AES015 Humor

Singkat saja tulisan saya hari ini, karena sifat topik bahasan tulisan saya yang sesungguhnya hanya topik yang receh.
Terkadang kita orang dewasa tidak mengerti humor "gen z" atau bahkan humor "gen alpha". Untuk kita, humor mereka tampak seperti sesuatu yang tidak koheren dan tidak runut, sehingga kita pun tidak mengerti apa yang lucu dari "skibidi toilet" atau "sigma brainrot"
Namun kemarin sore saya diingatkan oleh sebuah video humor inkoheren yang saya pernah temukan di masa saya kuliah. Video tersebut berjudul "Ronald McDonald Insanity". (Yeap, it makes just as much sense even in context). Isinya adalah mix dari badut McD dalam iklan resmi McDonalds Jepang dengan lagu dari indie game berjudul Touhou Project. Saya...tidak bisa mendeskripsikan isi videonya. Lebih baik ditonton sendiri lalu silahkan simpulkan sendiri
Setelah saya bernostalgia, saya baru sadar. Kela, humor urang ga jauh beda dari yang dibilang humor gajelas gen alpha. Sewaktu saya kuliah dulu juga banyak humor-humor seperti ini yang berseliweran. Humor viral di era awal internet dan youtube seperti content creator bernama Fluxcup. Humor seperti itu muncul dari sebuah subculture spesifik di eranya yang kebetulan viral, entah karena kebetulan algoritma, cocok dengan Zeitgeist masa itu, atau faktor lain yang saya belum sadar. Menyadari hal ini, Skibidi Toilet pun menjadi sedikit lebih jelas. Ia berada dalam konteks generasi dengan selera humor yang dibentuk subculture yang memunculkan anggapan bahwa "Kepala muncul dari toilet terus berbicara itu lucu"
So, in short, give Skibidi Toilet a chance. It might surprise you
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Masuk untuk ikut berkomentar.
Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AES016 Hello/Goodbye
I ain't good at saying goodbye Itu lah yang saya katakan di sesi tutup kelas terakhir Kelompok Yospan. Dan memang benar adanya. Saya tidak pandai mengucapkan selamat tinggal. Di masa kanak-kanak, saya tidak terlalu memusingkan siapa yang datang dan siapa yang pergi dari hidup saya. Saya selalu berp…
AES014 On Contradiction
"Bagaimana seseorang bisa berkembang?" Pertanyaan ini lumayan mengusik saya belakangan ini. Awalnya ini beranjak dari hobi saya yaitu riichi mahjong. Saya sungguh secara tulus dari hati mencintai riichi mahjong. Semua thrill yang ia bawa, semua titik zenit dan nadir yang akan muncul dari permainan…

AES013 Kepada Siapa Kami Belajar?
“AI itu kayak anak kecil nip, dia akan menyerap apa yang dia pelajari” Itu perkataan kawan saya yang bekerja sebagai data scientist di startup kenamaan. Di sana kerjanya sering berkaitan dengan membuat machine-learning algorithm untuk membantu sistem rekomendasi aplikasi kirim makanannya. Saya send…
