AES01 - Dua Puluh Delapan

Hari ini saya membiarkan diri melakukan apapun tanpa terlalu banyak pertimbangan atau kekhawatiran. Kebetulan pula, tulisan pertama ini terbit bersamaan dengan hari lahir saya yaitu kamis 23 Februari, 28 tahun yang lalu. Jadi saya coba melalui tulisan ini, untuk sejenak memikirkan tentang diri saya. Semenjak jadi ibu, mungkin semua orangtua pun merasakan ini, rasanya dunia sudah selalu terbagi untuk memikirkan hal-hal lain di luar diri sendiri. Pusat dunia sudah berubah, tapi khusus hari ini saya ingin menggali dan mengingat lagi hal apa yang telah dilakukan selama ini, apa yang ingin dilakukan dan apa yang saya suka tapi sempat terlupakan.
Kali ini tentang apa yang terjadi setahun kebelakang. Tiba-tiba menjajaki profesi baru yaitu menjadi content creator di platform TikTok dan Instagram Reels menjadi hal yang rutin dilakukan. Hal ini dimulai dari video yang saya buat ketika mengunjungi berbagai tempat makan "legendaris" di Bandung, yang tempatnya sudah sering saya kunjungi sejak kecil. Melalui makanan, saya rasa bisa menyelami lagi kaki-kaki kecil dan perjalanan dengan ibu saya. Lewat gang kecil di Otista menuju sudut warung pempek Palembang, hingga mencicipi ayam goreng Kurnia yang sampai saat ini belum saya temukan tandingannya. Melalui video-video tersebut, saya pun mengajak anak saya Naluri untuk juga merekam memorinya bersama lewat makanan yang juga saya dapatkan dari ibu saya. Rasa-rasa dan selera makan yang terbentuk di rumah, diperluas khazanahnya lewat makanan lain yang rasanya tak terlupakan.
Sejujurnya, satu bulan terakhir ketika sedang sibuk mempersiapkan baju-baju yang akan dijual di Lebaran nanti, sempat saya tidak suka sekali mengedit video kuliner. Biasanya dalam sehari minimal saya bisa mengedit 1 sampai 3 video. Tapi satu bulan ini, untuk mengedit 1 video saja sulitnya bukan main. Setelah saya pikir lagi, mungkin karena lupa tentang tujuan awal dari membuat video-video kemarin. Terkadang lewat hal-hal sederhana seperti makanan dan turunannya, saya juga jadi bisa merefleksikan tentang tujuan dan hal-hal yang terlupakan. Saat motivasi untuk hal lain yang juga sering timbul tenggelam, mungkin bisa dicoba untuk ingat lagi tentang apa yang saya suka ketika memulainya.
Pendopo Semi Palar, 23 Februari 2023.
Dhea Febrina.
Komentar (2)
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES 24- Aku Ingin Hidup, Sungguh
Suatu pagi di taman baca Melek Huruf yang sepi, aku memutuskan untuk bertanya kepada Pak Cris, pemilik Melek Huruf dan atasan magangku:“Pak, apa pernah terbayang ingin mendorong Melek Huruf ke arah komersil?”Pertanyaan singkat itu, yang sebenarnya sekedar basa-basi karena aku juga bisa menebak jawa…

AES 23- Dua Minggu di Magelang, Dua Minggu Magang
Halo!!Sudah 5 bulan sejak terakhir aku menulis di Ririungan. Seharusnya, aku mencoba menulis dengan rutin, untuk membangun kebiasaan yang baik. Tapi kemalasan membuatku longgar memegang komitmen. Anggap ini sebagai upaya kedua.Sudah dua minggu aku menetap di Magelang, menjalani program magang. Seha…

AES 1580 Hidup Tidak Pernah Adil
"One of the mistakes many of us make is that we feel sorry for ourselves, or for others, thinking that life should be fair, or that someday it will be. It's not and it won't. When we make this mistake we tend to spend a lot of time wallowing and/or complaining about what's wrong with life. "It's no…
joefelus00

