AtomicEssay

AES023 One Small Step at a Time

Megapenulis arsip2

Hari ini hari Selasa, harinya donat tersedia di koperasi Smipa. Meskipun ngga kebagian –ehmm... karena terlalu banyak berpikir, mau beli atau ngga–, aku merasa senang. Apa pasal? Karena aku melihat perubahan BESAR yang dimulai dengan langkah kecil, dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan. 

Pertama kali kenal donat ini (merknya Rengganis, tapi mungkin lebih dikenal dengan 'donat Pak Albert') sekitar minggu ketiga bulan Maret lalu. Waktu itu, aku membeli satu dus donat yang berisi enam buah. Ternyata, rasanya enak. Lembut dan empuk. Tidak jibeuh (hiji seubeuh). Donat-donat itu dikemas dalam dus berbahan kertas kraft coklat. Taburannya bisa dipilih, antara gula icing atau gula palem. Kalau tidak langsung dikonsumsi, gula taburan diberikan terpisah dalam plastik klip kecil. 

Tak sampai satu bulan kemudian, di pertengahan April, donat Rengganis tidak lagi memakai kemasan dus. Pak Albert membawanya dalam kontainer besar, dan pembeli membawa wadah sendiri. Koperasi menyediakan kontainer plastik yang bisa dipinjam sebagai antisipasi bagi pembeli yang tidak membawa wadah. Sebuah langkah maju dalam waktu relatif singkat. Oh ya, saat itu gula taburan donat masih diberikan dalam wadah plastik klip. Pembeli bisa memilih gula icing atau gula palem sesuai selera mereka. 

Nah, tadi siang aku melihat satu langkah maju lagi. Pak Albert tidak lagi menempatkan gula taburan donat dalam plastik-plastik klip. Di samping wadah donat, tampak dua stoples berisi gula icing dan gula palem, berikut sendok untuk mengambilnya. Waaah, kemajuan besar! Selama satu setengah bulan (dari pertengahan April sampai akhir Mei), sudah sekian banyak 'penghematan' dari wadah sekali pakai yang urung digunakan. Bayangkan, dalam sekali jualan, Koperasi bisa menjual 80-120 buah donat, yang artinya kita bisa mengurangi penggunaan 13-20 dus dan plastik klip, dikali sekian kali berjualan. Keren, ya?

Mulai dari yang kecil, bersama-sama... kita pasti bisa! Ah, kalimat pertama itu, kalau tidak salah adalah tema TP Smipa beberapa tahun lalu yang digaungkan oleh Kak Andy saat Taki-Taki. Lucu juga, kenapa rangkaian kata-kata itu tiba-tiba muncul saat menulis topik hari ini, ya. Kebetulan? Entahlah. 

Komentar (2)

mamaKuri

Laper kali mba.. jadi nerawang

Mega

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

AtomicEssay

AES004 Tabungan Pertama

Sejak pandemi yang menyebabkan belanja online menjadi sebuah kebutuhan, tanpa disadari sampah kemasan di rumah kami menumpuk drastis. Kadang-kadang kami menyempatkan diri ke sekolah sekadar menitipkan sampah di fasipisa, tapi saat PPKM kemarin selama beberapa bulan kami tidak lagi datang ke sekolah…

Mega63
AtomicEssay

122 takakura

Seperti selalu terjadi, libur banyak maunya. Banyak hal yang ingin diselesaikan di waktu yang rasanya lebih leluasa ini. Kadang terlarut dan jadi keterusan, sementara daftar masih panjang. Jadilah membuat ceklis untuk diselesaikan setiap hari. Sedikit tapi sesuai kemampuan. Tak lupa memberi porsi w…

innocentiaine30
AtomicEssay

AES311 Belanja Bahagia

Sejak bergulirnya Semi Palar CoOp (koperasi smipa), saya bisa tersenyum lebih banyak karena saya bisa mengurangi sampah yang dihasilkan. Tidak banyak, memang tapi setidaknya saya sudah dua kali belanja sabun cuci piring dan dua kali beli telur tanpa harus menghasilkan sampah. Walaupun sudah bawa ta…

Andy Sutioso61