AtomicEssay

AES008 Tentang Hari Ini #1

Dewi Sunartinipenulis arsip2

Apa yang kita berikan akan kembali lagi pada kita. Memikirkan hal tentang apa sih yang kita punya, siapa sih kita ini sebenarnya.

Siapa sih kita sampai kita berhak membenci, Tuhan saja tidak membenci hambanya ayngb berbuat banyak dosa.

Kita yang hambanya saja masih bisa membenci dengan tanpa alasan.

Bukan dengan tanpa alasan nampaknya, ada rasa yang ingin diungkapkan tentang kebencian, tapi ditutupi dengan tanpa alasan hanya untuk sekedar menghindari keburukan pembenci di mata orang lain.

Jike setiap detik yang bisa kita manfaatkan untuk menebar cinta dan kasih, mengapa kita lebih memilih untuk menanam kebencian. Seperti apa kata ku, apa yang kita beri akan berbalik kembali pada kita

Kita tidak berhak membenci sesuatu dari apa yang kita lihat saat ini. Mungkin apa yang sudah dialaminya sebelumnya sangat berat, atau latar belakang lingkungan yang menjadi inputnya yang membentuk sesuatu itu menjadi seperti ini. Mencoba memahami setiap hal mempunyai tujuan baik pada kehidupan kita adalah kunci untuk membuat kita terhindar dari kata benci. Mencoba untuk tetap tidak membenci meskipun sulit rasanya. Tapi dikuatkan dengan apa yang kita berikan akan kembali pada kita. Sejalan dengan sugesti, jika kita sudah memandang hal tersebut dengan banyak kebencian, akan sulit untuk menemukan kebaikan di dalamnya. Kita tidak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi. Berbaik sangka lah dulu. Siapa tau itu yang akan memabawa kita dalam kebaikan. Setidaknya kita tidak menebar kebencian dalam diri kita. Seperti yang terkandung dalam Al-Quran :

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui," 

Aku meyakini, Tuhanlah yang maha membolak balikan hati. Bisa jadi hari ini kita benci, besok bisa jadi tidak. Setiap manusia bisa berubah. Kita yang hari ini, tidak akan sama dengan kita di hari esok. Setiap manusia bisa berubah, tergantung apa yang dia terima di saat itu. Setiap dari diri kita jadi orang yang baru setiap detiknya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES 012 #AI

katanya, manusia akan punah secara perlahan karena kecerdasannya sendiri pernah dengan AI ? Saya pernah baca di salah satu postingan seseorang tentang "PUNAH" katanya perkembangan di dunia itu sifatnya bukan linear (naik secara perlahan), tetapi secara exponential (menaik drastis) karena perkembang…

Dewi Sunartini12
AtomicEssay

AES011 Pertanyaan Diri #2

Melepas atau menerima ? Jika menerima itu mudah lalu mengapa ada orang yang tidak bisa menerima. Jika menerima itu sulit lantas apa yang menjadi sulitnya. Apakah karena proses menerimanya ataukah karena kita yang tidak mau menerima Mungkin tergantung dengan apa yang kita terima ya, jika sesuatu itu…

Dewi Sunartini52
AtomicEssay

AES010 Pertanyaan diri

Hari ini rasanya sedih sekali saat mendengar kata “ jangan menyalahkan kakinya, karena dia tidak salah” Setidaknya aku harus menerima dan berserah diri dengan keadaan saat ini, keadaan yang membuat aku menyalahi sendiri, dan terus bertanya kenapa aku sulit untuk bisa pulih. 3 minggu lamanya, aku pi…

Dewi Sunartini62