AES009 Tidur Sendiri

Kemarin ada hal menarik setelah maghrib tiba-tiba Sei bilang “bu aku mau coba tidur sendiri”. Wow ini pernyataan yang aku tunggu-tunggu dari kelas 1. Sebetulnya sudah dari kelas 1 kami rayu supaya belajar tidur sendiri, berbagai cara sudah dilakukan dari mulai mendekor kamar sendiri, pilih seprei sendiri, tidur ditemani dulu, banyak sekali sampai lupa apa lagi tapi semua usaha masih gagal. Malam-malam pasti dia datang mengetuk pintu dengan berbagai alasan.
Bu ada suara aneh.
Bu aku mimpi buruk.
Bu aku ga bisa tidur.
Bu aku bersin-bersin.
Gagal maning son.
Kemarin berbeda, dia tampak yakin dan percaya diri. Tapi tetap keinginannya bersyarat “ibu temenin aku dulu ya sampe bobo baru boleh pindah”. Baiklah. Sebelum tidur dia cerita kalau teman-temannya sudah mulai belajar tidur sendiri juga. Oh pantas dia mau coba juga, tidak mau ketinggalan. Apapun trigger-nya tetap apresiasi keinginannya untuk mencoba. Walau akhirnya dia tetap pindah. Sudah kuduga. Ekspektasiku tidak setinggi itu jadi aku tidak kecewa.
Dulu waktu renang bersama kawannya juga dia berani lompat dari springboard yang tingginya kurang lebih 3m karena melihat temannya berani terjun. Kapan hari juga begitu dia mau coba makan stroberi di sekolah karena teman-temannya makan padahal dia tidak suka stoberi. Mungkin saat bersama kawan stoberi tampak nikmat jadi dia mau mencoba. Hebat. Apakah ini yang namanya kekuatan kompetitif?
Begitulah anak-anak suka mencoba hal baru.
Kadang berhasil kadang gagal
Kadang suka kadang tidak suka
Yang jadi fokusnya ya mau mencobanya itu, hasilnya lain soal. Butuh keberanian, kemauan dan tekad untuk memulai hal baru. Sekuat tenaga kita mendorong dia untuk mencoba pun kalau kemauannya tidak ada ya tidak bisa. Tugas kita hanya mengenalkan dan mengajak anak-anak untuk mencoba. Kalau tidak berjalan sesuai rencana ya tidak apa-apa masih banyak hal lain yang bisa dicoba. Semangati saja supaya tidak berkecil hati, apresiasi usahanya.
Dark jokes-nya masih banyak kegagalan lain yang harus dicoba hahaha
Dilihat-lihat influence teman sebaya lebih berpengaruh ya untuk seusia dia. Nah kan lingkungan sekolah berpengaruh besar untuk anak-anak. Siapa bilang tidak? Buktinya Sei banyak mencoba hal baru karena melihat teman-temannya.
Masalah tidur sendiri sudahlah aku sudah pasrah. Mungkin dia masih mau dikelonin, masih mau disayang-sayang, akan datang nanti saatnya aku yang merindukan tidur dengan Sei. Sei yang sudah punya dunianya sendiri. Hiks
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES141 Kisah Pendek Penuh Makna
Beberapa hari terakhir terasa begitu intens menurutku, rasanya tidak ada hari libur untukku. Kegiatan demi kegiatan, pekerjaan demi pekerjaan, ceklis demi ceklis semuanya perlu dipenuhi sesegera mungkin. Banyak hal yang perlu diserap dalam satu waktu. Aku merasa kewalahan. Setelah buka puasa hari i…
Sanya73
AES003 Kidult
Apa kalian setuju ada sosok anak kecil di dalam diri kita walaupun kita sudah dewasa? Anak kecil yang selalu merayakan hal-hal kecil dan excited untuk hal apapun. Tapi seiring berjalannya waktu ketika umur kita terus bertambah hal-hal kecil itu tidak lagi terasa istimewa. Kenapa ya.. Apa kita terla…
meilani10
AES 001 Home Sweet Loan (2024)
Sebenarnya hari itu iseng ke Bioskop dan random pilih film Home Sweet Loan (2024) dan ternyata bagus banget film nya. Tidak cuma jalan cerita dan endingnya yang lebih masuk akal, karakternya yang pas dan tidak berlebihan dari sisi make-up, kostum sampai character buildingnya. Gak lebay (haha) kayak…