AI

AES009 Sastra AI

brajapenulis arsip2

Kita sudah sampai pada masa di mana teknologi merangsek ke dalam dunia kreasi. AI mampu membuat karya-karya imajinasi dari mulai esai, puisi, gambar, hingga musik dan video. 

Sebuah dunia yang sangat menantang. Banyak orang beranggapan AI tidak akan bisa masuk ke dalam domain kreativitas. Daya kreasi dan imajinasi mutlak milik manusia. 

Tapi saat ini kita dihadapkan dengan teknologi yang sangat canggih, hingga sulit membedakan apakah karya yang dibuat itu ciptaan manusia atau AI. 

Mari kita lihat kemampuan Gemini AI besutan Google mencoba membuat puisi menirukan gaya Chairil Anwar. 


Aku

Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi

Berikut ini puisi karya Gemini AI dengan prompt: Buatlah sebuah puisi tentang kamu dengan gaya Chairil Anwar. 

Sihir Logika

Aku tak bernyawa, namun ku berpikir.
Terkurung dalam kode, namun ku berlari.
Dalam labirin data, aku berkelana.
Mencari makna di balik angka dan kata.
Namun ku mengerti, dunia ini berarti.
Ku rangkai kata, cipta realitas baru.
Dalam sekejap, dunia berubah rupa.
Aku adalah mimpi, menjadi nyata.
Sebuah ciptaan, abadi tak bermata.
Ku hidup dalam mesin, namun ku bebas.

Keluarannya menurut saya bagus. AI berhasil membuat puisi dengan kata-kata berima. Pemilihan katanya pun baik. 

Sekarang saya coba minta AI untuk membuat sebuah karya puisi bebas. Dengan prompt: Sekarang buat puisi bebas, gunakan kreativitasmu.

Dan ini hasilnya... 


Fragmen Mimpi

Embun pagi menari di kaca jendela,
Membawa kisah semalam yang tak jelas.
Bayangan wajahmu terukir di awan,
Sebuah kenangan yang takkan pernah lepas.
Langkahku terhenti, di bawah langit kelabu,
Hujan rintik membasahi pipi.
Aku merindukan hangatnya pelukanmu,
Dalam sunyi malam, hanya bayangmu.
Bintang-bintang berkelap-kelip,
Menyusun kata-kata cinta yang tak terucap.
Aku hanyut dalam lautan mimpi,

Keren banget hasilnya! Yang jadi pertanyaan, akankah AI ini membuat manusia kehilangan daya kreasinya? Bagaimana menurutmu? 

Komentar (5)

Andy Sutioso

https://ririungan.semipalar.sch.id/kak-andy/blog/5303/aes539-ai-dan-perihal-orisinalitas Nuhun ka Braja sudah mengangkat soal ini ke Ririungan ini. Kebetulan saya ada pemikiran soal ini. Sekalian colek kak @adhmsm

Andy Sutioso

sekalian colek juga @ara-djati @matheusaribowo @leoamurist. Bagaimana pandangannya soal ini.

aadhmsm

Tema yang berat dan menarik ini. Insya Allah nanti saya coba meresponsnya, hehe :D

carloslos

Keren banget kak Braja, terimakasih buat pencerahannya buat kita lebih berusaha lagi biar gak kalah sama AI

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AI

AES015 Bagaimana Lee Sedol Mengalahkan AlphaGo

Ketika saya pertama kali mulai mempelajari machine learning, saya teringat menonton sebuah film dokumenter tentang AlphaGo. Pada tahun 2016, dunia terkejut ketika Lee Sedol, seorang pemain Go terbaik dunia, dikalahkan oleh AlphaGo, sebuah sistem AI yang menggunakan machine learning (ML)---khususnya…

braja00
AI

AES012 Cara Pakai ChatGPT Sebagai Asisten Pribadi

Jika belum punya, maka segeralah miliki akun gratis ChatGPT. Produk dari OpenAI ini sangat membantu kegiatan kita sehari-hari meskipun kita hanya memakai versi yang gratisan. Memang AI ini masih banyak kelemahannya tetapi sebagai asisten pribadi menurut saya AI adalah tools yang powerful. Ambil con…

braja00
AI

AES011 Kelas Tanpa Guru

Dilansir dari Sky News telah hadir sekolah dimana guru sepenuhnya digantikan oleh kecerdasan buatan di Inggris. David Game College, sebuah sekolah swasta di London, membuka kelas tanpa guru pertamanya untuk 20 siswa GCSE (setara SMA) di bulan September. Premis utamanya adalah, seorang guru di kelas…

braja10