AES007 Hidup Itu Pendek, Seni Itu Panjang

Hari ini, hari ketika tulisan ini dibuat, Kelompok Sampiung Kelas 7 SMP Semi Palar baru saja selesai menghelat proyek bertajuk Kesenian Keluarga. Tepatnya, proyek ini dihelat pada tanggal 2 sampai 3 Oktober 2024. Kesenian Keluarga merupakan proyek rangkaian penghujung tema pertama di kelas 7 pada tengah semester TP-20.
Mungkin secara konsep terdengar sederhana, Kesenian Keluarga mengajak teman-teman Kelompok Sampiung untuk berkarya bersama atau berkolaborasi dengan anggota keluarga mereka, sedangkan hasilnya akan dipresentasikan di depan kelas, di hadapan teman-teman lain serta beberapa orang tua dan kerabat. Namun, bagi saya, karya-karya seni yang ditampilkan jauh dari kata sederhana, barangkali "istimewa" adalah kata yang bisa mewakili perasaan saya.
Benar, di hadapan audiens dari berbagai kalangan, teman-teman Sampiung menampilkan karya-karya seni yang istimewa, dengan cara yang juga istimewa. Ada yang menampilkan karya berupa lukisan, gambar, lagu, foto, rajutan, tari, untaian benang, bahkan plating makanan. Tidak hanya menampilkan karya seni, teman-teman juga menjelaskan proses, kendala, filosofi, hingga refleksi dari karya yang mereka buat.
Saya senang sekali mendengar cerita di balik karya seni yang teman-teman tampilkan. Dari penuturan mereka, ada yang harus berdebat hebat dengan kolaborator ketika pembuatan seni, ada yang harus mengubah konsep awal, ada yang harus latihan hingga larut, ada yang kehabisan bahan, ada yang telat menangkap momen karena bangun kesiangan, dan lain-lain. Beberapa teman menyebut bahwa mereka kurang puas dengan hasilnya. Saya pikir, tentu saja berkarya adalah sebuah proses yang panjang, dan memang seharusnya begitu.
Dari sinilah saya teringat sebuah adagium berbahasa Latin, "vita brevis, ars longa", kalau diterjemahkan secara suka-suka, kira-kira berarti, "hidup itu pendek, seni itu panjang". Menekuni sebuah karya perlu waktu, bahkan waktu yang lebih panjang dari hidup kita sendiri. Perlu lebih dari seumur hidup dalam menguasai sebuah bidang. Maka dari itu, dalam berkesenian, sepatutnya kita tak usainya menjadi seorang pembelajar. Sedangkan, ketidakpuasan teman-teman atas hasil karyanya adalah bukti bahwa mereka betul-betul menjadi seorang pembelajar, sebuah proses yang amat dan teramat panjang.
Dari tulisan ini, saya juga ingin mengaitkan proses berkesenian yang panjang dengan persoalan yang sempat ramai diangkat di Ririungan, yakni persoalan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dalam karya seni. Kecerdasan buatan mungkin dapat meniru karya-karya berkaliber maestro seni, sehingga menciptakan produk-produk yang bagus. Produk bagus ini diperkuat dengan peranti-peranti yang kian hari-kian canggih. Namun satu hal penting yang tidak dapat ditiru, kecerdasan buatan tidak dapat menggantikan kisah ketika proses penciptaan karya seni dibuat oleh senimannya. Kecerdasan buatan tidak pernah berdebat, kehabisan bahan, kehabisan ide, bangun kesiangan, dan lain-lain. Padahal kisah-kisah tersebut merupakan bagian yang tak kalah penting dari sekadar hasil.
Seni bukan sekadar produk, tetapi juga proses. Proses yang amat panjang ini jauh melebihi rentang-panjang usia kita dalam hidup ini, karena memang, vita brevis, ars longa!
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES-06 - Proyek Kesenian Keluarga K7 Sampiung
Tema 1 Kelas Sampiung (nama kelas 7 anak pertama kami, Alfie) ini sangat menarik, di mana anak-anak diajak untuk menyelami diri. Neuleuman Kana Diri, nama temanya. Lebih dalam lagi, selain menyelami ke dalam diri, juga diajak menyelami untuk lebih dekat bersama keluarga dengan adanya Proyek Kesenia…

AES 1540 Sebuah Perayaan
Kenapa topik kematian menjadi sebuah hal yang paling jarang diperbincangkan dan menjadi semacam hal yang tabu? Saya tidak terlalu mengerti jika itu dikaitkan dengan semacam rambu-rambu dalam hubungan sosial, tapi jika saya menyelami pengalaman pribadi, terutama akhir-akhir ini saya sangat lekat dal…
joefelus40
AES882 Kita dan Realita di Dalam Pikiran Kita
Mengerikan... Saya buka tulisan ini dengan kata di sebelah ini... Secepat ini perkembangannya, secepat ini kerusakan bisa terjadi. Video di bawah ini muncul di timeline saya - segera saya telaah apa isinya. Ini salah satu kanal keren (Aperture) yang kajiannya, kontennya berbobot. Tentunya masih nya…
