Atomic Essay

AES029_Tiba-tiba basah

Tatha Wupenulis arsip2

Musim yang sudah kutunggu tunggu dari bulan September akhirnya datang di bulan November ini, yaitu hujan. Tapi hujan kali ini tidak datang sesuai ekspektasi, dikarenakan timing yang tidak pas dan juga sekalinya turun hujannya langsung deras. Kalau diperhatikan hujannya datang pada jam 12:00 siang atau jam 12 lebih, dan jam 12:00 inilah jam kami KPB pulang. Sering sekali beberapa dari kita atau bahkan kami semua terjebak di beskem/basecamp KPB, terkadang tidak membawa payung atau jas hujan atau bahkan tidak membawa keduanya. Menunggu hujan mereda pun lumayan lama, mungkin bisa sampai 1 jam lebih.

Aku sangat suka dengan hujan akhir-akhir ini, karena udaranya jadi dingin dan sejuk. Dan aku sering membayangkan betapa serunya bermain hujan, tapi aku tidak pernah melakukannya di kehidupan nyata karena takutnya sakit (masuk angin/pilek/dll). Mungkin kalau main genangan air hujan disaat hujan sudah berhenti aku mau, namun hanya berendam kaki dan menendang-nendang genangan air itu. Oh iya, satu hal lagi yang membuatku suka dengan hujan, tidur/berjeda disaat hujan adalah hal yang paling nikmat yang pernah kurasakan. Udara sejuk dan dinginnya membuat diriku sangat tenang untuk berjeda/tidur, rasanya ingin memejamkan mata sejenak atau bahkan tidur lebih lama (1-2 jam mungkin, hehe).

Membahas hujan deras aku jadi ingat pada masa saat aku masih SMP, sedang menunggu jemputan pulang sekolah. Waktu itu sedang hujan deras, saking derasnya parkiran SMIPA sampai banjir setinggi 14 cm dari telapak kaki (mungkin?), batas genangan airnya sampai ke gerbang biru SMIPA (seakan-akan seperti gerbang menuju dunia yang jalanannya digenangi air). Waktu itu aku menunggu didepan bengkel menghadap ke parkiran, sambil menunggu jemputan sambil melihat beberapa teman K7 pada saat itu main air hujan, dan juga saling menendang-nendang air satu sama lain. Aku merasa senang sampai tersenyum sendiri melihat mereka bermain air sambil tertawa, tapi tentunya tidak terlihat oleh mereka karena pada saat itu aku sering memakai masker.


Aku sendiri terkadang kesulitan untuk pulang disaat musim hujan, terutama saat aku harus pulang sendiri ke Padalarang. Pertama aku harus naik ojol (Ojek online) ke halte bus Djunjunan yang berada di dekat depan Bebek kaleyo (bukan kak Leo) dan Sha-waregna yang berada di jalan Dr. Djunjunan. Lalu menunggu bus damri jurusan Kota baru - Alun-alun yang berwarna biru sampai ke KBP. Lalu setelah itu, aku turun di depan KFC KBP (Kota Baru Parahyangan). Terakhir, aku naik ojol sampai depan rumah (rumahku bukan di dalam KBP). Jadinya kalau aku harus pulang sendiri, aku harus langsung jalan pas saat jam kegiatan selesai sebelum hujan deras.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Masuk untuk ikut berkomentar.

Mungkin Kamu Juga Tertarik:

Atomic Essay

AES049_Macet deui

Beuh macet deui jiga kamari. Penyebabnya sama, masih banyak polisi. Udah mah aku berangkatnya kesiangan, ditambah macet jadi makin telat. Untungnya pas aku sampai SMIPA, JABAWASKITA belum mulai. Aku sedang membaca ulang buku serial Supernova, karya Dee Lestari. Aku sangat suka dengan serial Superno…

Tatha Wu10
Atomic Essay

AES048_Polisi = Macet

Ga kerasa aku udah naik K12, perasaan kemarin baru masuk KPB K10. Cepet yah... Kemarin MPLS dimulai, aku berangkat jam 6 pagi (kalau 6 malem aku lagi makan malam). Dianter Papah pake motor. Baru hari pertama udah disambut jalanan macet, bukan karena jam berangkat sekolah/kerja, bukan karena kecelak…

Tatha Wu10
Atomic Essay

AES047_Santai Aja

Hmmmm, tiba-tiba aku mau menceritakan apa sih yang aku rasakan dari awal ke Temanggung hingga sekarang, saat sudah mendekati waktu pulang. Kalau hidup di kota dan desa dibandingkan, wooooaaaww sangat sangat beda. Pertama tentunya dari sisi lingkungan, di kota banyak gedung-gedung tinggi, di desa ha…

Tatha Wu10