AES007 Tenang

Tadi sore aku terlelap saat menemani yang sedang mengerjakan tantangan. Rasanya ada yang salah sampai bisa terlelap begitu saja, mungkin badan ini terlalu lelah atau pikiranlah yang terlalu riuh? Dengan gontai aku mengambil posisi duduk dan memperhatikan R diantara kertas yang bertebaran disekitarnya. Secepat itu pula ingatanku melayang ke masa-masa kuliah dulu yang juga sering melakukan hal serupa. Kubiarkan pikiran itu menelusuri lorong-lorong ingatan, berpindah dari masa ke masa dan menertawai sejenak apa yang pernah menjadikan hari-hari dahulu terasa begitu ringan.
Nyeri di kepalaku masih terus berdenyut, aku mulai menyandarkan punggungku mencari posisi nyaman. Satu persatu hela nafas kurasa memberat, pasti semua karena aku begitu memaksakan diri beberapa minggu ke belakang hingga pola tidurku banyak berubah. Teringat obrolan dengan R yang pernah bertanya kenapa ia masih harus tidur minimal 9 jam? Dan ia merasakan sendiri efeknya saat jam tidurnya berkurang, menjadi lebih mudah ngomel atau gak fokus, begitu katanya. Aku tersenyum sendiri, merasakan hal yang lagi-lagi serupa karena menjadi lebih pelupa.
Malam ini kuputuskan untuk meninggalkan sejenak pekerjaan dapur, memilih duduk di teras ditemani semilir angin. Gesekan daun cemara memberi banyak ketenangan, Alhamdulillah. Mungkin aku sudah terlalu lama tidak membiarkan diriku berada dalam keheningan untuk hanya mendengar dan membiarkan semua datang begitu saja. Semakin lama semakin terasa diriku yang sedang rindu pada kesendirian. Tidak butuh waktu lama untuk menyadari hal itu hingga perlahan terasa keindahannya, ruang yang tidak satu orang pun bisa temukan kecuali diriku sendiri. Ya, setidaknya dengan ber-Qillatul Anam, kuharap akan ada banyak kesadaran yang muncul, menghilangkan keragu-raguan yang masih sering terlintas dan sedikit meredakan riuh dalam pikiranku sendiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES#021 Menemukan Bintangku (Catatan dari Selametan TP-21)
Selametan Smipa tanggal 16 Agustus 2025 lalu mengusung benang merah tema TP-21 ini yaitu spiritualitas. Terus terang elemen spiritualitas ini yang membuatku resonan ketika pertama kali mengenal Smipa, 15 tahun silam ketika aku mengundang kak Andy sharing di SBM ITB, meski saat itu pemahamanku tenta…
Murdeani221
AES815 WHO AM I?
Who Am I? Siapakah saya? Pernahkah kita betul-betul merenungkan hal ini? Kalau kita bicara tentang eksistensi manusia, tidakkah pertanyaan ini adalah pertanyaan yang terpenting? Sebelum lebih jauh, punten saya simpan satu video lagi di bawah ini. Tulisan-tulisan saya belakangan ini memang jadi repo…
AES 23 Menapaki Jalan Belajar: Refleksi tentang Diri, Mimpi, dan Arti Kehadiran
Pagi ini, aku memulai hari dengan sederhana sebelum berangkat aku menyiapkan sarapan dan bekal seadanya. Tapi bukan hanya tubuh yang kuberi asupan, melainkan juga jiwa yang bersiap menerima kejutan. Ini adalah hari pertamaku, bukan sebagai pengajar, bukan sebagai pemberi makna bagi orang lain, mela…
Asa31