintai. Sebagai bentuk pengingat dari Tuhan kalau kita sudah terlalu mencintai dunia. Katanya apa yang hilang dari hidup kita akan digantikan dengan yang lebih baik, ada quotes yang sedang saya sukai saat ini,
"Apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku, dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku." Umar bin Khatab
Dan ini cukup menenangkan saya, dan mulai berhenti mencemaskan segala hal. Berusaha berdamai dengan diri sendiri dan keadaan, percaya bahwa takdir Tuhan itu baik. Seberapa luas ruang di hati kita, menerima bahwa hidup ga selalu sesuai maunya kita terkadang ada kekecewaan. Everything happens for a reason dan saya yakin ada hal baik yang bisa diambil, tergantung sisi mana yang kita lihat.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 1545 Berselancar
"Ati ati, Jo." Kata Nina di bawah yang langsung saya iyakan dari atas atap. Kemarin sore ada angin puting beliung menerbangkan banyak benda dari kampung belakang termasuk atap asbes bahkan genting sehingga ada beberapa genting di atas rumah saya pecah karena terhantam. Sebetulnya saya ingin meminta…
joefelus21
AES#041 Perjalanan Mandiri Sebagai Orang Tua
Hari Jumat beberapa waktu yang lalu kelasnya Boni mengadakan perjalanan mandiri ke rumah narasumber masing-masing untuk mempelajari lebih lanjut tentang kehidupan di Jawa. Ini dalam rangka persiapan Perjalanan Besar ke Jawa Tengah yang akan diselenggarakan bulan Februari yang akan datang. Perjalana…
Murdeani72AES 002 "Perjalanan Mandiri" Saat saya belajar melepas
Sabtu kemaren Leia melaksanakan salah satu kegiatan di semipalar yang menurut saya unik sekaligus cukup mengaduk-aduk perasaan, yaitu Perjalanan Mandiri. Di kegiatan ini anak-anak diminta untuk mengunjungi kerabat yang jarang mereka temuin sebagai bentuk silaturahmi dan latihan kemandirian. Yang bi…
ichaleia73
