AES008 Pedekate Kapebe

Pencarian jodoh pun dimulai. Layaknya orang yang mau PDKT tentu pemuda ini sudah melakukan riset mendalam baik dari berselancar di media sosial sampai melakukan wawancara dengan narasumber. Dari hasil riset muncul lah calon jodoh yang ia kira berbeda dari calon-calon lainnya.
Sebetulnya ia bisa saja memilih calon yang sudah pasti dikarenakan memiliki karakteristik yang sudah familiar baginya. Sekolah seperti pada umumnya di mana ada jadwal, mata pelajaran, ujian tulis, dan nilai angka. Namun ada satu calon yang ia baru temui dan berbeda dari yang lain.
Namanya Kapebe, calon yang cukup berbeda karena ia tampil berani dari sekolah-sekolah lainnya. Tidak ada mata pelajaran, tidak ada nilai angka, tidak ada ujian tulis, bahkan tidak ada seragam. Awalnya pemuda ini tentu ragu karena selama ini ia mengajar mata pelajaran B. Inggris dan terpikir bagaimana kalau kemampuan B. Inggris yang ia miliki akan hilang bila tidak mengajarkannya.
Namun ketika memikirkan ini tamparan keras datang menghampiri. Jika pemuda ini ketakutan akan kehilangan kemampuan B. Inggris hanya karena tidak mengajarkannya di satu kelas khusus, berarti ia belum bisa mengaplikasikan ilmunya di kehidupan sehari-hari. Lalu ia berpikir-pikir murid-muridnya juga tidak mengajar B. Inggris namun mereka tetap memiliki kemampuan ini karena bisa belajar, mengintegrasikan, dan mengaplikasikan ilmu B. Inggris mereka di kehidupan sehari-hari.
Secara garis besar mungkin itulah yang dilakukan Kapebe. Ilmu terkadang tidak perlu diajarkan dengan kelas khusus apalagi kalau muridnya sudah besar. Kenapa tidak langsung diintegrasikan saja ke situasi di kehidupan sehari-hari tanpa membawa nama mata pelajaran. Holistik banyak orang menyebutnya begitu.
Berhubung dengan hal ini, laporan perkembangan murid pun berubah lebih cair terintegrasi dengan banyak hal. Laporan ini lalu dideskripsikan bukan dengan angka dan mata pelajaran tapi lebih dengan kemampuan-kemampuan berkehidupan. Ujian akhir pun lebih berubah ke refleksi, baik refleksi tahunan ataupun refleksi rencana besar kehidupan sesuai minat dan bakat yang murid miliki dan kembangkan setelah berproses selama 3 tahun.
Tentu semua ini hanyalah pengamatan singkat selama 3 minggu oleh pemuda yang sedang mencoba PDKT. Pastinya banyak analisa yang kurang tepat atau bahkan keliru. Untuk bisa tahu lebih lanjut tentunya dia harus coba jadian dengan Kapebe dulu. Apakah calon mertua akan merestui pemuda ini jadian dengan Kapebe?
Jodoh ada di tangan Tuhan. Dikarenakan kalau tidak jadian atau putus setelah jadian, berarti memang belum berjodoh. Namun ketika berjodoh, pasti Tuhan akan pertemukan juga pada akhirnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:
AES005 Towards a New Education
Pagi mendung di hari Senin 6 Juni. Hari ini adalah hari no-bag day untuk kelas SD-5. Memikul sarung berisi perlengkapan hari ini, aku berangkat ke sekolah. Ketika dalam perjalanan, aku merenungkan keputusan hidupku yang menggiringku ke titik ini. Aku kemudian teringat saat pertama kali aku mendapat…

AES 100 Sampai
Sampailah kita pada saat yang berbahagia, dengan selamat sentosa, mengantarkan Kawan Marwas ke depan pintu gerbang petualangan dan jenjang baru, kelas 4. Tak lupa juga jenjang lain yang pernah bertualang bersama dan berbagi kegembiraan. Bersamaan dengan ini, berakhir pula masa bakti saya sebagai te…

AES 1576 Time Lapse
Sudah sekitar 55 hari saya tidak menulis, bahkan hampir tidak menyentuh komputer sama sekali. Selama itu saya mengalami banyak hal yang sangat membingungkan. Agak sulit saya mulai menulis, apalagi menjabarkannya, sebab ini sepertinya merupakan pengalaman baru yang akhir-akhir ini mulai disadari. Se…
joefelus11
