AES007 Sang Hyang Embang

Disclaimer : Bila tulisan ini tidak sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan anda, maka jadikan ini hanya semacam cerita fiksi untuk menemani secangkir kopi.
Kesadaran Semesta, Tuhan, Sang Pencipta atau apapun labelnya itu, seperti keheningan dan kegelapan total yang menyelimuti jagat :
DIA menaungi segalanya. Baik dan buruk, positif dan negatif, cahaya dan kegelapan dan semua polaritas yang ada.
Inilah kenapa, Leluhur Nusantara menyebut Tuhan dengan sebutan Sang Hyang Embang, yang artinya : Dia Yang Takterdefinisikan, Dia Yang Takterlukiskan, Dia Yang Maha Hampa / Kosong / Suwung.
Melambangkan kekosongan absolut, keadaan sebelum alam semesta tercipta tanpa polaritas, yang tidak bisa dilukiskan dan didefinisikan oleh apapun
Realitas ini (yang lalu dilabeli oleh manusia dengan sebutan Tuhan, Sang Pencipta, dll) dipandang sebagai asal mula segala sesuatu, yaitu kekuatan yang tidak berbentuk, tidak dapat dilihat, tidak dapat didefinisikan, tetapi menjadi sumber dari semua wujud.
Konsep ini sejalan dengan gagasan Sunyata (kekosongan) dalam Buddhisme dan Tao dalam filsafat Tiongkok, Laisa kamitslihi syai’un dalam spiritual Islam, atau Void dalam filsafat mistik lain.
Sang Hyang Embang adalah sebutan Leluhur Nusantara untuk Realitas Tertinggi yang Maha Kosong namun Maha Ada—sumber dari segala ciptaan sekaligus tujuan akhir kesadaran. Ia bukan sekadar “kekosongan nihil”, tetapi kekosongan yang menjadi benih seluruh potensi realitas, tempat awal dan akhir segala wujud.
DIA adalah sesuatu yang tidak bisa definisikan dan dilukiskan, DIA hanya bisa dialami oleh pengalaman rasa. Serupa mengalami Keheningan dan Kegelapan yang langsung kita saksikan begitu kita menutup mata. Suatu bentuk pengalaman yang hanya bisa dialami oleh diri kita sendiri.
Itulah Sang Hyang Embang paling dekat yang bisa kita alami. Sungguh, DIA jauh lebih dekat dari urat leher kita sendiri
Itulah tempat pulang sejati kita. Yaitu pulang kedalam diri kita sendiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 35 - Usada Sunda Part 3 / Ilmu Pengobatan Berbasis Alam
Dari lebih 900 tanaman obat yang disebut dalam Usada Sunda, hanya sekitar 40-50 jenis yang saya gunakan, dan sejauh ini sangat terasa manfaatnya bagi kesehatan saya dan keluarga. Ijinkan kiranya saya berbagi sedikit tentang beberapa bahan alam yang paling umum digunakan dalam Usada Sunda. Tulisan i…

AES 34 - Perang Dalam Kacamata Spiritual Part 2
Ketika kesadaran memecah mengalami diriNYA menjadi segala sesuatu (Big Bang), salah satu pengalaman yang dialami NYA adalah dualitas maskulin dan feminim. Kedua jenis dualitas itu, terpolarisasi (memecah lagi) menjadi segala sesuatu yang berpasangan (bukan bertentangan), diantaranya adalah kedamaia…

AES33 - Perang Dalam Kacamata Spiritual - Part1
Di banyak ajaran spiritual di dunia, 3 kekuatan alam : penciptaan, pemeliharaan, dan penghancuran sama sama diagungkan dan dimuliakan. Ketiganya, yang disimbolkan dengan berbagai istilah : Tri Purusa, Tri Tunggal, dll dipahami sebagai manifestasi kesadaran semesta yang dibutuhkan agar kehidupan ter…