AtomicEssay

AES009 Happiness Inside

Andy Sutiosopenulis arsip2

Tulisan ini terinspirasi pertanyaan kak Fifin – gegara ada satu screen capture saya sedang tersenyum lebar saat sesi pembekalan untuk kakak2 baru. Nah dari screen capture ini ada asumsi kok kak Andy ini bahagia banget gitu… Pertanyaannya : Apa rahasianya bisa selalu tersenyum bahagia begitu?

Terlepas dari asumsi bahwa kak Andy selalu tersenyum bahagia itu betul atau ngga, betul bahwa ada sesuatu yang memang sedang saya upayakan, sedang berusaha dipahami dan sedang berusaha juga dilakukan – terus menerus – secara  sadar supaya bisa tuman.

sadhguruQuote20201008en.jpgSebetulnya jawabannya sederhana, tapi mungkin karena sederhananya – tidak banyak juga orang yang memercayainya. Jawabannya ada di judul di atas tadi: Happiness Inside. Seperti judul bukunya Gobind Vashdev – seorang teman yang pernah beberapa kali berkunjung di Smipa, berbagi kepada para kakak dan orangtua Semi Palar.

Kebahagiaan memang ada di dalam diri manusia. Saya semakin meyakini, itulah rahasianya. Masalahnya, peradaban manusia modern membangun persepsi bahwa kebahagiaan ada di luar diri manusia – lewat kebendaan, lewat popularitas, lewat status sosial, lewat sukses duniawi… Hal-hal inilah yang menyesatkan. Alhasil, banyak manusia di mana-mana mencari kebahagiaan di luar dirinya.

Ada kisah Nasrudin Hoja yang menarik – terkait hal ini. Begini ceritanya.

Pada suatu hari, tetangga Nasrudin mengamati Nasrudin sedang sibuk mencari2 sesuatu di luar rumahnya. Lalu tetangganya bertanya, “Nasrudin, kamu lagi cari apa?” Jawabnya, “Kunci lemariku hilang”. Tetangganya bertanya lagi, “Hilangnya di mana Nasrudin?” Jawab Nasrudin, “Di dalam rumah” sambil terus mencari ke sana kemari. ‘Kenapa kamu mencarinya di luar?”, tanya tetangganya lagi. Jawab Nasrudin, “Karena di dalam rumahku gelap…”

Intinya menemukan kebahagiaan di dalam diri memang tidak mudah. Kita perlu belajar untuk memahami caranya bagaimana dan terus melakukannya. Kita perlu tahu di mana kebahagiaan itu ada. Jangan sampai mencari di tempat yang salah seperti kisah Nasrudin Hoja tadi. Kemudian, sama seperti saat kita belajar berjalan waktu kita kecil dulu, misalnya – ada kemampuan yang harus dibangun dan hal-hal yang perlu dilatih dan dibiasakan - termasuk bagaimana kita terbiasa muntuk menelaah sisi dalam diri kita. Cerita tentang ini pasti akan ada kelanjutannya. Salam. 

Photo by Nick Fewings on Unsplash

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES075 Memulai dari Being

Memasuki Tahun Pendidikan ke 17 ada sesuatu yang berbeda yang kami coba lakukan bersama. Dalam situasi pandemi COVID-19 ini kami dituntun untuk berkenalan dengan DOBEDOBEDO. Buat generasi saya, kata-kata ini akrab di telinga kita, sesuatu dari filem kartun Scooby Doo. Tapi ini ga ada hubungannya sa…

Andy Sutioso52
AtomicEssay

AES051 Tentang Kebahagiaan

Ada pertanyaan menarik dilontarkan oleh Sadhguru kepada pewawancaranya - terkait kebahagiaan manusia. Kurang lebih pertanyaannya begini, "Tentang kebahagiaan dalam hidup. kamu memilih mana? Mengejar kebahagiaan (in pursue of happiness) atau hidup kamu adalah ekspresi kebahagiaan (expression of joy)…

Andy Sutioso20
AtomicEssay

AES42 Finding the happiness in me

Throughout my life, I feel like people always say that happiness comes from yourself but I’ve never truly understood what that meant. I feel like just now I have realized and truly understood what that actually means. For me, it’s more about not expecting people to do things that make you happy, an…

Saskia Electra43