AES02 Melihat dalam Samar

mayaulfadwinitapenulis arsip2

Sabtu pagi saatnya saya melakukan ritual groceries, ritual biasa tapi menyenangkan. Saking menyenangkan kadang malah bablas beli barang-barang yang tidak perlu, hehe. Pagi lalu saya sengaja tidak pakai kacamata, tidak ada alasan khusus tapi bisa dibilang sedang malas ada yg menempel di bagian wajah. Dengan kondisi mata minus 1,5 ditambah ada silindrisnya, jarak pandang jelas saya sepertinya hanya 2 meter-an, sisanya samar. Langsung saja saya berkeliling mencari beragam kebutuhan, karena sudah jadi ritual mingguan jadi saya sudah tahu perlu berjalan ke lorong yang mana saja. Saat berkeliling, lalu berpikir dalam hati eh dalam kepala. Ada bagusnya juga saya tidak pakai kacamata hari ini, jadi saya hanya fokus melihat yang terdekat, sisanya hanya terlihat samar-samar. Kondisi ini menguntungkan, saya jadi tidak terdistraksi barang-barang lain karena hanya samar-samar saja terlihat. Karena samar terlihat, saya jadi tidak mudah  tergoda untuk membeli barang-barang yg bukan kebutuhan nih. 

Sejenak saya berpikir, secara tanpa sadar saya juga melakukan hal itu di keseharian, lebih tepatnya saya perlu melakukan itu. Saya menaruh sudut pandang saya pada hal-hal yang menjadi tujuan saja, sisanya hanya samar-samar. Ternyata karena kalau semuanya dilihat, ya bisa bablas. Hidup itu sebenarnya hanya meminta kita fokus pada apa yang jadi tujuan. Kadang kita perlu melihat hal-hal penting dengan saksama, seperti saat saya membutuhkan kacamata. Kadang juga kita perlu melihat sesuatu dengan sangat saksama, lebih dari kacamata, mungkin butuh kaca pembesar. Tapi, kadang juga kita perlu melepas kacamata kita, biarkan saja pandangannya jadi samar-samar. Membiarkan pandangan samar saat waktunya tepat, ternyata malah bisa membuat kita tidak perlu fokus memperhatikan hal-hal yang tidak kita butuhkan toh! Langkahnya jadi lebih ringan, pikirannya lebih tenang, pilihannya jadi lebih tepat sasaran. Yuk, lepas kacamata dulu sebentar !

Komentar (3)

Andy Sutioso

Wow, keren nih tulisan kak Maya... Mantap kak! Asik bacanya. Saya pengen coba, tapi karena minus saya 5.5, otomatis ga bisa liat apa-apa... . Nuhun kak, ditunggu tulisan berikutnya.

mayaulfadwinita

hatur nuhun kak Andy... Berarti tidak perlu dilepas kak, soalnya kalau gak bisa lihat apa-apa juga jadinya gak bisa fokus lihat tujuan, hehe...

mayaulfadwinita

Saya kena ucing dari kak @diki-muhammad-noor "Kamu Ucing @msetyamukti, giliran kamu menulis AES!" UcingAES 3/8

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES04 Dewasa Ini: Meraba Makna, Menyusun Tanya

"Hidup bukanlah tentang menemukan diri kita sendiri, tetapi tentang menciptakan diri kita sendiri." – George Bernard Shaw Aku selalu takjub pada tulisan apa pun isinya, selama orisinalitasnya masih terjaga. Bukan sekadar teori yang mengawang, tetapi perspektif yang lahir dari pengalaman. Bagiku, me…

Asa50
AtomicEssay

AES 596 Point Of View

Persepsi tentang kehidupan adalah cara bagaimana kita memandang hidup. Seperti yang pernah saya tulis tentang gelas tersisi air sebagian. Ada orang yang mengatakan bahwa gelas itu setengah kosong tapi ada yang mengatakan gelas itu setengah penuh. Faktanya sama tapi sudut pandangnya berbeda. Perspek…

joefelus10
AtomicEssay

AES228 Something Worth Doing

Kurt Vonnegut wrote: “When I was 15, I spent a month working on an archaeological dig. I was talking to one of the archaeologists one day during our lunch break and he asked those kinds of “getting to know you” questions you ask young people: Do you play sports? What’s your favourite subject? And I…

Rico30